
Ke esokan harinya Faldi dan teman teman menyerahkan tugasnya kepada guru pembimbing, pada saat melihat hasilnya guru pembimbing tersebut tidak percaya kalau yang mengerjakan tugas teraebut Faldi dan teman temannya, karena terlalu bagus untuk pemula.
"Ini pasti bukan kalian yang mengejakannya kan?" Tanya guru pembimbing
"Kami berempat pak itu yang mengerjakannya." Jawab Faldi
"Tidak mungkin kalian masih pemula, tidak mungkin bisa sebagus ini?" Ucap guru pembinmbing tersebut
"Benar pak itu kami yang mengerjakannya." Ucap Sasa
"Bapak tidak percaya.!" Jawab guru pembimbing tersebut
"Kalau begitu, bapak tanya saja apa yang ada di video tersebut kami pasti bisa jawab." Ucap Faldi
"Baiklah kalau begitu." Jawab guru pembimbing
Setelah itu guru pembimbing tersebit memberikan lumayan banyak pertanyaan pada mereka berempat, hapir semu pertanyaan Faldi semua yang menjawabnya dan benar semua jawaban Faldi, akhirnya guru pembimbing tersebut percaya kalau itu semua yang mengerjakan mereka berempat.
Sebelum itu waktu kemarin Faldi sudah memberi brifing kepada teman temanya agar mengingat tools apa saja yang mereka gunakan, karena Faldi sudah merasakan kalau tidak akan yang percaya kalau itu semua pekerjaan mereka.
"Kalian bertiga masih ingat tool yang kalian pakai menyusun majalahnya?" Tanya Faldi
"Masih." Jawab mereka bertiga
"Bagus kalau begitu kalian ingat dengan baik ya." Ucap Faldi
"Memangnya kenapa Fal.?" Tanya Sasa
"Pasti besok tidak akan ada yang percaya kalau ini semua kita yang mengerjakan, karena kita masih di anggap pemula." Jelas Faldi
"Oh begitu ya." Jawab Sasa
"Tapi kamu kok bisa tahu bakalan ada yang tidak percaya Fal?" Tanya Risma
__ADS_1
"Sudah jelas bukan, coba kalian lihat semua ini, mulai video documentasi sampai majalahnya." Ucap Faldi
"Iya juga ya ini tidak wajar bagi pemula." Jawab Risma
"Maka dari itu, kalau ada yang tidak percaya, aku berencana untuk mereka mengajukan pertanyaan, jadi aku meminta kalian mengingat ngingatnya dengan baik." Kata Faldi
"Baiklah Fal." Jawab mereka bertiga
Dan yang di prediksikan Faldi kemari beneran terjadi, tetapi karena sudah di brifing Faldi sebulumnya jadi mereka dapat dengan mudah menjawab peetanyaan tersebut, hasil dari pekerjaan mereka berempat di apresiasi dan di sukai oleh guru pembimbing dan dapat memenuhi exspetasi darj guru pembimbing tersebut, kak Devi yang tahu hal itu sangat senang karena sebelumny dia sangat khawatir karena takut hal yang sama seperti kemarin terulang.
Setelah itu mereka berempat bersantai di depan peepus seperti biasanya mereka juga membeli camilan terlebih dahulu dan mengobrol dengan santai di gazebo depan perpus, tidak lama kemudian kak Devi datang sambil membawakan cemilan lagi dan ikut gabung dengan mereka berempat.
