
Sepulang sekolah mereka berdua menunggu tante Desi di teras sambil menikmati minuman dingin yang mereka buat, tante Icha yang libur kerja juga menyempatkan waktunya untuk ikut berkumpul dengan Faldi dan juga Sasa, mereka bertiga mengobrol bersama di teras rumah sambil menunggu tante Desi datang.
"Sasa sayang kamu masih marah kepada mamah.?" Ucap tante Icha bertanya kepada Sasa
"Tidak kok mah cuma masih kesal saja." Jawab Sasa
"Maaf mamah tidak bermaksud begitu." Ucap tante Icha
"Iya mah lupain saja, tapi lain kali biar Sasa sama Faldi saja yang datang ke kelinik tempatnya tante Desi bekerja, janga mamah suruh kesini." Ucap Sasa
"Iya nak." Jawab Tante Icha
"Tante hari ini jadi lubur.?" Tanya Faldi
"Jadi Fal." Jawab tante Icha
"Pantesan tante bisa tenang dan bersantai." Ucap Faldi
"Memangnya tante tidak pernah terlihat santai.?" Jawab tante Icha balik bertanya
"Pernah sih tante tapi hampir tidak pernah." Jawab Faldi
"Iya Faldi betul mah, aku lihat mamah juga akhir akhir ini juga bekerja terus sampai lembur juga." Ucap Sasa
"Ya mau bagai mana lagi, kan mamah juga mencarikan uang buat kamu sekolah." Jawab tante Icha
"Tante maaf ya sebelumnya, kalau masalah ke uangan Faldi bisa kok bantu, jadi tante jangan terus memaksakan diri terus nanti kalau tante sakit kasihan Sasa jadi sedih." Ucap Faldi
"Iya Fal terimakasih, tapi selagi tante bisa tante tidak ingin merepotkan kamu, kamu juga kan sekarang hidup sendiri." Jawab tante Icha
"Tidak apa apa kok tante, aku juga sudah menganggap tante ibu aku sendiri." Jawab Faldi
"Kalau begitu panggilnya jangan tante terus." Jawav tante Icha
"Mamah...!" Ucap Sasa yang terkejut dan malu dengan ucapan tante Icha
"Maaf tante kayaknya masih terlalu cepat." Jawab Faldi
"Terlali cepat bagai mana kan kamu sudah kenal tante dan berpacaran sama anak tante sudah ada satu tahun lebih." Ucap tante
"Bagai mana ya tente." Jawab Faldi bingung
"Sudah lah mah jangan paksa Faldi terus." Ucap Sasa
"Ada apa sih nak, kalau Faldi mau manggil mamah juga kan kamu juga senang bukan.?" Jawab tante Icha balik bertanya kepada Sasa
"Iya sih mah tapi, tidak perlu sampai memaksa Faldi juga." Jawab Sasa
"Kamu tinggal bilang kalau ikut senang saja masih banyak alasan." Jawab tante Icha
"Bukan begitu mah." Jawab Sasa
"Sudah Sa sudah, nanti kalau aku sudah mau aku juga panggil mamah." Jawab Faldi
__ADS_1
"Sekarang belum mau Fal.?" Tanya tante Icha
"Kalau mau bilang tidak mau aku bohong kalau aku bilang mau tapi aku masih malu." Jawab Faldi
"Sudah tidak usah malu Fal." Ucap tante Icha
"Iya nanti Faldi coba manggil mamah." Jawab Faldi
"Sekarang saja Fal, kenapa harusmenunggu nanti.?" Ucap tante Icha
"Sudah lah mah..." Ucap Sasa
"Apa sih Sa, mamah cuma mau dengar Faldi memanggil mamah seperti kamu." Jawab tante Icha
"Terserah mamah saja lah, Sasa capek kalau harus debat dengan mamah." Jawab Sasa
"Memang benar kata pepatwh jika air tidak akan pernah mengalir ke atas." Ucap Faldi
"Artinya apa itu Fal.?" Tanya Sasa
"Kurang lebih sih, tingka laku anak tidak jauh berbeda dengan orang tuanya." Jawab Faldi
"Oh jadi seperti buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.?" Tanya Sasa
"Iya." Jawab Faldi
"Ayo Fal kamu coba panggil tante dengan mamah." Ucap tate Icha
"Mah.?" Ucap Faldi
"Mamah.?" Ucap Faldi
"Mamah sudah puaskan Faldi sudah memanggi mamah dengan panggilan yang sama denganku.?" Tanya Sasa
"Ah... Puas banget, mulai sekarang kamu panggilnya begitu ya Fal." Ucap tante Icha
"Bakalan kalah ini, anak sendiri bisa bisa kayak anak tiri." Ucap Sasa
"Tidak akan kok, mamah akan menyayangi kalian berdua dengan sama dan seimbang kok karena mulai sekarang buka Sasa saja tapi juga Faldi." Ucap tante Icha
Setelah cukup lama mereka mengobrol akhirnya tante Desi samapai, tante Desi langsung memeriksa kondisi Faldi dan juga menggantikan perbanya, saat perbanya di buka tante Desi sedikit heran dengan lukanya Faldi yang memiliki penyembuhan lebih cepat dari oarang orang yang pernah di tangani oleh tante Desi, saat ingin menggantikan perbanya Faldi, Sasa minta di ajari karena dia masih merasa kurang tepat caranya mengganti perban, akhirnya Saaa yang menggantikan perbannya Faldi dengan di arahkan oleh tante Desi.
