
Pagi harinya, Bintang merasa seluruh tubuhnya sangat sakit akibat pergulatannya dengan Emran semalam. Tidak bisa dipungkiri titisan bakul nasi itu memang sangat wow semalam, hingga Bintang tidak bisa berkutik dibuatnya. Mengingat kejadian semalam membuat Bintang malu-malu kambing, dimana ia begini dan begitu dengan Emran.
Perlahan Bintang bangun dari ranjangnya, ia melihat sekeliling ternyata suaminya itu tidak ada. Kemana pikir Bintang, seenaknya saja dia meninggalkan Bintang dengan kesakitannya. Padahal ia berharap jika paginya ia akan diperlakukan layaknya tokoh-tokoh novel yang selalu ia baca. Saling pandang-pandangan, senyum-senyuman dan juga pegang-pegangan, jiaahhhh titisan es bon-bon mulai berpikiran nakal rupanya. Sayangnya suaminya itu tidak ada disampingnya membuat mood Bintang jadi kurang baik pagi ini.
"Centong nasi itu emang gak ada manis-manisnya, aku ditinggalkan begitu aja. Awas aja kalau nanti dia minta lagi, aku bakal kunci pabrik milik aku rapat - rapat," gerutu Bintang. Baru saja Bintang berhenti mengomel, Emran datang dengan membawa sarapan untuknya. Melihat itu semua Bintang menjadi terharu, ia tarik kembali kata-kata ia yang akan mengunci pabrik miliknya rapat - rapat. Justru ia akan membuka pintu pabriknya lebar - lebar untuk Emran.
"Ehh Neng Bintang udah bangun, nihh Aa bawain sarapan biar kuat menghadapi kenyataan dan menghadapi serangan. Serangan gagang sapu premium milik Aa maksudnya," ucap Emran sambil tergelak. Bintang memutar bola mata malas saat melihat Emran.
"Kok aku gak dibangunin tadi, mestinya tuh pas aku bangun kamu mesti ada di samping aku. Terus ngeliat wajah cantik aku, sambil bilang good morning sayang. Ini mah malah kemana," Bintang mencebikkan bibirnya kesal.
"Eh Jenong! Kamu tuh tidurnya ngorok kaya kambing habis kuli, aku gak tegalah bangunin kamu!" ucap Emran seperti biasa tidak pernah romantis dan menyebalkan. Benar juga, Bintang memang merasa tidurnya kali ini sangat nyenyak, mungkin efek kelelahan pikirnya
__ADS_1
"Ya udah, kalau gitu gendong dong Aa. Neng mau mandi tapi sakit banget ini," rengek Bintang, membuat Emran gemas dan ingin mengulangi kegiatannya semalam, yaitu main jungkat-jungkit.
"Dasar manja," ucap Emran sambil menghampiri Bintang dan jongkok di bawahnya, agar ia bisa menggendong Bintang dari belakang. Namun, bukannya Bintang naik, dia malah menepuk bahu Emran dengan keras.
"Astaghfirullah, punya istri seneng banget menguji iman. Kenapa Aa nya di pu kul Neng, katanya mau digendong!"
"Punya suami bener - bener gak peka, lupa ya semalam aku dibikin kaya bebek panggang! Masa digendong dari belakang sakit dong, ini aja mau jalan susah!"
"Oh iya ya, maaf ... maaf," Emran malah tergelak dibuatnya, kemudian ia pun berbalik dan kemudian menggendong Bintang ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi. Ia pun kemudian menyiapkan air untuk Bintang, dan kemudian memasukkan Bintang ke dalam bath up secara perlahan.
"Udah lumayan, nanti kamu baca novel kesukaan aku biar kamu tahu mereka sama istrinya gimana," ucap Bintang.
__ADS_1
"Males ahh ... mana ada waktu,"
"Mau pabriknya di tutup? Jangan harap bisa minum susu sama main cilukba nanti!" ancam Bintang.
"Oke ... Oke, nanti aku baca biar Aa Emran kaya Mas Regan gitu?"
"Yuppz..."
"Astaghfirullah kuat kan imanku, tapi gak apa-apa harus semangat demi kesejahteraan gagang sapu," gumam Emran.
****
__ADS_1
Malam semuanya maaf telat ya, karena hari ini Mimin sibuk buat persiapan bulan puasa besok. Biasa ya kalau istri Solehah kan mesti nyiapin makanan buat nanti sahur pertama, biar anak-anak dan suami semangat sahurnya 😅.
Selamat menjalankan ibadah puasa buat kalian yang menjalankan ya, semoga kita semua diberi kesehatan dan juga kelancaran aamiin 🤲🥰 salam sayang dari Mimin yang cantik 😘😘😘😆