Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 41


__ADS_3

Akhirnya Emil dan Boy pindah ke rumah yang sudah disiapkan oleh Boy. Rumah yang tak terlalu besar dengan gaya minimalis modern, membuat Emil sangat menyukai rumah yang sudah Boy siapkan. Seluruh keluarga ikut untuk mengantar pasangan suami istri yang kini mulai ingin hidup mandiri itu.


"Emran, aku juga mau dibeliin rumah baru kaya Emil." ucap Bintang.


"Boleh, mau rumah yang kaya gimana?" tanya Emran.


"Gaya bener nih Teletubbies mau beliin Bintang Kejora rumah. Punya uang dari mana?" sindir Ega.


"Dari Papa lah, dari siapa lagi." jawab Emran sambil tergelak tanpa dosa, hingga bakul nasi itu ingin sekali menelan centong nasi dihadapannya.


"Enak banget ngomongnya, udah kaya minta es cendol aja." ucap Ega ketus.


"Kerja dong A, kaya suami aku," ucap Emil sambil bergelayut manja pada Boy.


"Iyalah, Aa juga kerja nanti supaya Bintang Kejora bisa punya rumah dan kita bisa cetak Bintang kecil di langit yang biru," jawab Emran.

__ADS_1


"Jauh amat di langit yang biru, di atas kasur kali." jawab Emil sambil tertawa. Setelah semuanya melihat rumah baru Emil dan juga Emran, mereka semua pun kembali pulang setelah sebelumnya makan siang bersama. Boy merasa bahagia karena pada akhirnya ia bisa tinggal satu atap dengan Emil.


"Hati-hati ya!" ucap Emil sambil melambaikan tangan pada seluruh keluarga besar trio Bbc. Kini tinggal mereka berdua di rumah itu, Boy pun langsung memeluk Emil dengan erat.


"Akhirnya kita bisa juga berdua," ucap Boy. Emil pun tersenyum bahagia mendengarnya. "Aku juga seneng bisa satu rumah sama suami aku yang ganteng, jadi gak sabar pengen anu-anu." jawab Emil malu-malu kambing.


"Aku juga, udah gak sabar. Mau sekarang?" ajak Boy.


"Boleh ..." tanpa menunggu lama Boy pun langsung menggendong Emil ala bridal dan membawanya ke kamar mereka. Tak lupa mereka pun mengunci pintu agar tidak ada orang yang mengganggu acara ehem-ehem mereka untuk yang pertama kalinya.


Tak ingin bermain di luar, kini Boy menarik dress yang dipakai oleh Emil hingga terpampanglah tubuh indah milik Emily. Emil yang baru pertama kali di lihat dalam seperti itu oleh Boy pun merasa sangat malu. Ia pun menutupinya dengan tangan kecilnya.


"Kak aku malu kalau kelihatan kaya gini,"


"Gak usah malu sayang, aku suka." ucap Boy dan kemudian tangannya menelusup ke punggung mulus Emil dan mencari sesuatu yang ingin ia lepaskan. Dan akhirnya ketemu juga, Boy dengan segera melepaskan pengait dari kacamata pelindung balon helium milik Emil.

__ADS_1


Terpampanglah sudah semuanya didepan Boy, tanpa menunggu lama ia langsung menyentuh benda yang akan menjadi benda kesukaannya. Tangan dan bibir Boy bermain di sana, hingga tubuh Emil terasa bagai tersengat listrik. Ia merasakan sesuatu yang sangat luar biasa. Boy pun mulai menanggalkan pakaiannya, dan memperlihatkan tubuh kekarnya. Emil sangat suka, tubuh yang selalu ia peluk kini bisa ia sentuh tanpa ada yang menghalangi.


Lama mereka saling menikmati satu sama lain, hingga saat mereka akan mulai melakukan penyatuan. Terdengar suara bel rumah berbunyi, hingga mereka pada akhirnya menghentikan aktivitas mereka karena bel rumah berbunyi tanpa henti.


Dengan cepat mereka pun memakai pakaian mereka berdua dan melihat siapa tamu yang sudah mengganggu adegan yang selama ini mereka tunggu.


"Ganggu aja siapa sih!" ketus Emil.


"Gak tahu, kita liat aja dulu siapa yang ganggu kita." ucap Boy, dengan segera mereka pun turun menapaki tangga dan menuju ke arah depan.


Saat pintu terbuka mereka berdua terkejut saat melihat tamu yang datang,


"Kamu!"


****

__ADS_1


Siapa sih yang ganggu bikin bete aja 😑😑😑


__ADS_2