
Ke esokan harinya Faldi mulai masuk ke sekolah lagi karena sudah ada dua mingguan dia tidak masuk sekolah, dia juga di bantu Sasa untuk siap siap ke sekolah karena kondisinya yang belum setabil, mereka berdua berangkat sekolah bersama dan Sasa yang bonceng Faldi ke sekolah menggunakan motornya Sasa.
Sesampainya di sekolah Sasa membantu Faldi berjalan ke ruang guru untuk meminta ujian susulan karena Faldi tidak ikut ujian tiga hari terakhir, Sasa mengantar Faldi sampai di tempat duduk yang sudah di siapkan oleh para guru untuk murid murid yang remidi dan yang ikut mengerkan ujian susulan, setela itu Sasa menunggu Faldi di depan ruang guru sambil bermain hp, saat Sasa sedang menunggu sambil bermain hp tiba tiba Sasa di hampiri oleh kak Devi dan kak Sinta mereka berdua bertanya kepada Sasa sedang apa di depan ruang guru.
"Sasa...!" Ucap kak Devi saat melihat Sasa
"Kak Devi, kak Sinta." Jawab Sasa
"Kamu sedang apa di sini Sa.?" Tanya kak Sinta
"Aku sedang menunggu Faldi kak." Jawab Sasa
"Faldi kenapa ada amasalah ya sama Faldi.?" Tanya kak Devi
"Tidak kok kak, dia cuma ikut ujian susulan." Jawab Sasa
"Kok bisa kenapa memangnya.?" Tanya kak Sinta
"Itu kak Faldi baru keluar dari rumah sakit." Jawab Sasa
"Dia habis sakit Sa.?" Tanya kak Devi
"Iya kak tiga hari terakhir ujian dia masuk rumah sakit." Jawab Sasa
"Kok tidak ada yang memberitahu kita." Ucap kak Devi
"Iya aku juga tidak tahu kalau Faldi masuk rumah sakit." Lanjut kak Sinta
"Jadi begini kak, Faldi waktu malam tiga hari terakhir bubarin orang orang yang membuat ke kacauan di desaku, terus mereka tidak terima dan mengajak Faldi berkelahi, Faldi pun akhirnya berkelahi dengan mereka semua dan masuk rumah sakit lagi." Ucap Sasa yang bercerita
__ADS_1
"Pantesan tidak ada yang memberi kabar kami." Ucap kak Devi
"Itu Faldi musuh berapa orang Sa.?" Tanya kak Sinta
"Sekitar seratus orang kak." Jawab Sasa
"Ha...! Apa...! Itu anak sudah gila apa berani menghadapi seratus orang sendirian." Ucap kak Sinta terkejut
"Aku juga tidak tahu kak, tapi saat Faldi melihat aku di sakiti oleh mereka dia benar benar marah, sampai sampai beberapa anggota dari mereka pingsan haya karena satu pukulan dari Faldi." Ucap Sasa
"Kamu serius itu Sa.?" Tanya kak Devi
"Iya kak aku serius, aku juga ada di lokasi saat itu." Jawab Sasa
"Sebenarnya sekuat apa Faldi sampai menakutkan begitu." Ucap kak Sinta
"Ya ampun bringas sekali." Ucap kak Devi
"Aku juga tidak tahu kak tapi kalau menyangkut denganku pasti dia seperti itu." Ucap Sasa
"Mungkin karena kamu sangat berharga untuknya Sa." Jawab kak Sinta
"Mungkin kak, aku juga sebenarnya takut kehilangan Faldi kalau dia terus terusan begini." Ucap Sasa
"Maaf Sa kalau itu aku juga tidak bisa memberi sarah dan nasehat yang bagus aku hanya bisa bilang kamu harus sebisa mungkin bilangin dia dan juga merawat dia kalau ada apa apa." Ucap kak Sinta
"Iya kak aku juga selalu melakukan yang aku bisa." Jawab Sasa
"Sa maaf ya kita udahan dulu soalnya aku dan Sinta harus siap siap untuk ujian ujian yang akan datang." Ucap kak Devi
__ADS_1
"Oh iya kak tidak apa apa, terimakasih sudah menemaniku." Jawab Sasa
"Iya, kalau begiti kami berdua duluan ya." Ucap kak Sinta
"Iya kak." Jawab Sasa
Setelah itu kak Devi dan kak Sinta pergi ke kelasnya karena sudah ada banyak pelajaran untuk bersiap menghadapi ujian ujian yang akan datang, Sasa pun kembali menunggu Faldi sendirian di depan ruang guru.
Setelah sekitar dua jaman Sasa menunggu akhirnya Faldi keluar dari ruang guru, dia berjalan sendirian keluar sambil memegangi kakinya yang masih sakit, Sasa yang melihat Faldi langsung berlari menuju ke Faldi dan membantunya untuk berjalan, Sasa pun mengomeli Faldi karena tidak memberi tahunya kalau Faldi sudah selesai mengerjakan dan berjalan sendiri keluar, Sasa mengomeli Faldi sambil berjalan ke kelas.
"Ya ampun Fal." Ucap Sasa yang melihat Faldi berjalan kelauar sendirian
"Ada apa Sa.?" Tanya Faldi yang melihat Sasa berlari ke arahnya
"Kamu kok malah nanya sih Fal, aku ya mau bantuin kamu lah." Jawab Sasa
"Kamu itu masih sakit, masih dalam tahap pemulihan kok bisa bisanya berjalan sendiri, harusnya kamu bilang ke aku Fal kalau sudah selesai." Lanjut Sasa
"Iya maaf aku pikir aku bisa dan aku juga tidak mau terus terusan ngerepotin kamu." Jawab Faldi
"Fal kamu dengerin aku baik baik ya, kamu sudah menolongku dua kali dan aku sekarang juga pacar kamu, aku tidak masalah jika kamu repotkan aku juga kan sudah pernah bilang kepadamu bukan." Ucap Sasa
"Iya tapi kan..." Ucap Faldi yang belum selesai
"Tidak usah tapi tapian Fal, kamu sebenarnya dengerin ucapan aku tidak sih, kamu jangan terus menganggap dirimu sendiri terus ada aku ada mamah yang mau bantu kamu, yang menemani kamu, dan kita sudah seperti keluarga kamu ingat itu baik baik Fal, kamu juga kan seperti ini karena tidak ingin melihatku dan mamah terluka bukan.? Jadi saat kamu terluka begini sudaj kewajiban aku dan mamah untuk merawat dan menjagamu karena sudah menolong aku dan mamah, jadi kamu tidak usah merasa merepotkan atu tidak enak lagi." Ucap Sasa yang mengomeli Faldi
"Iya Sayang terimaksih." Jawab Faldi
Tidak terasa mereka sudah sampai di kelas, masih seperti biasa suasana kelas saat itu, dan tidak lama kemudian guru yang mengajarpun masuk dan memulai pelajaran dan mereka mengikuti pelajaran seerti biasanya.
__ADS_1