
Pagi ini Bintang dan Emran berangkat kuliah bersama, selama di kampus tidak ada yang mengetahui apa status dari Bintang dan juga Emran. Yang mereka tahu hanyalah mereka tetangga karena sering berangkat bersama. Hingga pagi ini Bintang dikejutkan oleh seseorang yang memberinya hadiah berupa coklat yang dirangkai dengan begitu indahnya. Dan hadiah itu dari seorang pria bernama Bastian. Pria tampan salah satu mahasiswa yang ada di kampus yang sama dengan Bintang dan juga Emran. Satu paket coklat yang sangat indah itu dititipkan kepada Sachi oleh Bastian.
"Tang, nih ada titipan dari Bastian." ucap Sachi pada Bintang dan memberikan paket coklat itu pada Bintang.
"Wahhh, nih coklat import kayanya enak." ucap Bintang tanpa merasa aneh kenapa Bastian memberikan coklat itu padanya.
"Pasti enak, bagi dong aku juga mau coba." pinta Sachi.
"Boleh, bentar aku juga mau coba." Bintang pun kemudian membuka coklat - coklat itu dan kemudian memakannya bersama dengan Sachi. Mereka berdua sangat menikmati coklat pemberian Bastian itu.
"Ngomong - ngomong kok kamu gak di kasih sama Bastian?" tanya Bintang.
"Tahu tuhh ... pilih kasih banget. Padahal kan isinya banyak bisa dibagi dua." ucap Sachi polos, Bintang pun mengangguk mengiyakan ucapan Sachi. Kedua gadis ini sepertinya memang tidak menaruh curiga apapun tentang hadiah coklat itu.
"Nanti aku bilang dehh sama Bastian," ucap Bintang.
*
*
__ADS_1
*
Jam makan siang pun tiba, baru saja Bintang akan menemui Bastian. Bastian rupanya sudah menghampiri Bintang duluan, "Bintang," panggilnya sambil berlari ke arah perempuan cantik titisan es bon-bon itu. Bintang pun langsung menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
"Bas ..." pria tampan itu pun tersenyum ke arah Bintang. Senyum sambil malu-malu kambing ia perlihatkan pada Bintang bahkan kini pipinya merona karena berhadapan dengan sang pujaan hati.
"Kamu udah terima coklatnya?"
"Udah, udah habis malah. Makasih ya coklatnya enak." ucap Bintang dengan jujur, karena memang coklat itu rasanya sungguh enak.
"Beneran? Syukur deh, aku seneng dengernya."
"Tapi kok cuma aku yang dikasih, Sachi juga mau katanya. Lain kali kalau mau kasih ke aku Sachi juga kasih ya, jangan pilih kasih."
"Emmm ... tapi aku kasih itu khusus buat kamu." ucapnya lemah.
"Tapi makasih ya, coklatnya enak banget." ucap Bintang sekali lagi dan tersenyum ke arah Bastian, hingga kini jantungnya berdisco ria di dalam sana.
"Sama-sama," jawab Bastian malu - malu kambing, ia tidak tahu jika sang pemilik gadis pujaan kini tengah memperhatikannya.
__ADS_1
"Duluan ya Bas,"
"E-eh iya Bintang," masih dengan posenya yang malu - malu. Titisan bakul nasi sudah gemas melihat pria yang kini tengah salto - salto jantungnya itu.
"Eeehheeemmmm ... " Emran berdehem keras, hingga Bastian pun terlonjak kaget. Bayang-bayang indah tentang Bintang menguap begitu saja karena deheman putra mahkota bakul nasi itu.
"Ngomong apa sama Bintang Kejora?" tanya Emran ketus.
"Gak ngomong apa-apa, cuman bilang makasih buat coklatnya." jawab Bastian memasang wajah sok cool di hadapan Emran.
"Whaaatt ... coklat! Wahh macem-macem nihh pororo main kasih Bintang Kejora coklat segala,"
"Emang kenapa kalau aku kasih dia coklat? Bintangnya juga seneng dapat coklat dari aku,"
"Waahh beneran gak tahu apa-apa nih pororo, Bintang gak boleh makan coklat!"
"K-kenapa? Apa dia alergi sama coklat?" tanya Bastian khawatir gadis pujaannya kenapa - kenapa.
"Bukan alergi sama coklat, tapi alergi sama yang kasih coklatnya! Lain kali kalau punya coklat kasihin sama Hello Kitty aja, jangan kasih Bintang Kejora. Pororo kan mainnya sama Hello Kitty!" ucap Emran dan setelah itu Emran pun pergi meninggalkan Bastian dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
***
maafkan kalau slow update ya soalnya mimin nya masih sakit dan masih belum bisa update full π₯Ίπ