Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 24


__ADS_3

Siang ini seperti biasa Boy menjemput Emil dari sekolah, tapi kali ini Emil tidak langsung dibawa pulang. Karena Boy akan menghadiri ulang tahun temannya, tepatnya Shella lah yang berulang tahun. Tadinya Boy tidak ingin menghadiri acara itu, akan tetapi semua temannya memaksa dan juga untuk menghargai Shella akhirnya Boy memutuskan untuk datang saja ke acara itu. Akan tetapi ia mengajak Emil tentunya.


"Hallo suamiku yang ganteng," ucap Emil pada Boy. Bintang dan Sachi yang melihatnya pura-pura memperlihatkan ekspresi mau muntah, Emil pun berdecak sebal kepada sahabat sekaligus adik iparnya ini.


"Perut aku mendadak mual," ucap Sachi.


"Perut aku juga mules banget, liat Emil!" sambung Bintang.


"Ckk ... ckk ... kalian emang benar - benar adik ipar durhakoy. Bukannya sungkem sama kakak ipar ini malah berkata-kata yang tidak baik," ucap Emil dengan di dramatisir.


"Kak Boy, Emil boleh dicekik gak?"


"Aku juga pengen ulek," sambung Sachi. Boy hanya tertawa saja melihat interaksi istri dan kedua adik manisnya itu.


"Gak boleh gitu hei, anak-anak manis. Ya udah, kakak ipar kalian yang cantik mau jalan-jalan dulu ya. Eh kalian mau ikut gak?" tanya Emil.


"Ogah aku capek, lagi nunggu Emran aku mau pulang,"jawab Bintang.


"Hachiko kamu gimana, mau pulang dianter dulu pulang atau mau bareng lagi sama corong merah?" tanya Emil.


"Aku juga mau pulang bareng Rafa aja, lumayan gratis ongkir," jawab Sachi.


"Udah kaya paketan aja, lama-lama kamu di masak sama es batu loh sama dia," ejek Emil. Bintang langsung terbahak mendengarnya, hingga toyoran pun mendarat di keningnya oleh Sachi yang kesal.


"Ya udah kalau gitu, Kakak berangkat dulu yah. Mau dibeliin oleh-oleh gak?" tanya Boy.


"Terserah kakak aja, nanti kalau Emil beli sesuatu baru Kakak beliin dan jangan lupa di samain juga," jawab Bintang.


"Iya biar kita bertiga kembaran," ucap Sachi.


"Oke, kalau gitu kita berangkat dulu ya," pamit Boy.

__ADS_1


"Dadaaahhh adik ipar, muaaahh !!!" ucap Bintang.


Tak lama setelah Boy dan Emil pergi, Rafa dan Emran pun muncul dan hendak ke parkiran mengambil motor mereka.


"Eh Bintang Kejora ngapain panas-panasan? Mau saingan sama matahari?" tanya Emran.


"Lagi nungguin anak bakul nasi, lama banget gak muncul-muncul. Panas nihh, nanti kulit aku item!"


"Mau bareng lagi?" tanya Emran pura-pura polos.


"Iyalah, jadilah pria yang bertanggung jawab. Kamu kan yang udah bawa aku ke sekolah jadi kamu juga mesti bawa aku pulang!" sewot Bintang, karena biasanya jika dengan Rafa ia tinggal neplok saja tanpa banyak bicara. Tapi naik motor Emran selalu saja ada drama, pikirnya.


"Idihh, ngomongnya kaya yang dibawa ke pelaminan aja!"


"Rafa aku bareng pulang naik motor kamu boleh gak?" tanya Sachi.


"Oh tentu boleh, mau langsung naik ke hati Aa Rafa juga boleh," jawab Rafa tertawa petakilan.


"Makasih," ucap Sachi sambil tersenyum.


"Nyebelin banget sih tuh anak tawon!" sewot Emran sambil pergi mengambil motornya dengan ngedumel.


"Bilang aja cemburu kok repot," ucap Bintang.


"Jangan ngadi-ngadi!" jawab Emran.


*


*


*

__ADS_1


Boy dan Emil kini sudah sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, mereka berdua pergi kesana untuk membeli hadiah ulang tahun untuk Shella.


"Emang ulang tahunnya jam berapa?" tanya Emil.


"Nanti sore, jadi masih ada waktu santai aja. Lagian Kakak mau datangnya telat aja biar gak lama di sananya," jawab Boy.


"Kaya artis aja datangnya belakangan,"


"Kakak males, kalau ada acara-acara kaya gitu. Bikin kepala pusing,"


"Oke, jadi kita mau kemana dulu nihh?"


"Bantuin Kakak pilih hadiahnya, terserah kamu. Kakak gak tahu apa yang di sukai sama perempuan,"


Mereka pun mulai berkeliling di Mall itu, tapi malah Emil yang kalap ia ingin belanja ini dan itu. Tapi Boy mengingatkan untuk belanjanya nanti saja saat hari libur, karena sekarang mereka harus pergi ke acara ulang tahun Shella. Dan Emil pun setuju dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


"Kalau beli boneka gimana?" tanya Boy.


"Jangan nanti dia baper," tolak Emil.


"Terus beli apa?"


"Beliin, jam aja biar dia tahu waktu." Boy pun mengangguk saja dan tidak banyak protes, karena baginya apa saja hadiahnya terserah yang penting dia datang untuk setor muka ke acara itu.


"Kak, beli kon dom yuk!" ajak Emil, mendengar nama keramat itu Boy pun langsung tersentak kaget, dan bayangan yang tidak tidak-tidak pun langsung berseliweran dalam otaknya. Bayangan tentang nganu-nganu tentunya.


"B-buat apa beli itu?" tanya Boy gugup, karena ia sedang membayangkan adegan aye-aye dengan Emil. Boy tidak menyangka jika Emil menginginkan hal yang sama dengannya, yaitu mantap-mantap. Astaga akhirnya ... akhirnya burung bangau miliknya akan terbang menuju sarang. Yessss .... dan acara minum susu pun akan dimulai malam ini, pikir Boy senang


"Buat hp," jawabnya polos.


"Haahh ... jadi ..." Boy bahkan tidak sanggup melanjutkan ucapannya. Ia merasa malu, bahkan bangau yang barusan tiba-tiba bangun pun kembali menunduk saking malunya sudah salah sangka dengan ucapan Emil.

__ADS_1


Astaga baru saja bayangan indah dan harapan terbentang dengan luasnya, akan tetapi tiba-tiba mimpi indah itu di patahkan begitu saja oleh Emil.


"Ahh ya ampun ..."


__ADS_2