
Akhirnya mereka semua pergi ke kamar untuk tidur, melihat wajah Boy yang terus tersenyum. Ega pun membisikan sesuatu padanya, " awas jangan sampe minta jatah minum susu," bisik Ega. Mendengar ucapan Ega seperti itu membuat pikiran Boy menjadi bertraveling, padahal sebelumnya ia hanya berpikir jika ia akan mencuri cium saja pada Emil. Tapi mendengar kata minum susu, membuat Boy mendadak merasa haus. Ia juga ingin minum susu langsung dari pabriknya apalagi kalau ehem-ehem sampai muntah. Andai saja itu bisa dilakukan, tapi sayangnya mereka belum dibolehkan untuk melakukan hal itu. Tidur satu kamar pun, harus ada Bintang yang jadi penengahnya. Sungguh menyebalkan pikir Boy.
"Tenang aja Pah, aku gak bakalan macem-macem sama Emil," ucap Boy, padahal dalam hati ia sudah merencanakan banyak hal dengan Emil nanti.
"Ya udah pada tidur sana, semua! Awas jangan ada yang keluar kandang ya," ucap Ega. Mereka pun akhirnya masuk ke kamar dan dengan segera tidur.
Di dalam kamar Emil, Bintang sudah mau memejamkan matanya karena ia sudah sangat mengantuk. Ia memposisikan tubuhnya di tengah sesuai dengan perintah Ega. Namun, dengan cepat Emil menggeser tubuh adik iparnya itu.
"Kamu di sana, aku mau di tengah biar bisa deket sama suami aku," ucap Emil, Bintang pun hanya berdecak dengan sebal melihat kelakuan Emil. Namun, Bintang tidak mau ambil pusing karena ia memang sudah merasa ngantuk.
"Terserah," jawab Bintang sambil bergeser posisinya.
"Makasih adik ipar,"
"Lebay, awas kalau kalian macem-macem di belakang aku. Soalnya aku gak mau pas nanti nengok ke belakang kalian lagi ehem-ehem," ucap Bintang.
"Di kira kita apaan, mau siaran langsung depan adik ipar. Ada-ada aja nih Bintang Kejora!" jawab Emil, akan tetapi Bintang tidak peduli dan langsung tidur membelakangi mereka berdua karena sudah sangat mengantuk.
"Kakak ganteng," panggil Emil. Boy tersenyum ke arah istri kecilnya ini.
__ADS_1
"Kenapa?" jawab Boy.
"Aihhh, kalau mau senyum manisnya kurangin boleh gak? Takutnya nanti aku terkena penyakit gula - gula cinta. Jiaaaaahhh, kok aku jadi malu sihh sama Kakak!" ucap Emil sambil tertawa dan menutup wajahnya dengan malu-malu kambing. Membuat Boy semakin gemas saja melihatnya, andai saja mereka sudah bisa melakukan hal itu. Sudah bisa dipastikan jika sekarang Emil akan dibuat eheeemm oleh Boy.
"Kamu juga jangan godain Kakak, bisa gak? Kakak takut iman Kakak lemah," jawab Boy.
"Kalian lupa ya, di sini ada jomblo yang masih suci," ucap Bintang yang terganggu oleh suami istri itu. Boy dan Emil pun malah tertawa dan tak lama mereka pun langsung tertidur.
"Tang, kamar di kunci kan ya?" tanya Emil.
"Aman, nihh kuncinya juga jawab Bintang dana menunjukkan kunci kamarnya.
"Dengan senang hati," jawab Boy dan kemudian menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. Emil pun langsung menelusupkan kepalanya di dada bidang suaminya yang terasa hangat. Dan akhirnya mereka pun tertidur.
*
*
Namun, di tengah malam Boy terbangun dan melihat adik dan istrinya sudah terlelap. Sebenarnya dari tadi ia tidak bisa tidur karena keberadaan Emil dalam pelukannya, membuat sesuatu terbangun di balik kegelapannya.
__ADS_1
Boy pun kemudian membelai wajah cantik Emil, dan menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah cantiknya. Diusapnya pipi mulus dan lembut itu, setelah itu ia menyentuh bibir kecil milik Emil dan karena ia tidak bisa menahannya. Akhirnya Boy pun membenamkan bibirnya di bibir mungil Emil dan menyesapnya perlahan.
Emil yang sedang tertidur pun terbangun karena merasa ada yang menciumnya. Saat matanya terbuka, pandangannya beradu dengan mata Boy. Emil pun tersenyum dan membelai lembut wajah Boy.
"Kakak," panggilnya perlahan.
"Kakak kangen sama kamu,"
"Aku juga," jawab Emil dengan suara paraunya, hingga akhirnya mereka berdua pun berciuman kembali. Namun kali ini ciuman mereka agak panas karena tubuh mereka sama-sama terasa terbakar oleh gair4h, tapi mereka mencoba untuk menahannya dan tidak melakukan hal yang lebih. Meskipun sebenarnya mereka berdua sama-sama menginginkannya.
Emil sempat terkejut saat tangan Boy mulai bermain nakal, dan mencoba menyentuh buah mangganya. Ingin Emil menolak akan tetapi tubuh dan pikirannya ternyata tidak sejalan. Hingga akhirnya Emil pun diam dan menikmati semuanya, sebelum akhirnya mereka pun tertidur kembali.
*
*
*
Sabar ya Boy, nanti ada waktunya kamu ehem-ehem sama Emil 😌
__ADS_1