
Di perjalanan pulang Sasa bertanya kepada Faldi kenapa para geng tadi tidak berani ke padanya dan sakpai sampai ketua geng tersebut tidak berani ngomong macam macam sama Faldi, Faldi pun menceritakan masa lalunya kepada Sasa selain dia mengalami kehancuran Faldi juga salah pergaulan hanya karena dia tidak ingin merasakan kesepian.
"Sayang aku mau tanya kepada kamu.?" Ucap Sasa
"Iya sayanh mau tanya apa.?" Jawab Faldi
"Tadi kenapa geng yang pertama tidak ada yang berani sama kamu dan geng yang kedua kenapa ketuanya diam saja saat teman satu gengnya kamu hajar.?" Tanya Sasa
"Itu sebenarnya karena jaket yang kita pakai." Jawab Faldi
"Kok bisa hanya gara gara jaket.? Tidak mungkinkan klau jaket yang kita pakai sekarang ini tidak memiliki cerita.?" Tanya Sasa
"Iya kamu memang benar kalau jaket ini memiliki cerita di kalangan geng." Jawab Faldi
"Tuh kan benar, kamu kenapa tidak cerita dari awal Fal.? Bikin takut tahu." Ucap Sasa
"Iya maaf, sebenarnya aku juga tidak mau cerita soal ini karena ini masa kelamku." Jawab Faldi
"Sudah kamu ceritakan saja, lagian aku pernah bilang ke kamu kalau aku bakalan berusaha menerima kamu apa adanya." Jawab Sasa
"Baiklah kalau begitu, tapi kamu dengerin baik baik ya, soalnya ceritanya mungkin akan panjang." Ucap Faldi
"Iya sayang." Jawab Sasa
"Dulu waktu pertama kali aku melihat kelakuan ayahku terhadap mamahku, aku bertekat untuk bisa berkelahi dan menjadi kuat agar aku bisa menolong mamahku dari perilaku kejam ayahku." Ucap Faldi mengawali cerita
"Terus kamu ikut geng gitu.?" Tanya Sasa
"Tidak, tapi aku selalu mengajak satu geng setiap hari bisa di bilang juga sehari sekali, mulai satu orang sampai satu geng aku ajak berantem sekaligus." Ucap Faldi
"Terus kenapa kamu sampi bisa dapat jaket ini.?" Tanya Sasa
__ADS_1
"Nah pad suatu hari aku sudah bisa menghajar satu geng sekaligus dalam satu malam, mungkin mereka mempunya dua puluh lima orang dalam satu gengnya, lalu setelah aku berhasil menghajar mereka datang satu geng yang memakai jaket seperti yang kita gunakan saat ini, salah satu dari mereka bilang begini, "hebat sekali kamu bisa habisin geng itu sendirian, kamu lawan yang tepat buatku." Ucap salah satu dari geng yang baru datang tersebut." Ucap Faldi
"Terus kamu berantem dengan satu geng tersebut.?" Tanya Sasa
"Kalau di bilang satu geng sih tidak tapi aku langsung satu lawan satu dengan ketuanya." Jawab Faldi
"Kok bisa.?" Tanya Sasa
"Jadi gini setelah dia berkata seperti tadi aku cuma menjawab, " maaf kalau mengajakku besok saja aku sudah lelah kalau kalian ingin menghajarku sekarang juga silahkan." Aku berkata seerti itu kepada mereka, dan saat teman temannya ingin menghajarku yang tadi berkata di awal menghalangi mereka dan berkata seperti ini, "baik lah kalau begitu besok aku tunggu di sini jangan lupa bawa taruhan biar lebih menantang." Kata orang yang pertama mengajakku untuk berkelahi." Ucap Faldi melanjutkan ceritanya
"Terus kamu bagai mana.?" Tanya Sasa
"Aku bilang pada mereka begini, "bagai mana dengan montor yang disana.?" Kataku lalu orang yang mengajakku tadi menjawab begini, "menarik boleh juga, baiklah kalau kamu bisa mengalahkanku kamu harus jadi ketua geng kita oke." Begitu katanya, aku juga setuju setuju saja soalnya aku merasa kalau mendapatkan lawan yang seimbang denganku sekarang." Ucap Faldi
"Terus bagai mana.?" Tanya Sasa
"Singkat cerita aku dan dia berkelahi dan aku yang menang dan aku tidak menyangka kalau aku tadi berkelahi dengan ketua mereka, setelah kemenangan tersebut aku jadi ketua mereka dan ketua mereka sebelumnya juga adil dia sampai berkata begini, "aku kalah silahkan jika ingin menghabisiku aku sudah siap." Sampai dia bilang begitu setelah memberikan jaket untukku." Ucap Faldi
"Iya." Jawab Faldi
"Terus kamu buduh dia Fal.?" Tanya Sasa
"Tidak lah sudah gila apa aku bunuh orang gara gara begitu doang." Jawab Faldi.
