
Setelah memesan makanan Faldi langsung duduk di semping Sasa, mereka mengobrol sambil menunggu pesanan mereka, karenamsih di buatkan terlebih dulu.
"Fal aku mau tanya sesuatu boleh." Ucap Sasa
"Boleh, kamu mau tanya apa.?" Jawab Faldi
"Apa benar kamu tadi beli makanan dengan Fira.?" Tanya Sasa
"Iya bener, tapi bukan aku yang memintanya." Jawab Faldi
"Iya Fal aku tahu itu kok, yang mau aku tanyakan ke kamu itu bukan masalah kamu pergi sama Fira atau tidak." Jawab Sasa
"Terus masalah yang mana.?" Tanya Faldi
"Jadi begini Fal, tadi kan waktu kamu mengambil jaket Fira mengirimku pesan, terus dia bilang kalau kamu tidak mengajaknya mengobrol sepanjng jalan apa itu benar.?" Tanya Sasa
"Iya itu benar." Jawab Faldi
"Terus kamu juga tidak melihat ke arah Fira sama sekali apa itu juga benar.?" Tanya Sasa
"Iya itu semua memang benar." Jawab Faldi
"Memangnya kenapa.? Dia kan juga cantik bis di bilang dia lebih catik dari aku.?" Ucap Sasa
"Memang benar apa yang kamu katakan tapi dia tidak seperti kamu." Jawab Faldi
"Maksud kamu Fal.?" Tanya Sasa
"Jujur saja ya Sa, kamu sama Fira memang lebih sempurna Fira tapi ada yang aku tidak temukan pada Fira yang ada dalam diri kamu." Jawab Faldi
"Maksud kamu bagai mana aku jadi tambah bingung." Ucap Sasa
"Kamu itu adalah gadis sepesial buatku karena kamu juga aku bisa sampai seperti sekarang ini dan kamu juga sudah menemaniku saat aku terpuruk dengan kondisiku, lagi pula jika aku terus mencari yang lebih aku juga akan kehilangan orang yang tulus seperti kamu." Ucap Faldi
"Kamu serius Fal.?" Tanya Sasa
"Iya aku serius aku juga bersyukur karena aku punya kamu, aku juga berjanji kepada diriku sendiri kalau kekurangan yang ada di diri kamu akan aku lengkapi dengan kelebihanku." Jawab Faldi
"Kamu beneran tidak tertarik sama Fira.?" Ucap Sasa bertanya
"Aku berusaha agar tidak tertarik dengannya dan aku juga berusaha agar hanya kamu di hati ku." Jawab Faldi
"Makasih banyak Fal, aku juga minta maaf soal tadi karena marah tidak jelas kepadamu, aku cuma taku." Ucap Sasa
"Sudah tidak apa apa kok yang sudah biarkan saja buat sebagai pelajaran agar kedepannya kita bisa menjadi lebih baik." Jawab Faldi
"Iya Fal, sekali lagi aku minta maaf." Ucap Sasa
"Permisi ini pesanan kalian." Ucap penjual mie
"Iya pak terimakasih." Jawab Faldi
"Ayo Sa kita makan dulu." Lanjut Faldi
__ADS_1
"Iya Fal." Jawab Sasa
Mereka berdua pun makan mie ayam bersama setelah pesanan mereka di antarkan, selesai makan tiba tiba ada segerombolan anak muda yang memakai baju dan jaket dengan gambar yang sama, Faldi menduga kalau mereka adalah kumpulan para gang, dan ternyata benar apa yang di perkirakan Faldi tidak lama kemudian dari arah berlawann ada lagi yang muncul dengan jaket dan baju bergambar sama satu kelompok, Faldi memiliki firasaat kalau mereka akan tawuran di depan sana, penjual mie ayam yang melihat hal tersebut juga segera membereskan barang barangnya dan akan menurup warung, Faldi pun langsung keluar dari warung tersebut untuk menghampiri ketua geng tersebut, tapi saat Faldi ingin keluar Sass memegang tangannya agar Faldi tidaj keluar, akhirnya Faldi mengajak Sasa sekalian karena Faldi tidak mau kalau warga yang ada di sekitar sana ikut menjadi korban daru tawuran mereka.
"Fal kamu mau kemana.? Jangan keluar." Ucap Sasa
"Sudah kamu tenang saja ya mereka tidak akan berani kok kalau melihatku." Jawab Faldi
"Mana mungkin Fal mereka orang banyak sedangkan kamu sendrian." Jawab Sasa
"Ya sudah kalau begitu kamu ikut denganku saja ya tapi ingat jangan pernah melepaskan tangan kamu." Ucap Faldi
"Baiklah Fal, aku akan terus menggandeng tangan kamu." Jawab Sasa
Faldi pun mendatangi gang tersebut sambil menggandeng tangan Sasa, Faldi yang dari belakang cuek maju kedepan dan meminta jalan agar bisa bertemu dengan ketu gang dari mereka.
