Sipendiam Dua Kepribadian

Sipendiam Dua Kepribadian
Kejutan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu mereka yang masih belajar kini sudah bisa menggunakan websetnya dan swkaramg mereka semua sedeng mengumpulkan bahan dan stok file yang akan di aploud dan di jual di webset yang telah mereka pelajari sebelumnya, Risma dan Dika juga sudah memiliki stok gabar yang cukup banyak dan mereka sudah mulai mengaploud gambar mereka ke webset yang sudah mereka pelajari sebelumnya, Sasa dan kak Devi juga sudah memiliki banyak video yang akan di aploud dan mereka juga masih belajar menjadi strimer, sedang kan Faldi dan kak Joni masih mengumpulkan foto foto untuk di aploud dan di ikut sertakan dalam lomba.


 Faldi yang merangkap dua dengan poster juga kewalahan karena kak Joni ternyata belum begitu faham dengan webset yang dia gunakan sehingga Faldi yang menangani untuk sekarang sambil mengajari kak Joni, Sasa yang tahu Faldi kewalahan ingin membantunya namun di tolak sama Faldi karena sudah memiliki bagiannya sendiri sendiri, Faldi pun berpikiran untuk poster sementara dia ikut loba terlebih dahulu sampai kak Joni benar benar bisa menghendel websetnya sendiri, setelah Faldi benar benar capek Faldi memilih untuk istirahat meskipun belum waktunya istirahat karena Faldi juga tahu batasan untuk tubuhnya itu jika terus di paksakan akan sakit, Sasa yang melihat Faldi begitu khawatir karena saat awal mulai dia yang bekerja keras sendirian mengajari teman temannya dan menyiapkan tempat dan alat untuk teman temanya, Faldi pun pinda ke lantai atas untuk bersantai melepas lelah dan pikiranya, tidak lama kemudian Sasa menyusul Faldi karena permintaan teman teman yang lain.


"Fal kamu kenapa.?" Tanya Sasa yang baru sampai 


"Aku tidak apa apa kok Sa." Jawab Faldi


"Kamu terlihat banyak pikiran Fal, coba kamu cerita ke aku." Ucap Sasa yang duduk di samping Faldi


"Huuff..." faldi yang menarik nafas panjang


"Tuh kan benar, sekarang kamu cerita ke aku siapa tau aku bisa bantu." Ucap Sasa


"Sebelumnya maaf ya, ini teman teman jika belum benar benar siap tidak usah di mulai dulu, aku lihat teman teman juga hanya tergiur dengan bayaran yang akan mereka terima dan tidak berpikir tentang diri mereka yang benar sudah siap atau belum." Ucap Faldi


"Iya nanti kita bicarakan dengan yang lainya." Jawab Sasa sambil memegang kepala Faldi untuk bersandar di pundaknya


"Iya aku ingin bilang tapi aku takut mereka patah semangat, aku dulu enam bulan tidak mendapatkan apa apa sampai sampai aku hampir ke habisan uang tabungan aku." Ucap Faldi


"Sudah mereke paati mau ngertiin kamu kok, lihat kamu sekarang Fal yang seharusnya sudah merasakan enak tapi kamu masih mau membantu teman temanmu untuk bisa mersakan enak yang kamu rasakan, kamu juga sudah pada batasan kamu lihat lah kondi tubuhmu belakangan ini." Ucap Sasa


"Kalau begitu nanti aku coba untuk berbicara dengan yang lain, tapi sebelum itu aku boleh tidak bermanja aebentar dengan kamu." Ucap Faldi


"Iya Fal boleh kok kamu juga sudah berjuang keras sendirian selama ini, kamu juga sudah benar benar mengurus tenaga dan pikiran kamu hingga benar benar mencapai batasan kamu, sekarang kamu beristirahat lah dan tenangkan pikiran kamu." Ucapa Sasa


"Terimakasih banyak Sa." Ucap Faldi


"Iya Fal, kamu mau di buatkan kopi dulu Fal.?" Tanya Sasa


"Boleh Sa." Jawab Faldi


"Kalau begitu tunggu sebentar ya." Ucap Sasa yang pergi ke belakang membuatka  kopi Faldi


Tidak lama kemudian teman taman yang lain menyusul Faldi ke lantai atas karena sudah waktunya untuk mereka beristirahat, setelah Sasa selsai membuatkan Kopi dia langsung membawakan kopi tersebut untuk Faldi dan juga di susul oleh teman temannya yang juga baru sampai, Faldi langsung mengatakan semuanya kepada teman temannya itu, 


"Maaf teman teman semua, ini kita siapkan semua terlebih dulu dan di pelajari hingga benar benar bisa terlebih dahulu baru nanti kita mulai, aku benar benar tidak sanggup jika setiap hari harus bergantian mengajari kalian sampai sampai pekerjaanku sendiri hampir tidak ke urus, aku benar benar minta maaf." Ucap Faldi