"La terus bagai mana.?" Tanya Sasa
"Aku cuma bilang kepadanya begini, "sudah kawan kamu tidak perlu mati, tapi kamu harus bantu aku untuk mencari semua geng yang ada di kota ini aku ingin melihat batas kemampuanku." Kataku terus dia bersedia, singkat cerita satu tahun berlalu dan geng yang aku pegang ini sudah bisa menaklukan semua geng yang ada di kota ini." Ucap Faldi melanjutkan ceritanya
"Terus geng ini masih ada Fal.?" Tanya Sasa
"Masih kok tapi kami semua memilih untuk menyembunyikan diri dan jika ada yang perlu bantuan kami semua pasti kumpul tapi terkadang juga ada yang mengajak ngumpul dan yang bisa pasti juga ikut ngumpul." Jawab Faldi
__ADS_1
"Kenapa kalian memilih untuk bersembunyi Fal.?" Tanya Sasa
"Karena kamu." Jawab Faldi
"Lah kok aku memang apa hubunganya dengaku.?" Tanya Sasa
"Iya aku takut jika kamu tahu masalaluku yang maniak pertarungan akan menjahuiku dan aku tidak mau itu." Jawab Faldi
"Kamu juga pernah bilang kalau kamu kesepian, kamu punya anggota geng kenapa kok masih merasa kesepian Fal.?" Tanya Sasa
"Karena mereka menghormatiku sebagai ketua geng mereka dan mereka juga takut dengan amarahku jadi aku tidak merasa jika memiliki teman." Jawab Faldi
"Jadi yang kamu bilang aku itu sepesial..." ucap Sasa yang belum selesai berbicara
"Iya kamu benar, kamu merubahku dari dunia malam sampai aku bisa melepas maniak petarungan yang ada dalam diriku." Jawab Faldi yang memotong ucapan Sasa
"Sesekali apa boleh aku ikut kumpul bersama gengmu Fal.?" Tanya Sasa
"Boleh saja kok tapi kamu mau apa.?" Jawab Faldi yang bertanya
"Cuma mau tahu saja." Jawab Sasa
" baiklah." Jawab Faldi
"Loh sudah sampai di rumah ternyata." Ucap Sasa
"Lah iya ya." Jawab Faldi
"Ya sudah ayo masuk dan tidur besok masih ada acara di sekolah." Ucap Sasa
"Iya." Jawab Faldi
__ADS_1
Setelah Faldi cerita cukup panjang di perjalanan sampai tidak terasa kalau mereka berdua sudah sampai di rumah, mereka berdua pun masuk dan segera tidur untu besok mengikuti acara di sekolah, tapu sebelum mereka tidur Faldi mengecek kembali setiap pintu untuk memastikan sudah di kunci setelah itu Faldi baru tidur, tapi saat Faldi masuk kamarnya tiba tiba Sasa sudah tidur di kamarnya dan Faldi yang sudah capek tidak sadar kalau ada Sasa, Faldi berpikir kalau itu hanya guling yang tertutupi selimut jadi Faldi langsung naik ke tempat tidurnya tanapa memperdulikan hal itu dan langsung tidur, Sasa yang sudah tidur juga tidak banyak bergerak sehingga Faldi tidak sadar kalau di samoingnya ada Sasa, akhirnya mereka pun tidur berdua satu ranjang.