Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 38


__ADS_3

Tanpa aba-aba Emran langsung mencium bibit Bintang dengan lembut, awalnya yang mereka lakukan hanya coba-coba. Tapi lama-lama mereka berdua pun menikmatinya juga. Lama Emran memagut bibir Bintang, ciuman yang lembut pun kini menjadi ciuman yang panas dan menuntut. Tangan Emran pun sudah mulai nakal dan menyusup kedalam piyama yang dipakai oleh Bintang.


Bintang sempat pun tertegun, saat tangan Emran bermain di sana dan memainkan sesuatu yang membuatnya menjadi tegang. Tubuh Bintang bagai tersengat aliran listrik, saat Emran bermain di kedua buah mangganya. Untung saja pintu kamar Emran tertutup rapat dan tak lupa Bintang tadi menguncinya, karena ia tidak mau ada yang mengintip mereka saat berciuman. Cukup skandal masa lalu yang membuatnya menjadi tontonan orang, ia tak mau lagi kejadian itu terulang lagi.


Penasaran dengan benda yang ia mainkan, Emran malah sengaja membukanya karena ingin melihatnya secara langsung. Bintang yang merasa malu pun langsung menutupinya lagi, tapi tangannya langsung ditepis oleh Emran. Rupanya anak bakul nasi ini sudah tidak kuat lagi menahan haus . Hingga saat Bintang sibuk mendorongnya, Emran malah langsung mendaratkan bibirnya di sana. Hingga untuk yang kedua kalinya, Bintang menegang.


"Emran... " lirihnya, akan tetapi Emran sama sekali tidak mendengarkan apa yang diucapkan oleh Bintang. Ia terus melanjutkan aktivitas barunya yang membuat Emran semakin semangat.


Merasa perlawanannya sia-sia, akhirnya Bintang pun memilih untuk diam dan menikmati apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Cukup lama Emran bermain di sana, bahkan bibir dan tangannya bergantian bermain di buah mangga Bintang. Bintang hanya membekap bibirnya karena takut suara lucknutnya keluar begitu saja. Puas bermain di sana, Emran pun mengangkat wajahnya dan melihat wajah Bintang yang memerah karena malu.


Merasa kesal dipandang terus oleh Emran, Bintang pun memu kul bahu Emran. " Minggir sana!" ucap Bintang, ia kesal bercampur malu karena barusan pabrik susu murni nya sudah di cicipi oleh suaminya.


"Enggak mau! Aku masih haus," jawab Emran tersenyum tengil pada Bintang.

__ADS_1


"Aku malu ihhh, aku cuma minta cium ya. Bukan minta buka pabrik!" protes Bintang yang masih ada dalam kungkungan Emran.


"Sejak kapan Bintang Kejora punya malu? Emang kamu gak penasaran gak mau dicoba semuanya gitu?" tanya Emran.


"Enggak! Yang ada malah tekdung lagi, udah ah sana aku mau balik kamar." ucap Bintang sambil mendorong tubuh kokoh Emran.


"Udah lah tidur di sini aja, takutnya nanti malem aku haus lagi," ucapnya sambil tergelak.


"Yang ngajarin siapa, lupa ya!"


"Minggir!" bukannya Emran menyingkir, ia malah dengan sengaja memeluk Bintang dan membawa kedalam dekapannya. Emran juga menind ihkan kakinya pada tubuh Bintang, agar perempuan mungil itu tidak melarikan diri.


"Udah bobo sini Neng, dipeluk sama Aa biar angeeeet," ucapnya.

__ADS_1


"Papa Ega nanti marah loh,"


"Kenapa mesti marah, udah halal ini. Udah sekarang mending kamu tidur kalau enggak mau aku itu lagi?" ucap Emran sambil melihat ke arah piyama Bintang yang masih terbuka, dan memperlihatkan mangga ranumnya yang indah yang barusan Emran eksekusi.


"Ya udah, tapi kakinya awasin berat."


"Iya Neng Kejora," jawab Emran, hingga akhirnya mereka berdua pun tidur sambil berpelukan dan saling memberikan kehangatan di malam yang dingin. Apalagi di luar sedang hujan membuat keduanya semakin mengeratkan pelukan mereka.


*


*


Kasih dukungan dong biar semangat up ya 😌

__ADS_1


__ADS_2