Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 52


__ADS_3

Hari ini Bintang pergi ke kampus seperti biasanya dengan Emran, meskipun tubuhnya terasa remuk dan juga masih terasa sakit di sana sini ia tetap pergi kuliah. Tadinya ia ingin tiduran saja seharian, bahkan Emran pun memintanya untuk beristirahat saja dan tidak usah kuliah untuk hari ini. Akan tetapi Bintang menolak, ia tidak mau hanya berdiam diri saja di rumah karena menurutnya itu akan membosankan. Ia juga ingin meminta pertanggungjawaban dari Emil yang gara-gara memakai pakaian saringan itu, ia mendapatkan serangan yang luar biasa dari Emran.


Kini mereka tengah sarapan bersama, Ega dan Erina saling pandang karena melihat Bintang berjalan persis seperti Yuyu Kangkang. Mereka sudah bisa menebak jika semalam mereka memang membuka segel pabrik bayi. Ternyata memang benar feeling Ega, jika semalam anak dan menantunya tengah membuat cucu. Oh ya ampun, Ega sampai geleng-geleng kepala karena tidak lama lagi ia akan mendapatkan gelar baru yaitu seorang kakek. Oh tidak, berarti dirinya sekarang sudah tua. Tapi kemudian ia melihat lagi ke arah cermin dan memindai wajahnya sendiri. Masih tampan dan gagah pikirnya. Ega pun kemudian melihat ke arah Erina yang masih tampak cantik, apalagi tubuhnya yang mungil membuat ia terlihat seperti kakak adik dengan anak dan menantunya.


Sudahlah semua itu hanya gelar, ia juga bahagia jika kelak akan mendapatkan cucu. "Emran, nanti pulang kuliah kamu langsung ke kantor ya," ucap Ega membuka percakapannya pagi itu.


"Siap Pah,"


"Oh ya nanti bilangin sama Emil, suruh dia sama Boy makan malam di sini. Mamah kangen. Tadi Mamah telepon tapi gak diangkat," ucap Erina, jelas saja Emil tidak mengangkat telepon karena ia sedang sibuk membuatkan Erina dan Ega seorang cucu.


"Iya Mah," jawab Emran. Mereka pun kemudian sarapan dengan tenang, setelah itu Emran dan Bintang pergi ke kampus sedangkan Ega pergi ke kantor. Setelah semuanya berangkat kini tinggallah Erina seorang diri di rumah, karena merasa bosan akhirnya Erina memutuskan untuk pergi ke rumah besannya yaitu Bella.


Sejak anaknya menikah, wanita cantik ini disibukkan dengan membuat kue. Hampir setiap hari ia membuat kue yang akan ia berikan untuk suami dan anak-anaknya serta menantunya. Karena banyak waktu luang membuatnya juga merasa bosan, hingga ia memutuskan untuk memiliki hobi. Karena kebetulan ia sangat suka membuat kue, maka hobi itu ia salurkan saja. Daripada ia merasa bosan pikirnya.


"Bel," panggil Erina, Bella yang sedang sibuk membuat adonan pun melihat ke arah Erina sambil tersenyum. " Eh Erin, kenapa?" tanyanya.


"Gak apa - apa aku cuman lagi bosen aja,"

__ADS_1


"Oh ya udah, sini temenin aku bikin kue aja biar gak jenuh. Rencananya aku mau bikin kue buat Boy sama Bintang."


"Kalau aku bantuin kamu, yang ada nanti kue nya bakalan aneh. Mendingan aku jadi penonton aja, nyimak." jawab Erina yang sadar diri tidak mempunyai bakat dalam memasak ataupun membuat kue, ia lebih diam dan menyimak daripada nanti hasilnya akan berantakan. Akhirnya mereka berdua pun menghabiskan waktu sambil mengobrol saja, tak jarang Bella tertawa karena ucapan-ucapan Erina yang memang selalu nyeleneh.


*


*


*


Di kampus, Bastian kini sedang menunggu pujaan hatinya. Ia sudah tidak sabar ingin melihat wajah cantik Bintang yang setiap malam selalu menghiasi mimpi-mimpinya. Dia tidak tahu saja jika Bintang sudah menjadi hak milik yang paten bagi Emran, yang selalu Bastian anggap sebagai rival dan juga saingannya itu.


Dengan segera Bastian menghampiri Bintang, tak lupa ia membawa satu kotak coklat kesukaan Bintang. Emran yang sudah mencium gelagat dari pebinor itu pun langsung memasang badan agar istrinya yang cantik itu tidak didekati oleh Pororo si pebinor.


"Bintang!" panggilnya dengan bersemangat. Emran langsung menarik Bintang dan menyembunyikannya di belakang punggung lebarnya. Bintang yang kini sudah mengerti maksud dari Bastian pun tidak mau lagi diberikan coklat olehnya.


"Mau apa!" ketus Emran.

__ADS_1


"Mau ketemu sama Bintang lah,"


"Gak boleh!" tegas Emran.


"Kenapa gak boleh, punya hak apa kamu ngelarang Bintang ketemu sama aku,"


"Yang jelas hak nya paten dan gak bisa diganggu-gugat," terlihat Bastian mencebikkan bibirnya kesal pada Emran yang memang selalu menghalanginya untuk mendekati Bintang.


"Bintang," panggil Bastian lagi.


"Ckk, nihh orang gak bisa banget dibilangin! Seneng banget ganggu istri orang, mau dibikin jadi penguin goreng!" kesal Emran.


"Apa, istri?" tanya Bastian terkejut, benarkah sang pujaan hati adalah kekasih halal dari rivalnya ini. Bastian terlihat shock mendengarnya, ia belum siap mudah-mudahan saja telinganya sedang mengalami gangguan saat ini.


"Nahh kan, kena serangan ginjal dia," ejek Emran.


****

__ADS_1


Makanya Bas, jangan macem-macem sama titisan bakul nasi. Ngomongnya pedes kaya baso mercon level 100 😌


__ADS_2