Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 23


__ADS_3

Saat Emran dan Bintang hendak berangkat titisan corong merah baru saja keluar dari rumahnya, dia melihat ke arah Bintang dan juga Emran yang hendak berangkat bersama. Sejenak Rafa merasa aneh jika Bintang Kejora pergi ke sekolah bersama dengan centong nasi.


"Bintang kejora! Tumben akur sama centong nasi?" tanya Rafa sambil mengeluarkan motornya.


"Centong nasi lagi dapat hidayah katanya," jawab Bintang asal.


"Oh pantesan, aku kira centong nasi keracunan tiba - tiba mau berangkat sama Bintang kecil di langit yang biru," ucap Rafa sambil bernyanyi.


"Udah jangan nyanyi, kasian kodok yang lagi cari nafkah mereka pada balik lagi denger corong merah nyanyi, serem katanya, merusak gendang telinga mereka yang imut!" ucap Emran terbahak.


"Emang pernah liat kuping kodok sebelah mana? Lagian mereka gak bakal kabur, justru suara aku tuh penyemangat. Karena suara aku itu merdu seperti burung - burung yang berkicau," ucapnya dengan puitis.


"Penyemangat apa? Pertanda buruk mah iya," jawab Emran. Saat sedang asik bercanda, Surya pun keluar dari rumahnya bersama dengan Sachi.


"Eh Nak Rafa, bisa barengan sama Sachi gak berangkat sekolahnya?" tanya Surya, karena ia melihat Emran dengan Bintang. Padahal tadinya Surya akan menitipkan Sachi pada Emran, dan Rumi sudah mengatakannya tadi pada Erina.


"Oh boleh-boleh, kebetulan jok Aa kosong. Karena Bintang kejora dapat hidayah dari centong nasi," jawab Rafa sambil tertawa. Surya pun tersenyum melihat titisan trio Bbc yang jika bicara memang selalu terdengar ramai di telinga.

__ADS_1


"Sekalian isi hatinya juga boleh, Om! Jiaaaaahhh," titisan corong merah mendadak malu-malu kambing pada sang Surya yang selalu bersinar ini.


"Kamu ini ya," Surya tersenyum dan tidak mengambil hati guyonan dari titisan corong merah ini, karena ia sudah tahu jika mereka itu memang suka sekali bercanda.


"Ya udah, ayo Hachiko naik jangan lupa salim dulu sama Papa," ucapnya pada Sachi.


"Gak kamu, gak Emran sama-sama otaknya keseleo," protes Sachi.


"Gak boleh gitu sayang, Rafa sama Emran sudah baik sama kamu. Kamu juga mesti baik sama mereka. Ya sudah hati-hati ya," ucap Surya. Sachi pun kemudian naik ke atas motor Rafa dan siap untuk berangkat bersama.


"Waalaikumsalam," jawab Surya dan melambaikan tangan pada mereka berempat. Tanpa Surya sadari trio Bbc sedang melihat ke arahnya sambil menahan tawa. Karena melihat Mentari pagi itu melambaikan tangannya dengan sangat imut kepada anak-anak mereka.


"Udah jangan terlalu lama melambaikan tangannya, di depan kamu gak ada kamera," ucap Raga yang baru keluar rumah dan hendak berangkat bekerja.


"Aku cuma dadaaahhhh aja sama mereka," jawab Surya polos.


"Imut banget sihh," ejek Beni sambil terbahak ke arah mantan rivalnya itu. Ia juga baru saja keluar dari rumahnya.

__ADS_1


"Curiga nih Mentari pagi bapaknya Teletubbies, imut banget soalnya," sambung Ega. Mereka semua pun tertawa, Surya kini sudah mulai terbiasa dengan ucapan-ucapan trio Bbc yang memang seperti petasan banting. Selalu terdengar berisik jika pita suara mereka mulai bekerja. Tapi tak apa, mereka semua baik pikir Surya.


"Aku gak nyangka ternyata di mata kalian aku ini adalah seorang Papa yang manis," ucap Surya tersenyum malu-malu kambing.


"Astaghfirullah, Bon ada kantung muntah gak perut mendadak mual nihh," ucap Raga, ia merasa geli dengan sikap dari Surya yang sok imut itu.


"Gak punya, masukin saku aja dulu!" jawab Beni.


"Tangan Aa juga sampe merinding nihh liat!" ucap Ega, dan dengan bodohnya mereka pun menghampiri Ega yang memperlihatkan tangannya pada mereka.


"Kenapa emangnya?" si corong merah pun penasaran pada bakul nasi ini.


"Karena terharu liat Papa yang manis, jiaaaaahhh ...!!!" Mereka semua pun terbahak-bahak setelah mendengar ucapan Ega. Hingga pagi-pagi yang seharusnya tenang pun terasa ramai jika trio Bbc sudah berkumpul.


***


Jangan lupa dukungannya ya, dengan like dan juga komentar serta gift dan juga vote 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2