
Keesokan harinya, Emil berangkat ke sekolah seperti biasa. Ia diantar oleh Boy. Sebenarnya Ega sudah melarang putri kesayangannya itu untuk masuk ke sekolah, akan tetapi karena jiwa rajin Emil sedang tumbuh. Larangan dari Ega tidak digubrisnya, dan ia tetap pergi ke sekolah. Padahal biasanya jika ada pelajaran yang tidak ia suka, maka Emil akan mendadak sakit perut atau sakit kepala.
Dan kali ini Emran tidak ingin lagi berangkat ke sekolah dengan Sachi, karena ia tidak mau ditempeli lagi balon helium milik Sachi. Karena itu sangat menggangu konsentrasinya dalam belajar maupun saat tidur, karena ia jadi terbayang - bayang benda kenyal yang sepertinya sangat menyenangkan untuk disentuh atau pun di mainkan. Ahhh ... ya ampun centong nasi itu jadi berangan-angan menyentuh squishi itu.
"Aa, katanya nanti berangkat lagi sama Sachi," titah Erina, baru saja ia memikirkan hal itu dan tidak mau satu motor lagi dengan Sachi, tapi kini sang mamah tercinta malah memintanya untuk berangkat dengan sang pemilik squishi.
"Enggak ahh, suruh naik taksi aja!" tolak Emran sambil memakan roti panggang kesukaannya.
"Astaghfirullah, ini anak bujang pelit banget. Ajakin aja A, lagian jok belakangnya juga kosong. Orang Emil sekarang udah punya supir pribadi." ucap Ega.
"Orang aku gak mau!" kekeuh Emran.
"Kenapa sih, kamu ada masalah sama Sachi?" tanya Erina, cukuplah masa lalu saja hubungan mereka kurang baik jangan sampai anak-anak mereka melanjutkan masalah mereka di masa lalu pikir Erina.
"Nggak ada, ngapain aku ada masalah sama Hachiko. Gak penting juga, aku cuma males aja. Aku disangka pacaran sama dia di sekolah!" bohong Emran. Padahal ini tentang benda kenyal tapi bukan balon.
"Tinggal bilang aja itu tetangga, ribet amat ini centong nasi!" ucap Ega.
"Justru karena tetangga disangka cinlok, ogah ahh sama anak tawon!" Emran bersikeras menolak berangkat sekolah dengan Sachi.
__ADS_1
"Astaghfirullah, siapa bilang itu Hachi anak tawon. Dia itu anaknya Marimar sama Louis Fernando, yang terang bagai mentari pagi," terang Ega. Oh ya ampun keluarga bakul nasi memang tidak ada yang beres jika bicara.
"Pokoknya bareng, mamah malu A. Masa cuman nebeng aja gak boleh." ucap Erina kekeuh.
"Sama corong merah aja lah, biar aku sama Bintang Kejora yang bersinar," Ega malah terbahak-bahak mendengarnya, ada-ada saja pikirnya.
"Terserah, nanti kamu atur-atur aja." ucap Ega.
Setelah sarapan selesai, Emran dengan cepat menghampiri rumah Bintang. Takut keduluan si corong merah. Sebenarnya Emran juga malas berangkat dengan Bintang yang cerewet, akan tetapi lebih baik bersama Bintang daripada bersama dengan Sachi. Emran takut pikirannya berkelana lagi.
"Tang! ... Tang- tang!" panggil Emran, Bintang yang baru keluar dari rumahnya pun langsung menghampiri Emran dengan wajah sebal.
"Udah jangan cerewet! Cepetan naik, kita berangkat bareng." ajak Emran sambil menarik tangan Bintang dan buru-buru keluar.
"Kok tumben, kamu ngajak aku?" tanya Bintang.
"Udah jangan cerewet, anggap aja aku lagi dapat hidayah. Jadi aku baik sama kamu," jawab Emran.
"Terus Rafa!"
__ADS_1
"Biarin aja, dia mah biar nanti dia sama Hachiko," jawab Emran Bintang pun kini mengerti kenapa Emran tergesa- gesa mengajaknya. Itu karena dia tidak mau berangkat dengan Sachi. Dan itu pasti karena gosip di sekolah, pikir Bintang. Jadi Bintang pun tidak menolaknya karena ia mengerti bagaimana perasaan Emran yang paling tidak suka digosipkan.
"Ya udah ayo, tapi nanti jajanin aku pas makan siang ya."
"Oke, satu gelas es teh manis meluncur!"
"Es campur dong jangan es manis,".
"Oke, mau es bon-bon juga nanti aku bawain!" jawab Emran tergelak.
"Es bon-bon mah ada di dalem, gede lagi makan roti!" jawab Bintang yang ikut tertawa. Karena jadi ingat julukan sang papa yaitu es bon-bon. Mereka berdua pun tertawa bersama, Ega melihat anaknya sedang tertawa bersama dengan Bintang langsung menggelengkan kepalanya.
"Kenapa A?" tanya Erina.
"Itu tumben, upin-ipin lagi akur," jawab Ega. Pandangan Erina pun langsung mengarah ke arah Emran dan juga Bintang yang sedang tertawa bersama.
"Mudah-mudahan gak hujan, soalnya ada kejadian langka." ucap Erina.
***
__ADS_1
Kalau like sama komennya nambah, nanti Mimin up lagi 💃💃💃