
Para Trio Bbc kini sedang berkumpul di depan rumahnya, seperti biasa sehabis makan malam mereka akan menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama. Karena selain tetangga, mereka juga relasi bisnis di kantor. Dan untuk urusan pekerjaan mereka akan sangat profesional, dan mode waras pun mereka aktifkan.
"Ya udah deh, kali ini aku ikut aja idenya corong merah aja. Ini otak lagi gak bisa mikir," ucap Beni.
"Kurang minum susu kayanya nih es bon-bon," ucap Ega tergelak.
"Bukan kurang lagi, tapi emang gak dapat jatah dari Nyonya!" cetus Beni, hingga membuat bakul nasi dan corong merah saling pandang. Dan kemudian setelah beberapa detik mereka berdua pun terbahak-bahak. Menertawakan kesengsaraan Beni yang lemah otak akibat kekurangan minum susu.
"Jangan ketawa dong, sedih nihh. Udah beberapa hari di Joni gak bisa muntah, sakit luar dan dalam pokoknya," keluh Beni sedih. Namun, sahabat minim akhlaknya malah tertawa semakin keras hingga membuat Erina keluar rumah dan meneriaki mereka bertiga. Barulah tawa mereka berhenti karena takut panci marmer Erina melayang ke arah mereka, dan itu sangat bahaya jika mengenai wajah mereka. Bisa-bisa kadar ketampanan mereka berkurang jika tempat memasak sayur itu mendarat di wajah tampan mereka.
"Nyonya Ega galak bener, ya!" ucap Raga.
"Makanya tuh corong kalau ketawa jangan mendadak berubah jadi speaker!" balas Ega.
"Itu karma buat kalian yang bahagia di atas penderitaan aku!" sambung Beni.
"Karma apaan Bon, kalau ngomong yang nyambung!" ingin sekali Ega menoyor kepala es bon-bon yang mendadak menjadi mellow gara-gara gak minum susu.
"Ckk, aku lagi bete nihh soalnya. Bantu kasih solusi lah gimana?" rengek Beni.
"Solusi gimana? Kalau lagi banjir mah tunggu surut aja, repot banget !" ucap Raga berdecak sebal.
"Bukan itu, masalahnya itu si Bintang suka tiba-tiba tidur di tengah - tengah, masa aku mau adegan live depan anak sendiri. Cukup Boy aja yang nikahnya cepet, Bintang Kejora jangan dulu!"
__ADS_1
"Emang itu meteor kenapa tiba-tiba neplok sama emaknya, bukannya udah punya kamar sendiri ya," ucap Ega heran.
"Lagi kambuh tuh anak manjanya!" sewot Beni.
"Ya udah suruh nginep aja tuh meteor sama Emil, Kakaknya suruh sekalian. Kasihan, udah halal malah gak dapat jatah. Emang gak pernah tegang!" ucap Raga sambil terbahak.
"Maksudnya corong merah apa nih, kalau itu Dipsy sama Lala bobo bareng nanti kalau tekdung gimana? Repot nanti!" Kini giliran bakul nasi itu yang sewot.
"Ya udah berarti triknya kaya kemarin aja, mereka suruh tidur bertiga di kamar Emil. Sama Boy sekalian, biar pendekatan sama mertua," ucap Beni.
"Ogah deket - deket sama Dipsy, mau ngapain ngadu pisang!" ucap Ega, mereka bertiga pun terbahak-bahak setelahnya. Namun, mereka buru-buru memelankan suara mereka. Bisa bahaya kalau Erina marah, bisa-bisa nanti malah Ega yang kehilangan jatah minum susunya.
Akhirnya berkat kesepakatan mereka bertiga, malam ini Boy dan Bintang menginap di rumah Ega untuk tidur di kamar Emil. Dan kabar itu, membuat Boy dan Emil menjadi senang. Akan tetapi mereka menutupi kegembiraan mereka karena takut orangtua mereka waspada.
Dan disinilah mereka sekarang, di ruang keluarga di rumah Ega. Mereka berdua sedang mendapatkan wejangan dari papa bakul nasi untuk memberi arahan tidur bersama ala-ala Ega.
Dengan Bintang yang harus berada di tengah-tengah. Namun, itu tidak membuat Boy dan Emil khawatir karena urusan Bintang tinggal geser saja dan mereka akan bisa berpelukan, jiaaaaahhh, senangnya -senangnya. Kini personil Teletubbies itu sedang bersorak senang.
"Kalian paham kan semua!" ucap Ega.
"Paham!" jawab mereka berempat karena kebetulan ada Emran di sana yang ikut mendengarkan.
"Kok kamu ikutan A?" tanya Ega pada Emran.
__ADS_1
"Kan aku ikut denger, Pah!" jawabnya.
"Awas aja kalau kamu macam - macam sama Bintang Kejora, bisa - bisa tuh es bon - bon ngamuk sama Papa,"
"Emang aku mau ngapain Bintang Kejora, males banget. Mending bobo ganteng daripada mesti godain dia," ucapan Emran ternyata menyinggung Bintang yang sedang duduk sambil menahan kantuk itu.
"Aku juga gak mau di apa-apain kamu, ogah kaya gak ada cogan lain aja!" balasnya.
"Udah - udah, upin-ipin jangan mulai berantem, Papa pusing. Mendingan sekarang kalian bobo aja sana!"
"Siap!!!" jawab mereka serempak.
"Moy, kamu juga siap?" tanya Ega.
"Siap Aa ..." jawabnya sambil tersenyum melihat suaminya yang tampan.
"Aihhh ... cantiknya Istriku!" ucap Ega.
'Lebay ... ' ucap mereka serempak dalam hati mereka.
****
Maaf kalau terlambat up nya ya, karena Mimin lagi gak enak badan 🤒🤕
__ADS_1