"Kamu masih mentingin kerjaan kamu sendiri setelah kita semua sepakat kerja bersama.?" Tanya kak Joni yang marah

__ADS_1


"Maaf tapi..." ucap Faldi yang belum selesai


"Aahh.!! Sudahlah kalu kamu tidak niat dari awal bilang.!" Ucap kak Joni menaikan nadanya


"Sudah jo kita dengarkan penjelasannya dulu." Ucap kak Devi menenangkan kak Joni


"Tidak perlu.!! Sudah aku akan bekerja sendiri aku keluar terimakasih untuk semuanya.!!" Ucap kak Joni yang langsung pergi


"Jo.! Joni.! Tunggu.!" Triak kak Devi yang memanggil kak Joni danmengejarnya


"Maaf ya, aku tidak menyangka juga kalau kalian ingin segera mulai, aku kira kalian akan belajar terlebih dahulu jadi aku bisa tenang dan mendoble pekerjaanku." Ucap Faldi


"Maaf ya Ris, Dik." Ucap Sasa


"Tenang Fal aku sudah sangat berterima kasih kepadamu karena kamu aku memiliki semangat dan tujuan baru." Ucap Dika


"Aku juga berterimakasih kepadamu Fal, yang selama ini aku kira menggambar hanya menghabiskan waktu kini bisa jadi pengisi waktu luang dan jadi cuan." Ucap Risma


"Aku dulu merintis semua ini enam bulan lamanya jadi aku hampir benar benar tahu di mana kesalahan pemula, makanya aku bilang seperti ini, aku tau kalian semua mungkin akan patah semangat karena ini tapi ini semua memang hasil dari enam bulan itu." Ucap Faldi menahan sedihnya


"Sudah Fal kami percaya kepadamu kok, aku tau ini semua baik untuk kami." Ucap Dika


"Iya Fal, kamu juga sudah berusaha keras." Ucap Sasa


"Sudah lah santai saja." Ucap Dika


"Sudah Faldi sayang kamu sudah berjuang keras jangan kamu paksakan terus." Ucap Sasa yang memeluk Faldi


"Ris aku juga mau." Ucap Dika


"Tidak dulu Dik, kamu juga tidak kenapa kenapa." Jawab Risma


"Dik aku mau tanya ke kamu." Ucap Faldi


"Mau tanya apa Fal.?" Jawab Dika


"Kamu benar benar tidak mau motor itu.?" Tanya Faldi


"Maksud kamu Fal.?" Tanya Dika yang belum Faham

__ADS_1


"Iya kalau kamu mau aku berikan motor itu ke kamu." Jawab Faldi


"Apa.!? Kamu serius.?" Tanya Dika


"Iya aku serius, atau mau ganti motor lain di garisi masih ada dua motor lagi." Jawab Faldi


"Fal kamu jangan bercanda lah Fal." Ucap Dika


"Aku tidak bercanda Dik, aku serius lagian kan besok ulang tahun kamu." Jawab Faldi


"Tidak Fal itu terlalu mahal." Ucap Dika


"Tidak apa apa Dik, aku sudah menganggap kamu seperti sodaraku sendiri karena kamu juga tahu aku tidak memiliki siap siap hanya ada kalian." Jawab Faldi


"Baiklah akan aku terima dengan senang hati Fal." Ucap Dika


"Kamu tidak mau lihat dulu yang ada di garasi.?" Tanya Faldi


"Tidak usah Fal, aku sudah sangat berterimakasih." Jawab Dika


"Ya sudah kalau begitu, aku juga sudah memberi tahu ibu kamy Dik jadi tidak usah bingung mau cari alasan." Ucap Faldi


"Terimakasih banyak Fal." Jawab Dika


"Sebentar aku masih ada buat kalian bertiga." Ucap Faldi


"Tidak usah Fal." Jawab Risma


"Sudah tidak apa apa, lagian aku juga terlanjur beli." Ucap Faldi


"Nih buat kamu sayang, yang ini buat kamu Ris, nih Dik aku tambahin biarkamu semangat." Ucap dika yang memberikan hp buat Risma dan Sasa, iped buat Dika


"Fal inikan iphon empat belas yang terbaru kamu seriusan memberi ini." Tanya Risma


"Iya aku serius." Jawab Faldi


"Fal ini kok ada kalung punyaku.?" Tanya Sasa


"Iya buat kamu orang sepesial ku." Jawab Faldi

__ADS_1


"Terimakasih banyak sayang." Jawab Sasa


Setelah itu mereka membuka hadiah pemberian dari Faldi, Faldi juga memasangkan kalungnya kepada Sasa dan pada saat Faldi melihat Sasa yang menggunakan kalung tersebut sangat terpesona kepada Sasa karena terlihat begitu cantik, mereka berempat menghabiskan sisa hari tersebut untuk bersantai sambil belajar bersama dan juga menonton filem horor di ruang proyektor milik Faldi dan saat sudah selesai nonton mereka bertiga pulang.


__ADS_2