Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 47


__ADS_3

Karena kesal pada Bintang, akhirnya Emran pun tidak mengeluarkan suaranya. Ia tidak mau bicara pada Bintang, biar saja untuk hari ini ia akan mendiami Bintang walaupun itu akan berpengaruh pada multivitaminnya dan sumber nutrisinya. Karena itu berarti Emran akan kehilangan jatah minum susunya malam ini.


Tapi tak apa itu adalah bukti dari rajukan Emran yang cemburu, tapi mulutnya kaku untuk mengatakan itu semua. Karena ia sendiri masih merasa aneh dengan perasaan yang ia rasakan pada Bintang, apa itu cinta, cemburu atau apa. Yang jelas ia tidak tahu apa perasaan yang sebenarnya pada Bintang. Hanya ia tidak suka jika ada pria lain yang mendekatinya.


Bintang merasa aneh pada Emran yang tidak mau bicara dengannya, padahal ia merasa jika mereka berdua tidak ada masalah. Anehnya, Emran tidak mengeluarkan suaranya sejak mereka pulang bersama dari kampus. Suaminya ini bahkan tidak menjawab saat ditanya oleh Bintang dan tidak mau mengatakan apa-apa padanya.


"Emran, kamu kenapa sih kok gak mau ngomong sama aku?" tanya Bintang. Bahkan sampai setelah makan malam pun suami dari Bintang Kejora ini tidak mau mengeluarkan suaranya, barang sedikit pun.


Tanpa mempedulikan Bintang, Emran terus saja mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh Ega padanya. Sikap Emran yang seperti itu membuat Bintang merasa tidak nyaman, ia tidak biasa melihat suaminya yang cerewet mendadak menjadi sangat pendiam.


"Kamu marah sama aku?" tanya Bintang, tapi centong nasi masih asik dengan pekerjaannya.


"Kamu sariawan?" tanya Bintang lagi, tidak menyerah. Ia berharap Emran bisa mengeluarkan suaranya walaupun hanya sebatas deheman saja, tapi nyatanya Emran sama sekali tetap tidak mau mengeluarkan suaranya, jangankan bicara melihat wajah Bintang saja Emran bahkan tidak mau.


"Emran!" panggil Ega dari luar kamar.


"Iya Pah," jawab Emran, mendengar Emran menjawab panggilan papanya dan malah mengabaikan dirinya sejak tadi membuat Bintang menjadi kesal.


"Kamu bantuin dulu Papa, Papa tunggu di ruang kerja." ucap Ega.


"Iya Pah, nanti aku kesana."

__ADS_1


"Oke Papa tunggu," tak lama setelah itu Emran pun membereskan peralatan kerjanya dan kemudian pergi ke ruang kerja Ega. Sekali lagi Bintang dibuat kesal oleh suaminya ini.


Untuk menghilangkan rasa kesalnya, Bintang pun kemudian menelepon Emil. Ia ingin bertanya pada Emil tentang apa yang terjadi pada Emran. Siapa tahu Emil bisa memberikan solusi padanya. Meskipun pada awalnya Bintang ragu harus bertanya pada Emil, tapi itu lebih baik dari pada ia bertanya pada Sachi yang bahkan tidak tahu apa-apa. Sachi bahkan tidak punya pengalaman apa pun, tentang pacaran apalagi tentang pernikahan pikir Bintang.


"Ada apa nih, nelpon malem-malem?" tanya Emil.


"Emang kenapa? Kamu lagi ehem-ehem?"


"Aihh, enggak lah. Kalau udah mulai gak mungkin aku angkat telpon dari kamu,"


"Aku mau cerita nih," rengek Bintang.


"Jadi gini Emran ..." Bintang pun kemudian menceritakan perihal Emran yang mendiamkannya. Tentu saja Emil tahu tentang itu, karena ia melihat kakaknya kesal saat Bintang menerima pemberian Bastian dengan senangnya tanpa memikirkan perasaan Emran sebagai suaminya.


"Emang cuman gara-gara itu aja Emran marah?"


"Cuman kamu bilang? Eh Juminten ... yang namanya suami kalau istrinya dideketin sama cowok lain pasti marah lah. Aku aja gak terima Kak Boy di deketin sama orang-orangan sawah. Emran juga sama kali!" jawab Emil dengan sewot.


"Terus aku mesti gimana?"


"Jauhin tuh si pororo biarin dia nyari hello Kitty buat temen mainnya! Dan kamu fokus aja sama Emran, bujuk dia supaya dia gak marah lagi sama kamu," ucap Bintang.

__ADS_1


"Cara bujuknya gimana, ngomong aja dia gak mau udah mirip sama orang sariawan aja!" kesal Bintang.


"Kamu pergi sana ke kamar aku, buka lemari aku dan ambil di laci paling bawah. Ambil yang warna merah, terus kamu pake."


"Apaan?"


"Udah sana jangan banyak tanya, mau Emran baik lagi gak?"


"Oke... oke." jawab Bintang, kemudian Bintang pun pergi ke kamar Emil dan mengambil barang yang diminta oleh Emil yang menurut adik ipar rasa kakak iparnya itu, benda itu akan mampu membujuk Emran.


Bintang pun mulai mencari barang yang diminta oleh Emil, dan alangkah terkejutnya saat Bintang menemukan barang yang diminta oleh Emil.


"Ya ampun, Emil ada-ada aja nih. Kenapa saringan nasi disimpen di lemari segala coba?"


*


*


*


Hadeewww Bintang ... itu cara kamu biar bisa taklukin Emran, pake jurus hame-hame 😑😌

__ADS_1


__ADS_2