Sipendiam Dua Kepribadian

Sipendiam Dua Kepribadian
mendapat surat


__ADS_3

Di saat mereka bertiga akan pulang tiba tiba mereka di datangi oleh bapak bapak penjaga makam tersebut, bapak bapak tersebut bertanya kepada Faldi apa benar dia anak dari orang yang di makamkan di situ, setelah Faldi menjawab bapak bapak tersebut memberikan surat untuk Faldi, setelah itu Faldi berterimakasih dan pegi ke mobil untuk membuka surat tersebut.


"Maaf mas, apa benar mas anak dari Alm yang di makamkan di sini.?" Tanya bapak bapakk tersebut


"Iya benar saya anaknya." Jawab Faldi


"Ini mas ada surat buat masnya." Ucap bapak bapak tersebuy yang memberikan suratnya


"Oh terimaksih pak, kalau boleh tahu suratnya dari siapa ya pak." Taya Faldi


"Bapak juga tidak di beritahu namanya orang tersebut cuma meminta tolong untuk memberikan surat ini lalu pergi mas." Jawab bapak bapak tersebut


"Oh begitu ya." Jawab Faldi


"Kalau begitu saya pergi dulu ya mas, permisi." Ucap bapak bapak tersebut


"Iya pak sekali lagi terimakasih." Ucap Faldi


Setelah menerima surat tersebut Faldi langsung buru buru kembali ke mobilnya dan segera membuka surat tersebut, sesampainya di mobil Faldi langsung membuka surat tersebut karena penasaran.


"Nak ini surat dari mamah, maaf kan mamah ya yang tidak bisa menemani kamu samapai sukses, mamah senang sekali kamu kunjungi lagi, mamah mau bilang kalau kamu jangan menyalahkan diri kamu sendie terus ya nak mamah tidak tega melihat kamu yang sekarang karena penuh dengan luka, mamah minta kamu berhenti berkelahi, cukup orang yang kamu sayangi saja yang kamu jaga jangan semua orang kamu tolong tubuh kamu sekarang sudah penuh dengan luka, mamah tidak mau jika kamu cepat menyusul mamah, mamah ingin kamu menikah dan menemukan ke bahagian kamu di dunia, kamu yang semangat ya mengikuti ujianya ingat janji kamu ke mamah kamu akan lulus dengan nilai terbaik yang kamu mampu, kamu juga jangan terus mikirin mamah kalau kamu kangen mamah kamu berkunjing saja ke sini ya, ingat kamu anak cowok ke banggaan mamah jadi harus tetap kuat dan semangat ya kan sekarang ada tante Icha dan juga Sasa, oh iya tolong sampainkan ke tante Icha ya mamah sangat sangat berterimakasih kepadanya karena sudah mau menjaga kamu seperti anaknya sendiri.


Nak mamah saranin kamu untuk jual rumah kita yang kamu tinggali sekarang karena sebentar lagi ayah kamu keluar dari penjara, mamah tidak ingin kalau kamu di sakiti seperti dulu lagi, kalau tante Icha mengizinkan kamu sementara tinggal di sana ya dan juga mamah titip barabg barang ke kamu yang ada di lemari kecil di kamar mamah.

__ADS_1


Oh iya mamah merestui hubungan kalain berdua dan sekarang kamu harus menepati janji kamu ya nak dalam satu atau dua tahun harus menikahi Sasa ingat kamu anak ke banggaan mamah, mungkin itu yang bisa mamah samapikan maaf ya nak jika mamah ada salah mamah pamit untuk istirahat dulu ya." Isi dari surat tersebut


Seketika Faldi meneteskan air matanya setelah membaca surat tersebut, tante Icha dan Sasa penasaran dengan surat tersebut lalu membacanyaz selesai membaca surat tersebut Sasa langsung memeluk Faldi karena tahu apa yang di rasakan Faldi sekarang, Sasa dan tante Icha ikut bersedih setelah tahu isi surat tersebut.


Setelah Faldi, Sasa, dan tante Icha sudah tenang mereka bertiga pun pulang ke rumah, sesamoainya di rumah Faldi langsung menyiapkan berkas berkas rumahnya dan meminta izin untuk membawa barang peninggalan mamahnya kerumah tante Icha, setelah tate Icha mengizinkannya Faldi langsung mengambil barang tersebut dan membawanya ke rumah tante Icha karenaenurut Faldi barang yang paling berhaga untunya adalah peninggalan mamahnya di pada semua alat yang ada di rumahnya.


"Mah Faldi minta izin untuk membawa barang barang peninggalan mamah Faldi boleh.?" Ucap Faldi meminta izin


"Iya nak boleh kok." Jawab tante Icha


"Kalau begitu Faldi ambil dulu di rumah ya mah." Ucap Faldi


"Sekarng Fal.?" Tanya tanye Icha


"Iya mah itu barang yang sangat penting untu Faldi." Jawab Faldi


"Fal aku ikut." Ucap Sasa


"Iya ayo." Jawab Faldi


Setelah itu mereka berdua berangkat ke rumahnya Faldi untuk mengambil barang, sesampainya di rumah Faldi langsung mengambil baranya yang di maksud dalam surat tadi dan beberapa alat yang dia bisa bawa di dalam mobil setelah itu Faldi kembali ke rumahnya Sasa, sesampainya di rumah Sasa Faldi bertanya lagi apa ada gudang untuk menyimpan alat alatnya Faldi yang sudah dia bawa.


"Mah ada gudang tidak.?" Ucap Faldi bertanya

__ADS_1


"Ada Fal, di belakang, Sa antar Faldi Sa." Ucap tante Icha


"Baik mah, sini Fal aku kasih tahu kamu." Ucap Sasa


"Ini Fal gudangnya kira kira jukup tidak.?" Tanya Sasa


"Oh cukup ini kalau begitu aku turunkan komputer aku dulu ya." Jawab Faldi


"Kamu taruh sini.?" Tanya Sasa terkejut


"Iya mau di taruh mana lagi." Jawab Faldi


"Tapi barang mahal Fal." Ucap Sasa


"Tidak masalah yang penting barang peninggalan mamah aku yang lebih berharga." Jawab Faldi


"Ya sudah terserah kamu." Jawab Sasa


"Oke sayang." Jawab Faldi


"Aku bantuin kalau begitu biar cepat selesai." Ucap Sasa


"Iya nanti kamu bawa yang ringan ringan saja ya." Ucao Faldi

__ADS_1


"Iya sayang." Jawab Sasa


Setelah itu mereka berdua menurunkan alat alat yang di bawa Faldi do mobil dan di masukan dalam gudang, Faldi juga menaruh satu komputer di kamranya, di kamar Sasa dan kamarnya tante Icha karena, kompurtenya sayang kalau tidak di pakai.


__ADS_2