
Setelah mendapat kode dari sang tetangga jika mereka sudah siap, akhirnya rombongan lamaran dari tetangga ke tetangga pun akhirnya sampai di rumah tetangga. (Ya ampun memang belibet kalau udah urusan sama tetangga 😌). Rombongan trio Bbc beserta keluarga besar dari Raga dan juga Nurma pun sudah berkumpul semua di rumah sang mentari pagi yang menghangatkan hati.
Acara pun dimulai dari pembukaan, baca doa dan kemudian dilanjutkan dengan acara tukar cincin. acara disambut dengan meriah dari kedua pihak keluarga, mereka sangat bahagia rupanya jika titisan corong merah dan titisan Mentari pagi menjadi pasangan suami istri. Dengan ini mereka berharap jika corong merah sadar dan tidak menggunakan lagi es batu sebagai pengganti air. Apalagi sampai menggoreng mentega di atas minyak panas, karena itu membuat otak yang melihat kejadian itu pun ikut memanas, ya ampun...
"Alhamdulilah akhirnya sah juga Sachiko," ucap Rafa bahagia.
"Sah dari mana, belum sah belum serah terima." timpal Emran.
"Bener, belum ijab kabul juga. Kasihan banget tuh gagang sapu gagal launching," sambung Ega. Membuat semua orang jadi tertawa dibuatnya.
"Lagian, main sah - sah aja nih bocah. Ngebet banget pengen nikah!" ucap Papa corong merah.
"Gak tahan Pah, masa gitu aja gak ngerti." jawab Rafa tidak terima.
"Gak tahan apa emangnya?" tanya Sachiko.
"Gak tahan pengen cepet-cepet belah buah kesemek," jawab Beni.
__ADS_1
"Oh... nanti kita beli aja di pasar. Kebetulan aku juga penasaran pengen tahu rasanya buah kesemek," jawab Sachi.
"Emmm, ketularan es bon - bon nih Neng Lola." ucap Ega.
Setelah acara selesai mereka tidak langsung pulang dan masih betah mengobrol, apalagi para suami mereka sepertinya sangat betah membicarakan tentang bisnis yang kini sedang mereka jalani. Dan untuk para istri, mereka sedang saling sharing tentang konsep pernikahan Rafa dan juga Sachi. Sedangkan anak-anak titisan Bbc, kini mereka juga sedang berkumpul dan mengobrol tentang hal yang sama sekali tidak penting.
"Entar kita jadi tetanggaan ya, rumah depan Bintang sama Emran udah Papa beli," ucap Rafa tiba - tiba.
"Woaahh, sampingan sama Neng jelangkung dong," jawab Emil.
"Itu yang ngefans sama suami Emil terus sekarang caper sama suami aku," jawab Bintang.
"Oh yang badannya kaya cicak?" tanya Sachi memastikan, lalu mereka semua pun mengangguk.
"Tenang aja kalau dia yang jadi tetangga mah, aku gak takut."
"Kita juga gak takut, cuman sebel aja tiap hari gedor - gedor rumah cuman mau pamer telor ceplok," ucap Emil kesal.
__ADS_1
"Jangan risih sama telor ceplok, selama kita punya buah mangga yang manis dan segar kenapa mesti khawatir, iya kan Raf. Kamu juga jangan sampe tergoda sama pesona telor ceplok, karena kamu punya buah mangga," ucap Sachi.
"Udah jangan ngomongin itu Sachiko," ucap Rafa pada Sachi.
"Loh emang kenapa? Aku kan lagi wanti-wanti kamu supaya jangan tergoda sama rumput kering tetangga," jawab Sachi.
"Masalahnya bukan itu, ntar kalau aku haus gimana kan bahaya,"
"Kalau haus mah ya tinggal minum aja apa susahnya," ucap Sachi tanpa tahu apa yang dimaksud oleh Rafa. Mendengar jawaban Sachi membuat hati Rafa mendadak berbunga-bunga. Karena dalam bayangannya Sachi memperbolehkannya minum susu murni sebelum di beri lebel.
"Beneran boleh minum?" tanya Rafa tidak percaya, sepertinya ia lupa jika Sachiko juga memiliki kemampuan otak yang dibawah rata-rata. Bahkan memahami ucapannya saja dia belum bisa.
"Iyalah, kalau haus tinggal minum kalau lapar ya makan. Dan kalau ngantuk kamu mesti tidur," jawab Sachi tanpa merasa bersalah karena sudah membuat Rafa shock karena gagal minum susu.
"Huuhh .... sudah kudugong ..." ucap Rafa.
***
__ADS_1