Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 28


__ADS_3

Pagi - pagi sekali mereka berdua bangun, karena harus pergi kuliah dan juga sekolah. Saat Boy dan Bintang keluar dari kamar ia berpapasan dengan Ega, yang juga baru bangun dan berniat mencari sumber kehidupannya yaitu Erina yang kini sedang sibuk menyiapkan keperluan anak dan suaminya.


"Gimana tidurnya, aman?" tanya Ega pada Bintang dan Boy.


"Alhamdulillah aman!" jawab Bintang sambil menguap.


"Pabrik uapnya tutupin, kalau mau buang gas beracun," ucap Ega pada Bintang. Namun, titisan es bon - bon ini hanya nyengir kuda saja tanpa merasa malu pada Ega.


"Maaf Om, lupa. Ya udah, aku mau pulang dulu. Bilangin sama Emran, tungguin aku ya," ucap Bintang setelah itu ia pun pergi meninggalkan rumah Ega.


"Titisan Marimar juga gak macem-macem kan, sama Emil?" tanya Ega, Boy berusaha bersikap tenang agar tidak ketahuan jika semalam ia sudah bersikap nakal pada putrinya.


"Enggak Pah, macam - macam gimana. Orang ada Bintang juga di kamarnya." jawab Boy.


"Berarti kalau gak ada Bintang Kejora di dalem, kamu mau macem-macem gitu?" tanya Ega lagi.


"Iya, ehhh enggak!" ralat Boy.


"Awas ya, jangan dulu macem-macem sama Emil. Itu terong ungu tutup rapat dulu. Jangan sampe kabur apalagi masuk sarang, dan bikin Papa jadi Kakek,"


"Siap Pah," jawab Boy.


"Ya udah sana, cepetan mandi. Kamu juga kuliah kan?".


"Iya, Pah." jawab Boy dan kemudian ia pun pergi meninggalkan rumah Ega dengan hati yang tenang, karena tidak ketahuan sudah berbuat nakal pada anak mertuanya ini.


*


*


*

__ADS_1


Pagi ini wajah es bon-bon itu terlihat sangat ceria, bagaimana tidak jika Si Jhonny yang selalu menahan mual akhirnya bisa muntah - muntah juga pada tempatnya. Dan wajah ceria itu tak luput dari bantuan, si corong merah dan bakul nasi yang ikut berperan dalam keberhasilannya untuk mencapai puncak kesejahteraan gagang sapu.


Ega dan Raga saling pandang saat mereka baru keluar rumah mereka, dan melihat wajah es bon-bon yang sangat cerah secerah mentari pagi tetangganya.


"Wiihh yang udah ehem-ehem seneng banget kayanya," ucap Ega.


"Cerah mukanya, kaya Louis Fernando!" sambung Raga.


"Enak aja, dilihat dari mana-mana juga Es bon-bon tetep keliatan lebih ganteng dari pada itu mentari pagi!" sanggah Beni.


"Acieeehhh, jangan marah-marah Bon, nanti auranya hilang kan sayang," sambung Ega, untung saja anak-anak mereka sudah berangkat ke sekolah, jadi mereka tidak perlu mendengarkan ucapan tak berfaedah dari trio BBC.


"Abisnya corong merah bikin aku esmosi!"


"Itukan kerjaannya tukang es batu, jadi jangan terlalu diambil hati juga. Emang kamu mau terkena serangan ginjal dadakan gara--gara nanggepin dia," ucap Ega sambil mengelap mobilnya yang tidak kotor itu.


"Amit-amit," jawab Beni, Raga pun terbahak-bahak melihat ekspresi Beni.


"Aku juga sebel liat kamu," ucap Beni menirukan makhluk setengah jadi. Hingga Ega dan Raga pun jadi terbahak-bahak, ya seperti itulah kegiatan mereka yang selalu ramai dan juga berisik. Untung saja rumah tetangga mereka sama sekali tidak pernah keberatan dengan kebisingan yang selalu mereka buat. Justru mereka merasa senang karena kompleks mereka tidak terlalu sepi jadinya.


*


*


*


Saat Bintang dan Emran sedang di perjalanan, Bintang memanggil Emran dengan agak kencang karena mereka berdua kini sedang berada di atas motor.


"Emran, aku mau cerita,"


"Cerita apa?" tanya Emran.

__ADS_1


"Ini tentang Kak Boy sama Emily," jawab Bintang.


"Kenapa emangnya mereka berdua?"


"Aku ngeliat mereka berdua ciuman loh," ucap Bintang, sebenarnya semalam saat Bintang membalikkan tubuhnya karena pegal. Secara tak sengaja Bintang melihat Boy dan Emil yang berciuman. Namun, Bintang tak berani mengadu pada orang tuanya apalagi pada Ega. Intuk memberitahukan hal yang semalam ia lihat antara Emil dan juga Boy.


"Oh itu, aku juga pernah liat," jawab Emran.


"Serius?"


"Banget lah," jawab Emran.


"Tapi gak apa-apa juga sihh, mereka juga udah suami istri. Udah halal juga kalau mau nganu-nganu," jawab Bintang. Jika saja kini mereka sedang berhadapan sudah dipastikan jika emran akan menoyor kepala sahabatnya ini, karena sudah berani membicarakan hal yang macam-macam, dan bukan ranah anak remaja seperti mereka.


"Iya, gak apa-apa. Tapi Kamu juga jangan ceritain hal ini sama siapapun, aku nggak mau ada orang lain yang tahu apalagi sampai Papa Ega yang dengar. Karena itu akan sangat bahaya buat mereka berdua!" ucap Emran dengan kencang karena takut bintang tidak mendengarkan apa yang ia ucapkan.


"Oke, aku paham. Tapi..."


"Tapi apa?" tanya Emran.


"Aku jadi mau coba ciuman, kamu mau gak ajarin aku?" tiba-tiba saja Bintang mengatakan hal itu. Hingga ginjal Emran jadi terguncang saat mendengarnya.


"Jangan macem-macem Woiii! Bintang Kejora!" sentak Emran.


"Aku gak minta macem-macem, cuma minta satu macem aja," hingga Emran pun mendadak mengerem motornya. Hingga buah mangga Bintang menempel pada punggung Emran.


"Astaghfirullah, cobaan apalagi ini," gumam Emran.


***


Like dan komentarnya sumbangin ya 😘😘😘 yang punya Vote jangan lupa besok 😍😍

__ADS_1


__ADS_2