Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 30


__ADS_3

Bel istirahat sekolah sudah berbunyi, semua murid berhamburan keluar untuk menghilangkan penatnya saat mereka belajar. Ada yang pergi ke kantin ada juga yang pergi ke perpustakaan sekolah, dan ada juga yang saling bertemu dengan pasangan mereka. Ya, masa-masa sekolah adalah masa dimana kisah kasih dimulai. Dimana perasaan terhadap lawan jenis mulai muncul. Seperti itulah yang mereka rasakan saat ini.


Di saat Emil dan Sachi pergi ke kantin, Bintang terlebih dahulu pergi ke toilet. Karena sedari tadi panggilan alam terus mengganggunya selama pelajaran berlangsung. Namun, saat Bintang baru saja keluar dari toilet. Ia melihat Emran tengah berjalan menuju perpustakaan, meskipun Emran adalah laki-laki tapi kerajinan dan kepintarannya melebihi anak-anak Bbc yang lainnya. Malah Emran lah yang selalu menyandang juara bahkan sejak masa taman kanak -kanak. Kepintarannya menurun dari Ega, sedangkan Emil ia sangat mirip dengan Erina yang kurang pintar. Dia cerewet, ceroboh dan juga sangat bar-bar. Itulah Emily, gadis cantik yang bar-bar dengan pesona luar biasa.


"Emran!" panggil Bintang. Ia pun berlari menghampiri Emran, merasa ada yang memanggilnya Emran pun menoleh kebelakang. Dan dilihatnya, gadis yang tingginya hanya sebatas dada Emran ternyata sedang berlari kearahnya.


"Kenapa Bintang Kejora manggil-manggil?" tanya Emran.


"Ada yang mau aku omongin sama kamu!" ucapnya serius dan memegang lengan Emran. Namun, langsung ditepis oleh sang empunya.


"Ciihh, sombong banget gak mau dipegang," Bintang mengerucutkan bibirnya kesal pada sahabatnya ini.


"Bukan gak mau dipegang, itu tangan udah dicuci belum. Main pegang - pegang aja, nanti baunya nempel!"


"Udah cuci tangan kali, pake sabun juga parno banget sih centong nasi," ucapnya kesal.


"Kembali ke topik utama, ngapain manggil-manggil orang ganteng, mau minta jajan?" tanya Emran karena kebiasaan sahabatnya ini adalah meminta jajan pada Emran sejak dulu.


"Bukan, uang aku masih ada kok. Ada yang mau aku omongin tentang Emil sama Kak Boy." ucapnya lagi.


"Tentang apa?"

__ADS_1


"Tentang semalam mereka ngapain aja!" seru Bintang dengan semangat. Emran pun langsung menarik Bintang ke tempat yang sepi tepatnya di sebelah uks, karena disana jarang dilewati orang-orang.


"Semalam kamu ngintip?" tanya Emran.


"Enggak, Bintang pun menggelengkan kepalanya.


"Terus?"


"Ya ... aku ngeliat mereka, tahu gak semalam mereka ciuman di belakang aku,"


"Gimana liatnya Oneng kalau kamu ngebelakangin mereka!" centong nasi mulai erosi rupanya.


"Awalnya, mereka emang aku ngebelakangin mereka. Tapi karena aku penasaran, terus aku balik badan dan ternyata ada acara live patuk-patukan!" Emran pun membekap mulut kecil Bintang, karena takut ada yang mendengarnya.


"Maaf, aku terlalu semangat," jawabnya nyengir kuda.


"Kalau masalah itu, aku juga udah tahu. Sering aku ngeliat mereka kalau lagi berduaan di rumah juga. Cuman Papa belum tahu sih, bahaya juga kalau dia tahu." jawab Emran.


"Padahal mah gak apa-apa, udah halal juga." jawab Bintang dan Emran pun mengangguk.


"Tapi, aku jadi penasaran gimana rasanya ciuman. Aku jadi pengen coba," ucap Bintang, hingga toyoran pun mendarat di kening gadis kecil itu.

__ADS_1


"Belajar yang bener, main mau coba ciuman segala. Emangnya kayu putih mesti dicoba-coba!" Emran kesal pada sahabat kecilnya ini, karena jika bicara tidak pernah menggunakan saringan.


"Tapi aku penasaran, emang kamu enggak?" tanya Bintang asal sambil mengusap-usap keningnya karena toyoran Emran. yang lumayan kencang.


"Penasaran sihh," jawab Emran.


"Ya udah kita coba!"


"Apa! Wahhh nihh bocil omes juga," ucap Emran sambil geleng-geleng kepala.


"Ya udah kalau gak mau, aku mau sama Rafa aja," saat Bintang hendak pergi, tangannya dicekal oleh Emran.


"Ya udah sama aku aja, aku juga penasaran. Tapi liat - liat dulu takut ada orang,"


"Tenang aja gak ada orang," ucap Bintang dan langsung menarik tengkuk Emran sambil berjinjit karena tubuh Emran yang tinggi menjulang.


Awalnya bibir mereka hanya menempel, akan tetapi karena rasa penasaran mereka berdua, akhirnya mereka melakukan ciuman itu lebih dalam. Hingga mereka berdua merasakan sensasi yang berbeda di tubuhnya masing-masing.


Mereka berdua sama-sama menikmati ciuman itu, sampai ada seseorang yang memanggil mereka berdua hingga mereka berdua terkejut bukan main


"Hei kalian berdua! Apa yang kalian berdua lakukan di sana!!!"

__ADS_1


"Oh ya ampun ..."



__ADS_2