
Rumah Raga
Malam ini keluarga corong merah dikejutkan oleh keinginan dari keturunan mereka yang tiba-tiba ingin menikah, padahal kuliah saja belum beres tapi ia memaksa ingin menikah. Padahal setahu Raga, jika selama ini putra mahkota Kesayangannya itu belum mempunyai seorang kekasih.
"Ini kalau ngomong itu yang bener Rafa!' tanya Raga memastikan jika pendengarannya tidak salah. Karena tiba-tiba putra mahkota corong merah minta menikah, bahkan di luar tak ada angin maupun hujan hanya ada sedikit gerimis saja.
"Beneran Pah, aku mau nikah aja. Masa di sini cuma aku yang jomblo!" rajuk Rafa pada Raga papanya.
"Hei anak corong! Ini masalahnya bukan semata-mata karena jomblo dan bukan jomblo. Tapi ini masalahnya tentang kehidupan, karena nikah itu bukan cuma melepaskan masa lajang sama kehilangan keperjakaan. Masalahnya ini tentang kehidupan di masa depan, mending kalau kalian pasangan yang cocok kalau enggak gimana? Kamu mau jadi duda!" rupanya corong merah sedang melakukan siraman rohani pada putra kesayangannya ini.
"Doain anaknya yang bagus - bagus dong Pah! Jangan doain anaknya jadi duda!"
"Yang doain kamu jadi duda siapa? Ini cuman nasihat, gimana sih! Cerna dulu omongan Papa biar kamu ngerti!" Corong merah mulai esmosi menasehati anaknya, bagaimana bisa ia tiba - tiba minta menikah padanya.
"Pokoknya aku mau nikah, Mamah kemana sih aku mau ngomong!"
"Mamah kamu lagi semedi, tunggu bentar perutnya mules katanya abis makan seblak!" jawab Raga, hingga Rafa berdecak sebal mendengarnya. Di saat penting seperti ini, ibunya malah sedang bersemedi.
"Ngomong-ngomong kamu mau nikah sama siapa?"
"Sama Sachiko lah, sama siapa lagi." jawabnya santai sambil memasukkan bakwan ke dalam mulutnya.
"Sudah ku dugong, kalau kamu pasti mau nikah sama dia,"
__ADS_1
"Emang kenapa, gak boleh?" tanya Rafa sudah siap dengan mode siaganya, jikalau papanya ini akan menolak keinginannya untuk mempersunting anak dari pasangan legendaris dari Louise Fernando dan Marimar itu.
"Bukan gak boleh cuman nebak aja,"
"Oh ... " Rafa pun melanjutkan memakan bakwan yang ada di atas meja, karena ternyata meminta untuk menikah itu butuh tenaga.
*
*
*
Rumah Boy
"Kak katanya, A Emran sama Bintang mau beli rumah yang ada di depan kita tepatnya bersebelahan sama Neng jelangkung," Mereka berdua kini sedang menikmati makan malam. Tak lupa pintu pagar dan pintu rumah mereka kunci rapat - rapat. Takut ada tamu tak diundang tiba-tiba hadir.
"Coba Sachi juga nikah aja si corong merah, terus beli rumah yang dipinggir, nanti lebih seru karena bakal tetanggaan. Terus kalau itu papan cucian macem-macem kan bisa kita keroyok, pasti seru!" Emil malah tertawa membayangkan mereka bertiga menyerang Shella si jelangkung pengganggu rumah tangga.
"Emang kamu gak berani, ngelawan dia sendiri?"
"Berani lah, tinggal pites aja gampang!" Boy hanya tertawa saja melihat Emil, sudah pasti Emil itu tidak akan pernah takut pada Shella, justru sebenarnya Shella lah yang harus takut pada Emil. Karena tingkat ke bar-barannya sudah tidak diragukan lagi. Jangankan satu Shella sepuluh orang seperti Shella pun bisa ia kalahkan, titisan bakul nasi dan Miss bar-bar Erina ini akan dengan mudah melawan musuh-musuhnya.
*
__ADS_1
*
*
Rumah Ega
"Jadi kita mau beli rumah?" tanya Bintang antusias, pasangan pengantin baru ini sedang saling memeluk di atas ranjangnya yang hangat, dan sepertinya ritual aye-aye pun akan segera dilakukan.
"Hemm ... Papa bilang gitu. Kamu mau gak, kalau rumah kita deketan sama Emil?"
"Maulah, apalagi kalau ada Sachi pasti tambah seru!"
"Syukur deh kalau kamu suka, besok kita lihat - lihat rumahnya. Sekalian main ke rumah Emil.
"Oke ..."
"Sekarang buka dulu pabriknya Aa haus," ucap Emran dan mulai mengungkung tubuh mungil Bintang.
"Pabrik apa?" tanya Bintang yang masih saja lemot hingga Emran gemas melihatnya.
"Pabrik susu Neng, Aa haus mau minum!
"Oh, bentar." Bintang pun segera membuka pabrik susu kesukaan suaminya itu. Hingga Emran dibuat senang, karena sekarang ia tidak akan pernah kehausan lagi karena sumber gizinya, selalu berada disampingnya setiap hari.
__ADS_1
****
Jangan lupa like sama komentarnya 😘😘😘