"Fal kamu sebenarnya siapa sih?" Tanya kak Devi
"Siswa baru kak." Jawab Faldi
"Iya kakak tahu itu... Tapi kenapa kamu bisa memenuhi exspetasi dari guru pembimbing?" Tanya kak Devi
"Iya betu Fal, kemarin kamu kita tanya seperti itu juga tidak mau menjawab." Ucap Sasa
"Memangnya kamau kapan belajar Fal, setahuku dulu kita hampir setiap hari pulang sekolah selalu berantem deh." Tanya Dika
"Waktu habis tawuran antat sekolah Dik aku juga terluka cukup parah waktu itu." Jawab Faldi
"Oh yang itu iya iya aku ingat." Jawab Dika
"Kalau untuk pengambilan foto itu kamu juga belajar otodidak Fal.? Tanya Sasa
"Tidak kalau pengambilan foto itu aku di ajari sama mamah aku." Jawab Faldi
"Jadi begitu ya, kamu belajar camera dan pengambilan foto dari kapan.?" Tanya Risma
"Kalau foto aku sudah lama belajarnya mungkin kelas 4 kalau tidak kelas 5 SD." Jawab Faldi
__ADS_1
"Kamu serius Fal?" Tanya kak Devi tidak percaya
"Iya kak karena mamah aku pernah bilang, "kalau kamu ingin sukses carilah apa yang kamu sukai dan belajarlah sejak kamu suka.", itu yang pesan dari mamahku." Jawab Faldi
"Jadi kamu dari kecil sudah hobi dong.?" Tanya Sasa
"Iya Sa, dan mamah aku juga memberiku motifasi, mamahku bilang kalau kamu sudah hobi jangan pernah bosan samapai kamu menjadi ahli, itu yang memotifasiku untuk terus belajar camera sampai sekarang." Ucap Faldi bercerita
"Terus Fal yang kamu bilang kerja sampingan itu.?" Tanya Dika
"Aku ikut mamah aku motret model majalah dan acara pernikahan." Jawab Faldi
"Oh begitu ya." Jawab Dika
"Fal ajarin kakak mengambil Foto bisa.?" Ucap kak Devi
"Bisa kok kak." Jawab Faldi
"Kami juga mau Fal." Ucap Sasa dan Risma
"Boleh kok tapi lebih baik kalian mengambil fotonya dan aku akan melihat kurangnya di mana biar kalian juga bisa berkembang dengan cepat." Ucap Faldi menyarankan
"Fal aku juga mau belaja juga tapi aku tidak punya alat apa bisa." Kata Dika
"Udah kamu kan sahabat aku, kamu tidak usah bingung begitu aku yang sediakan alat buat kamu." Ucap Faldi
"Serius Fal.?" Tanya Dika
"Iya yang penting kamu niat." Jawab Faldi
Setelah itu mereka semua membuat rencana intuk belajar kelompok dan ada jadwal untuk kerja kelompok tersebut biar lebih mudah dan tidak perlu untuk janjian terlebih dahulu, setelah semua setuju mereka langsung merencanakan kerja kelompok tersebut dan menetapkan waktu dan harinya, untuk tempat bisa bergantian nanti atau di diskusikan lagi sebelum hari yang di tentukan untuk kerja kelompok,
Akhirnya mereka sepakat kalau kerja kelompoknya hari sabtu sepulang sekolah, karena setiap hari sabtu pulang sekolah masih pagi sekitar jam 10-11 jadi mereka bis menggunakan waktu setelah pulang sekolah untul belajar bersama.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai mereka berlima makan siang di katin bersama, karena masih belum ada pelajaran jadi untuk sementara bel tidak di bunyikan sampai mereka tidak sadar kalau saat mereka mengibrol dan makan siang tadi sudah mendekati jam pulang, benar saja saat mereka berempat selesai makan bel untuk pulang pun berbunyi dan akhirnya mereka langsung pulang masih masing, saat akan pulang kak Devi memberitahu kepada Faldi dan yang lain kalau tugasnya tadi di beri appresiasi oleh kepaa sekolah dan jika ada acara lagi kepala sekolah ingin mengandalkan mereka berempat, mereka pun tidak percaya dan terkejut dengan ucapan kak Devi, tapi mereka berempat cukup senang atas kerja keras mereka yang mendapatkan appresiasi langsung dari kepala sekolah, setelah semua itu mereka langsung pulang.