Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 21


__ADS_3

Karena tidak mungkin mengusir Tinky Winky dari rumahnya, dengan terpaksa Ega pun membukakan pintu pagar rumahnya sambil terus ngedumel.


"Ganggu orang aja minum susu, gak tahu apa minum susu di siang hari itu baik untuk kesehatan hati dan pikiran," gumam bakul nasi itu.


Melihat Ega yang keluar rumah, membuat nyali rekan dari Dipsy ini agak menciut. Padahal ia sengaja memberanikan diri, untuk menjenguk Emil di jam kerja bakul nasi. Tapi ternyata orang yang ia takutkan ada di depan matanya kini. Ingin berlari tapi tidak mungkin, Satria tidak ingin dikatakan sebagai pria pengecut walaupun begitu kenyataannya.


Jadi pemuda setengah hati ini memberanikan diri untuk menghadapi papa bakul nasi dengan gagah berani.


"Eh Tinky Winky, mau main sama Dipsy ya? Kebetulan Dipsy ada di dalem sama Pooh juga ada," ucap Ega. Sudah menahan takut kini keringatnya pun malah mendadak bercucuran, padahal di luar cuaca sedang mendung. Semendung hati Satria saat ini.


"A-aku mau jenguk Emil, Om." jawab Satria gugup, hingga tanpa ia sadari sudah beberapa kali ia mengusap keringat di dahinya karena takut di telan petasan banting.


"Oh Emil,"


"I-ya Om,"


"Ya udah masuk, kasian anak orang di luar di luar mana bawa martabak lagi," ucap Ega sambil membuka pintu pagar rumahnya.


"Makasih Om," jawab Satria senang, sepertinya hilal menjadi menantu mulai terbuka. Begitulah yang ada dalam pikiran Ksatria masa lalu ini.


Melihat kedatangan Satria, Boy yang hendak pulang pun mengurungkan niatnya. Ia takut jika Satria akan mencari perhatian Emil dan mencuri hatinya. Oh tidak boleh terjadi, titisan Marimar tidak akan membiarkan Satria merebut Emil dari tangannya. Karena Emil istrinya yang cantik itu akan tetap menjadi miliknya.


"Ayo duduk, tuh Poo sama Dipsy juga ada kan. Kalian ngobrol dulu," ucap Ega, kini ia pergi ke dapur untuk meminta Erina membuatkan minuman untuk mereka semua.

__ADS_1


"Moy, bikinin minuman." titah Ega pada istrinya, dan Erina pun langsung membuatnya.


"Siapa yang datang A?" tanya Erina.


"Itu Tinky Winky, yang naksir sama Emil," jawab Ega santai.


"Kok dibiarin deketin Emil sihh, Emil kan udah punya suami yang Caem," jawab Erina.


"Gak enak lah, anak orang datang jauh-jauh ke sini eh malah disuruh pergi sama kita. Emang kamu mau diserang sama power ranger," jawab Ega


"Power Ranger dari mana?" tanya Erina.


"Dia kan Satria Baja Hitam, anaknya Power Ranger," Erina pun terbahak mendengarnya, ia pikir jika suaminya ini memanglah manusia setengah ons yang jika bicara selalu asal saja


"Terus itu mereka gimana?"


"Tenang aja, ada Dipsy sama Poo yang bakal jagain Lala yang bobo."


"Oke Aa ganteng,"


"Aihh ... cantiknya Istriku, cepetan Aa makin haus aja


liat kamu," ucap Ega tertawa, Erina pun dengan segera pergi menghampiri personil Teletubbies itu untuk memberikan mereka minuman, setelah itu ia pamit dengan sebelumnya ia mengatakan jika mereka harus menjaga Emil. Membuat Boy semakin siap siaga, takut istrinya digoda oleh Satria.

__ADS_1


"Sat, kamu bawa martabak?" tanya Emran.


"Iya ini buat Emil," jawabnya.


"Emil lagi sakit, mending kita aja yang makan," ucap Emran, ia memberi kode pada Boy untuk memakan makanan yang Satria bawa.


"Iya, kebetulan aku juga lagi laper. Gimana kalau kita makan aja," sambung Boy.


"Tapi ... "


"Martabak itu kesukaan Papa loh," bohong Emran padahal Ega kurang suka maka martabak manis. Ia lebih suka yang rasanya asin.


"Beneran?" tanya Satria.


"Ya bener lah, masa kita bohong," jawab Emran.


"Ya udah kalau gitu makan aja, jangan lupa Papa Ega sisain buat Emil juga juga. Terus bilangin kalau ini dari aku," ucapnya malu-malu ayam pada Emran dan Boy. Hingga Boy mendadak ingin memakan si Tinky Winky ini


"Oke," jawab mereka berdua, akan tetapi dalam hati mereka. Mereka berdua tidak akan menyisakan makanan manis itu untuk Emil dan juga Ega.


'Yes ... hilal menuju restu semakin dekat,' gumam Satria dalam hati.


***

__ADS_1


Yang punya Vote boleh sumbangin ya 😚😚😚


__ADS_2