
Setelah mendengar pernyataan Boy tentang pernikahannya dengan Emil, Shella pun kemudian langsung pergi meninggalkan rumah Boy begitu saja. Ia tidak terima jika laki-laki yang selama ini menjadi pujaannya sudah menikah dengan perempuan yang ia anggap selama ini adalah adiknya. Shella benar-benar merasa di bodohi selama ini, sungguh lucu memang tapi itulah kenyataannya.
"Wahh ... udah nikah aja nihh bos muda. Kok gak bilang-bilang sama gak undang - undang juga," ucap Romi.
"Kita nikahnya udah lama, tapi baru kali ini aja tinggal serumah. Ya ... karena sesuatu hal." jawab Boy.
"Bikin malu aja nihh, tahu dia istri kamu mana berani aku minta ajakin kenalan. Tapi gaji aman kan, gak ada potongan?" tanya Ryan, ia takut jika karier nya yang baru saja di mulai itu berakhir begitu saja karena ia ingin berkenalan dengan istri bos sekaligus sahabatnya ini.
"Untuk sekarang aman, gak tahu kalau kedepannya." jawab Boy sambil tergelak, dan akhirnya mereka pun mengobrol dan melupakan Shella yang kini sedang terluka dan patah hati karena Boy sudah menikah.
Di perjalanan Shella menangis dan kecewa karena mendengar kabar pernikahan Boy, untung saja kini ia sedang berada di dalam mobil jadi tidak ada yang bisa melihatnya sedang menangis.
"Kamu jahat Boy, kamu jahat banget sama aku. Dengan teganya kamu juga gak ngasih penjelasan apapun sama aku," ucapnya sambil memu kul setir mobilnya. Padahal tadi ia sangat berharap jika Boy mengejarnya dan memberikan penjelasan tentang Emil. Akan tetapi Boy sama sekali terlihat tidak peduli padanya, ia malah membiarkan Shella pergi begitu saja. Sungguh di luar ekspektasi Shella, tahu Boy akan membiarkannya ia akan menangis di rumah Boy tadi.
*
*
__ADS_1
*
Di rumah Ega juga kini Bintang sedang berbenah barang-barangnya, karena mulai saat ini ia akan tinggal satu rumah Emran. Bukan hanya satu rumah tapi juga satu kamar dan juga satu selimut. Dan itu semua atas permintaan Emran karena ia ingin belajar menjadi suami yang baik, lebih tepatnya ingin belajar bercocok tanam yang baik agar menghasilkan bibit yang sempurna.
"Hallo Istriku! Butuh bantuan gak?" tanya Emran pada Bintang yang sedang menata pakaiannya di lemari.
"Gak usah nanti kalau dibantuin sama kamu semuanya bakal kacau, dan gak pada tempatnya." jawab Bintang.
"Acieeehhh, segitunya sama Aa." ucap Emran sambil terbahak. Namun, Bintang masih anteng membereskan pakaiannya tanpa mempedulikan Emran yang terus saja mengoceh. Setelah beberapa saat akhirnya pakaiannya pun selesai di tata, begitu juga dengan barang-barang yang lainnya semuanya sudah beres. Kamar yang dulu terlihat sangat cool, kini di hiasi dengan beberapa benda kesayangannya Bintang seperti boneka-boneka yang ia bawa dari rumahnya.
"Emran!" panggil Bintang.
"Geli mesti panggil Aa ... "
"Ayo cepetan jangan sampai kamu jadi istri durjana, manggil suaminya gak sopan."
"Oke dehh ... Aa,"
__ADS_1
"Apa sayangku ..." jawab Emran tapi Bintang malah terbahak mendengarnya, entahlah ia merasa lucu saja tentang hubungannya dengan Emran. Sedari kecil mereka bersama, bermain dan menghabiskan waktu bersama - sama. Hingga sudah tidak ada kecanggungan lagi diantara mereka berdua. Dan kini selama bertahun-tahun mereka sudah menjadi suami istri, tapi mereka merasa masih seperti sahabat saja.
"Aa Neng haus sama lapar,"
"Terus mau Aa suapin pake sendok semen begitu Neng,"
"Aihhh bukan gitu Aa, Neng mau makan seblak sama jus jeruk. Aa beliin dong." ucap Bintang.
"Terus nanti Aa dapat apa?" tanya Emran yang masih anteng dengan pekerjaannya.
"Nanti Aa Neng kasih minum susu murni, mau gak?" ucap Bintang dengan sengaja menawarkan benda kesukaan suaminya itu. Dan untuk Emran, mendengar kata minum susu ia sangat senang karena bayangan ehem-ehem sudah ada di pelupuk mata.
"Oke Neng, Aa beliin. Aa jadi semangat dengernya kalau dikasih susu murni cap kacamata," ucap Emran sambil tertawa. Tanpa mereka sadari obrolan mereka berdua terdengar oleh Ega karena pintu kamarnya Emran memang terbuka.
"Astaghfirullah punya istri, anak sama mantu omesnya gak ada lawan emang," gumam Ega.
***
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya 😘😘😘