"Minggir... minggir... beri jalan." Ucap Faldi santai
"Hai kamu apa apa an ha.!!" Ucap salah satu dari mereka
"Ba***at kamu diam saja bodoh, kamu tidak pernah melihat jaket itu apa.?" Ucap temanya satu geng
"Iya bego itu mata kamu tidak lihat satu gambar simbol itu yang berarti dia ketua." Ucap teman satu geng yang lainnya
"Siapa tadi yang bilang tidak sopan.?" Ucap Faldi bertanya
"Maaf bang dia tadi yang bilang tapi tolong jangan hajar kami." Ucap temannya yang memberitahukan orang yang berteriak tadi
"Di mana ketua kalian.!?" Triak Faldi
"Saya bang, ada apa ya kok abang ada di sini.?" Tanya si ketu geng
"Kalau mau tawuran jangan di sini, oke, sekarang kamu bawa teman teman kamu pergi jangan samapi membuatku marah oke." Ucap Faldi
"Iya bang tapi geng lawan akan mengejak kami tidak berani nanti." Ucap si ketua
"Kamu mau menerima ejekan tersebut apa aku hilngkan gang kamu sekarang." Ucap Faldi
"Baik bang baik kami mundur dan bubar." Ucap si ketua
"Ingat kalau tawuran jangan di sini cari tempat lain." Ucap Faldi
"Iya bang iya maag bang ganggu abang, dan terimakasih bang buat kebaikan abang." Ucap si ketua
"Sudah...!! Tunggu apa lagi bubar.!!!" Triak Faldi
Akhirnya mereka bubar dan Faldi menghampiri geng yang satunya lagi, saat Faldi datang menghampiri mereka mereka sedang tertawa karena lawan mereka yang memilih mundur, sesampainya Faldi di depan ketua geng tersebut si ketua tidak berani untuk tertawa dan Faldi langsung memarahi si ketua
"Kamu menertawakan apa ha.!" Ucap Faldi
"Lanjutkan ketawamu." Lanjut Faldi
"Tidak bang tidak." Jawab si ketua
__ADS_1
"Ada apa ketua, jangan takut cuma satu cowok dan satu gadis." Ucap salah satu orang dari geng nya
"Hajar saja ketu nati kita bisa pakai gadisnya buat senag senag." Ucap teman geng yang lainya
"Benar ketua gadis itu lumayan cantik ketu kita bisa bersenang senang nanti." Ucap salah seorang teman gengnya
"Hebat hebat sudah merasa jago kalian sehingga berani berkata tidak sopan seperti itu." Ucap Faldi
"Bukan begitu bang." Jawab si ketua
"Kamu yang aku hajar menggantikan mereka bertiga apa aku sendiri yang menghajar mereka bertiga.?" Ucao Faldi bertanya
"Abang hajar saja mereka bertia bang saya tidak akan ikut campur." Ucap si ketua yang sudah ketakutan saat melihat Faldi marah
"Kalau kami sudah bilang begitu kalau kamu melanggar tahu kan akibatnya.?" Tanya Faldi
"Iya bang saya tahu." Jawab si ketua
"Bagus.. bagus... sekarang bawa mereka bertiga ke sini.!" Ucap Faldi
"Baik bang, tadi yang bilang tidak sopan kalian maju kesini.!" Triak si ketua
"Ada apa ketua.?" Tanya salah seorang dari orang tiga tadi
"Apa ketua tidak berani.?" Tanya salah satu temanya
"Bailah kalau begitu biar kami bertiga hajar saja." Ucap salah satu dari tiga orang tersebut
"Banyak ba**t." Ucap Faldi yang langsung menendang tiga orang tersebut
"(Buk... buk... buk...)" Faldi menendang tiga orang tersebut
"Ayo kalian bertiga bangun masa cuma segitu doang." Ucap Faldi
"Ampun bang kami salah uhuk..." ucap salah satu orang
"Hai ketua itu kamu bantu dulu, seprtinya dia pingsan." Ucap Faldi
"Iya bang." jawab si ketua
"(Plak.. plak...)" Faldi memukul dua orang tersebut
"Maaf bang maaf kami salah ampun." Ucap salah satu orang
"Sudah sayng sudah, kasihan mereka, sudah ayo kita pulang." Ucap Sasa
"Tapi mereka..." jawab Faldi yang belum selesai berbicara
"Sudah suruh bubar saja mereka kita pulang." Ucap Sasa yang menarik tanganya Faldi
"Sudah kalian buabar awas saja kalau masih tawuran di sini lagi.!" Triak Faldi
Setelah itu mereka bubar dan Faldi msih di tarik Sasa agar mau di ajak pulang, tapi sebelum itu Faldi mengajak Sasa untuk mampir ke warung mie ayam yang tadi karena Faldi lupa membayar mie nya, selesai membayar mereka berdua pulang.
__ADS_1