
Saat sampai di kampusnya, Boy disambut hangat oleh Shella. Gadis itu terlihat menunjukkan sesuatu di tangannya. Gerakan yang dilakukan olehnya seperti disengaja dan ia ingin Boy melihatnya. Sayangnya, Boy sama sekali tidak tertarik dan lebih suka membayangkan apa yang ia lakukan pada Emil. Karena semalam akhirnya bisa mencium Emil sampai puas. Ia bahkan sampai berhasil memegang benda keramat milik Emil, yang sangat nyaman untuk disentuh. Membuat Boy ingin memegangnya lagi.
Shella yang merasa diacuhkan Boy pun langsung berdecak sebal, kemudian ia pun duduk beralih mendekati Boy di kantin. Namun, Boy sama sekali tidak tertarik melihat Shella. Bayangan semalam masih lebih menarik daripada melihat gadis yang sedari tadi menggoyang-goyangkan tangannya di depan Boy.
"Boy," panggil Shella, akhirnya gadis ini menyerah juga karena percuma saja ia mencari perhatian pada pria yang sangat ia sukai itu. Karena bahkan ia sama sekali tidak tertarik melihatnya. Lamunan Boy tentang buah mangga pun buyar, gara-gara panggilan dari Shella. Pria tampan ini pun melihat Shella dengan pandangan kesal.
"Kenapa?" jawabnya malas, sungguh Boy merasa tidak nyaman karena setiap hari harus melihat Shella yang terus mengikutinya.
"Kamu kok gak lihat aku sih?" ucapnya merajuk manja membuat ginjal Boy mendadak geli melihatnya.
"Emangnya, kenapa aku mesti lihat kamu?" tanya Boy mulai jengah dengan sikap Shella yang sok manja itu.
__ADS_1
"Boy ... kamu tuh ya, emang gak peka banget sihh. Liat dong apa yang aku pake?" ucapnya lagi dengan manjah-manjah sebal saat melihatnya.
"Kenapa sihh?" tanya Boy yang semakin kesal.
"Ishhh ... kamu tuhh ya, bisa gak sihh perhatian sama aku dikit aja. Kenapa sih kamu tuh cuek banget. Kamu sadar gak, kamu udah bikin aku sakit hati!" ucapnya dengan kesal, Shella mengungkapkan semua yang ada dalam isi hatinya. Bagaimana ia selama ini ia selalu bersabar menghadapi sikap Boy yang selalu dingin padanya. Dan sama sekali tidak pernah menganggap jika Shella itu ada.
"Maksud kamu?" tanya Boy mulai memperluas kekesalannya, karena pagi-pagi ia sudah menjadi tontonan orang-orang. Kini ia terlihat seperti seorang pacar yang tidak pernah memberikan perhatian dan juga tidak pernah mempedulikannya.
"Boy, kamu sadar gak sih kalau aku tuh sayang banget sama kamu! Bisa nggak sihh kamu perhatian sama aku, aku juga pengen dianggap ada sama kamu, seenggaknya kamu balas dong perasaan aku sama kamu. Kamu gak bisa giniin aku terus-terusan!" protesnya.
"Astaga Boy, kamu ini ya. Hampir semua orang di kampus ini tahu kalau kita ini pacaran. Dan kamu itu udah sia-siain aku kaya gini, kamu gak pernah sayang dan perhatian sama aku. Kamu juga gak pernah sedikitpun menunjukkan kalau aku ini berharga buat kamu!" Shella bicara dengan menangis, benar-benar seperti orang yang teraniaya.
__ADS_1
"Tunggu dulu, hampir semua orang tahu kalau kita pacaran. Dan bahkan aku sendiri gak tahu dan sama sekali aku gak pernah merasa pacaran sama kamu! Jangan ngaco kamu!" sepertinya titisan Marimar itu mulai marah pada gadis yang mengaku-ngaku mempunyai hubungan dengannya ini.
"Boy! Kamu tega banget sih sama aku?" tangisnya semakin menjadi saja.
"Tega gimana! denger ya Shell dan kalian semuanya yang ada di sini. Aku tuh gak pernah punya hubungan apa-apa sama Shella, temenan juga enggak! Kita cuman kenal sebatas aku tahu kamu dan kamu tahu aku! Udah gitu aja ... dasar gila!" ucap Boy yang kesal dan kemudian pergi meninggalkan Shella dengan rasa malunya. Boy sudah tidak peduli lagi, bahkan Shella juga sudah mempermalukannya.
"Boy... Boy...!!!" teriak Shella, tapi Boy sama sekali tidak mempedulikan teriakan Shella. Ia sangat kesal pada gadis yang sudah mengakuinya sebagai pacar itu.
Boy pun memutuskan untuk pulang saja, ia sangat dah bad mood untuk melanjutkan kuliah yang bahkan belum di mulai itu. Ia pun masuk ke dalam mobilnya dan memu kul stir mobilnya dan menengadahkan kepalanya ke atas dan menghembuskan napas kasar.
"Dasar perempuan gila, bikin orang kesel aja. Kapan sihh aku bisa kenalin Emil sama orang-orang kalau dia istri aku," gumamnya.
__ADS_1
***
Sabar ya Boy, tunggu Emil mateng dulu 😌😌😌 dan dukungannya dong biar semangat buat up ,💃💃💃