Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 55


__ADS_3

Sore ini Boy pulang kerja seperti biasanya, tapi saat sampai di rumah ia melihat wajah istrinya yang sangat kusut entah karena apa. Boy ingin bertanya apa istrinya ini sedang punya masalah atau bagaimana. Tapi ia menunda pertanyaannya, karena ia ingin mandi dulu. Tubuhnya juga terasa lelah, jadi Boy memutuskan untuk mandi saja dahulu agar tubuhnya terasa lebih segar. Karena menghadapi mood Emil yang buruk Boy harus menyiapkan fisik dan juga mentalnya.


Di bawah Emil menyiapkan makan malam untuk suami tercintanya, ia terus menggerutu dalam hati jika mengingat Shella yang kini menjadi tetangganya. Ia berpikir mungkin setiap hari ia akan adu mulut bahkan mungkin adu kemampuan untuk saling melawan.


"Ya ampun jadi pengen nyoba makan tetangga crispy, enak kali ya." gumam Emil. "Kamu lagi ngomong sama siapa Mil?" tanya Boy yang kini sudah terlihat tampan paripurna dan siap menerima kekesalan Emil, ia baru saja selesai mandi dan turun ke bawah untuk makan malam dengan memakan masakan Emil yang tidak terlalu enak. Tap tak apa, yang penting Emil sudah berusaha dan Boy sangat senang melihatnya.


"Aku lagi ngomong sama angin, soalnya mau ngomong sama rumput yabg bergoyang tapi rumputnya gak goyang - goyang!" ketus Emil.


'Sudah ku dugong, anak kesayangan bakul nasi lagi badd mood,' gumam Boy dalam hati.


"Kamu Kenapa sayang?" tanya Boy, lebih baik bertanya saja bukan daripada diam saja ia diam saja seperti suami tak peka.


"Aku lagi bete Kak, masa bibit pelakor beli rumah di depan rumah kita," ucap Emil sambil mengerutkan bibirnya kesal.


"Bibit pelakor siapa?"


"Pelakor yang mirip orang -orangan sawah itu loh, sekarang dia alih profesi jadi jelangkung," ucap Emil masih dengan nada kesalnya. Boy yang memang tidak mengerti hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kemudian ia pun mulai menyuapkan makanan ke mulutnya dan mulai makan karena perutnya sudah terasa sangat lapar. Akan tetapi ada yang berbeda dengan rasa makanan yang sedang ia makan sekarang.


"Rasa masakannya hari ini beda, Mil?"

__ADS_1


"Hari ini aku gak masak, aku beli aja lagi bete soalnya,"


"Oh pantesan rasanya enak," jawab Boy yang tidak menyadari jika Istrinya kini sudah berubah menjadi setengah devil.


"Jadi selama ini masakan aku gak enak!"


"Astaghfirullah," Boy langsung kaget kenapa ia bisa lupa jika Emil paling tidak suka rasa masakannya di protes. Alamat malam ini gagang sapu miliknys puasa, Boy sudah khawatir itu akan terjadi. Jujur saja meskipun ia merasa lelah tapi acara jungkat-jungkit harus tetap berjalan. Agar saat pagi ia bisa bersemangat saat bekerja.


"M-maaf Mil, maksudnya bukan gitu."


"Malam ini libur dulu,"


"Haahh .... gak ada keringanan Mil?"


"Emang kamu mau suami kamu direbut sama jelangkung," ucap Boy menakut-nakuti Emil. Padahal ia sama sekali tidak tertarik pada jelangkung, memiliki Emil sudah lebih dari cukup untuk Boy.


"Apa!"


"Memangnya kamu tega ngebiarin suami kamu kedinginan sama kesepian, kalau tiba-tiba selimut tetangga datang dan memberi kehangatan gimana?"

__ADS_1


"Enak aja gak boleh pokoknya, Kak Boy cuma milik Emil seorang," ucap Emil, Boy tersenyum melihat Emil yang merasa takut kehilangan dia.


"Terus?"


"Terus ya... pokoknya gak boleh sama orang - orangan sawah itu,"


"Gak jadi libur dong ..."


"Tetap libur pokoknya,"


"Kalau Kakak kedinginan gimana?"


"Pake selimut tetangga?" goda Boy, Emil pun langsung mengambil ponselnya dan kemudian entah menelpon siapa, ia terlihat menunggu jawaban di sebrang sana.


"Hallo Pah, Kak Boy katanya mau tidur pake selimut tetangga!"


"Apa!"


****

__ADS_1


Boy jangan nakal, Emangnya mau kena semprot Papa bakul nasi 😌


Maaf kalau up nya belum teratur, Mimin nya banyak kerjaan di dunia nyata 🙃


__ADS_2