Setelah selesai mengganti perbanya Faldi mereka mengobrol bersama, tante Desi dan tante Icha mengobrol di ruang tamu sedangkan Faldi, Sasa, dan Fira mengobrol bersama di teras.
"Fal itu motor spot punya kamu juga.?" Tanya Fira
"Iya." Jawab Faldi
"Keren ya, itu kamu beli sendiri.?" Tanya Fira
"Iya." Jawab Faldi
"Fal aku mai minta tolong cargerkan hp aku bisa.?" Ucap Sasa meminta tolong
__ADS_1
"Bisa, mana hp kamu.?" Jawab Faldi bertanya
"Ini hpnya, cargernya di kamar kamu." Jawab Sasa memberikan hpnya dan memberitahu cargernya
Setelah itu Faldi masuk ke dalam dan mencarger hpnya Sasa, saat Faldi di dalam rumah Sasa bertanya kepada Fira maksud dia yang kemarin mengirim pesan.
"Fir maksud kamu Faldi sedingin itu.?" Tanya Sasa.
"Iya Sa dan kamu tadi melihatnya kan dia hanya melihat ke arahmu dan tidak melihat ke arahku paling cuma saat aku datang tadi." Jawab Fira
"Iya juga ya kalau di perhatikan dia hanya melihat hpnya dan ke arahku saat menjawab pertanyaan kamu." Jawab Sasa
"Sekarang kamu tahu sendri kan bagai mana dia benar benar menjaga hatimu.?" Jawab Fira balik bertnya
"Iya, aku baru sadar kalau dia sampai sebegitunya." Jawab Sasa
"Makanya kamu jaga baik baik dia." Ucap Fira
"Itu sudah pasti, karena dia juga aku bisa buka hati aku kembali." Jawab Sasa
"Oh iya Sa tadi kamu bilang carger kamu di kamarnya Faldi bukanya kamar kamu sama Faldi tidak sama.?" Tanya Fira
"Sttts... Kamu diam saja ya, aku sering tidur sekamar sama Faldi." Ucap Sasa
"Apa.! Kamuserius.?" Tanya Fira terkejut
"Sttts... Ih Fir kamu ini..." Ucap Sasa
"Eh iya maaf maaf, itu kamu serius tidak bercanda.?" Tanya Fira
"Iya aku serius." Jawab Sasa
"Tapi dia tidah berbuat aneh aneh ke kamu kan.?" Tanya Fira
"Tidak kok aman sampai sekarang." Jawab Sasa
"Huft... Untung bukan aku." Ucap Fira
"Memangnya kalau kamu kenapa Fir.?" Tanya Sasa
"Kalau aku pasti yang aneh aneh sama dia Sa, sudah keren, ganteng, pengertian, perhatian, jago berkelahi, pokoknya perfeck idaman banget." Jawab Fira
"Yang penting dia punyaku." Jawab Sasa
"Maaf lama, tadi aku buatkan minum sekalian, ini minuman dingin buat kalian berdua." Ucap Faldi yang tiba tiba datang
"Oh trima kasih Fal." Ucap Fira
"Iya." Jawab Faldi
"Makasih sayang." Ucap Sasa
"Iya sama sama..." Jawab Faldi
__ADS_1
Setelah itu mereka lanjut mengobrol sampai tidak terasa hati sudah gelap dan mereka akhirnya masuk kedalam rumah, tante Icha lalu mengajak mereka semua untuk makan malam bersama karena tante Icha sudah memamsakan makan malamnya, mereka berlima pun makan malam bersama dan setelah makan malam Fira dan tante Desi berpamitan untuk pulang, tante Icha, Faldi, dan juga Sasa lalu berterimakasih kepada tante Desi karena sudah membatu dan mengajari Sasa menggnti perbanya Faldi.