Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 56


__ADS_3

Ega yang sedang berkumpul dengan trio Bbc dikejutkan dengan panggilan telepon dari Emil yang mengatakan jika menantunya akan tidur menggunakan selimut tetangga. Jantung Ega hampir saja keluar saking terkejutnya. "Wah titisan Marimar cari masalah?" tanya Ega dibalik teleponnya.


"Oke... Oke, nanti Papa kesana," ucapnya pada Emil, sedangkan Beni dan Raga hanya menyimak apa yang diucapkan oleh sang ketua kelompok bakul nasi.


"Kenapa?" tanya Raga.


"Anaknya es bon-bon lagi macem-macem," jawab Ega.


"Kenapa si Boy?"


"Katanya mau bobo pake selimut tetangga,"


"Apa!" jawab Beni dan Raga serempak.


"Jadi penasaran selimutnya kaya gimana?" tanya Beni.


"Kita otw kan!"


"Oke, kita bersiap lihat selimut tetangganya. Apa betul bisa menghangatkan Boy. Kalau bener sampe terjadi, aku sunat tuh mantu," ucap Ega.


Di rumah Boy yang khawatir karena istrinya mengadu pada sang papa mertua yang semua orang tahu jika ia bicara akan terdengar seperti petasan sunat. Bisa bahaya jika itu sampai terjadi, lagi pula Boy hanya bercanda karena tidak mungkin ia akan memilih Shella dibandingkan dengan Emil.


"Mil, kamu serius panggil Papa Ega?"

__ADS_1


"Sepuluh rius malah," jawabnya santai.


"Kamu tega sama aku?"


"Kamu juga tega sama aku!"


"Becanda Mil, gak mungkin aku bakal gantiin posisi kamu sama orang lain. Apalagi sama Shella si jelangkung," Namun, Emil tidak menjawab ucapan Boy, hatinya kini sedang kesal karena ia sangat cemburu Shella menjadi tetangganya. Dan lelucon Boy sungguh membuat mood Emil berantakan. Saat sedang berpikir bagaimana merayu Istrinya ini, terdengar suara bel rumah berbunyi. Itu artinya Ega benar-benar datang. Dan setelah dilihat ternyata bukan hanya mertuanya yang datang, tapi juga Papanya dan juga si legendaris corong merah pun ikut hadir. Astaga habislah sudah Boy kali ini.


"Pah ..." sapa Boy. Ega pun langsung masuk dan duduk di ruang tamu tanpa dipersilahkan oleh Boy. Emil pun langsung tersenyum saat melihat papa Kesayangannya datang, sudah Emil duga jika Ega pasti akan datang. Ia tidak akan pernah membiarkan anak Kesayangannya bersedih.


"Pah, Emil kangen." ucapnya sambil memeluk Ega.


"Kenapa anak cantik Papa sedih, beneran itu titisan Marimar mau bobo pake selimut tetangga?" tanya Ega, sedangkan Boy yang mendengarnya merasa takut jika Ega akan marah padanya, atau yang lebih menyeramkan adalah jika Ega membawa putri kesayangannya pulang.


"Boy," panggil Beni.


"Iya Pah,"


"Tetangga baru kamu Shella?" tanya Beni, Boy pun mengangguk. Beni yang memang tahu siapa Shella karena ia memang bekerja di kantornya pun langsung tertawa. "Kalau mau cari selimut itu yang menghangatkan bukan yang menyakitkan!" ucap Beni sambil tertawa.


"Tahu nih, titisan Marimar. Triplek mau dijadiin selimut emang gak sakit!' seloroh Raga si penggemar es batu.


"Kalian udah lihat?" tanya Ega.

__ADS_1


"Udahlah, orang dia lagi duduk di depan rumahnya sambil melongok terus kesini," jawab Beni.


"Iya, kayanya lagi nungguin orang yang bakal jadiin ia selimut," sambung Raga sambil tertawa.


"Pah, ini semua salah paham aku gak mungkin selingkuh. Aku cinta banget sama Emil," ucap Boy, Ega pun tahu jika menantunya ini memang sangat mencintai putrinya. Hanya saja sifat Emil masih kekanak-kanakan, dan juga kalau ia cemburu persis seperti Erina yang tidak akan main-main menutup pabriknya jika ia kesal pada Ega. Jadi Ega sangat paham dengan apa yang di rasakan oleh Boy saat ini.


"Papa tahu, papa kesini cuman pengen mastiin aja. Tapi awas aja kalau sampai bener kamu selingkuhin Emil, siap -siap aja itu Boy Junior keekkkk..." ucap Ega sambil memperlihatkan gaya menyayat leher pada Boy. Setelah itu mereka mengobrol sambil bercanda bersama, apalagi trio Bbc selalu membuat ramai dimana pun berada. Mereka juga merindukan saat-saat bersama saat masih berkumpul bersama.


"Kayanya rumah yang di pinggir masih kosong?" tanya Beni.


"Iya, memang blok sini masih banyak yang kosong Pah." jawab Boy.


"A Ega, kayanya rumah itu cocok buat Emran sama Bintang Kejora," ucap Beni.


"Tanya aja dulu anaknya mau gak?" jawab Ega santai.


"Yang pinggirnya lagi buat si Rafa aja," ucap Raga.


"Emang dia udah nikah?" tanya Ega.


"Dia emang belum nikah, tapi tiap hari sama anak perawan si Mentari. Khawatir tahu gak, mereka udah kaya sendal kiri kanan. Selalu sama-sama kemana pun mereka pergi," jawab Raga


"Bener juga, setia banget itu titisan corong merah sama Sachiko," sambung Beni, hingga mereka pun terus mengobrol sampai malam saking asiknya. Mereka semua tidak tahu saja jika ada yang kedinginan di luar karena ingin melihat Boy dari dekat. Sia-sia sudah, ia memakai pakaian seksi malam-malam dan duduk di teras berharap Boy keluar dan melihat body ratanya. Sungguh sial memang nasib jelangkung ini.

__ADS_1


"Sia-sia duduk di luar sampe masuk angin! Boy gak nongol-nongol, gak tahu apa ada bidadari yang lagi nunggu ditengok dari tadi!" gerutu Shella sambil menepuk-nepuk tangan dan kakinya yang terkena gigitan nyamuk nackal.


__ADS_2