
"Kok bisa!" tanya semua orang serempak.
"Kayanya ada yang jail bikin video kalian pas lagi eheeemm-eheeemm!" ucap titisan corong merah dengan wajah seriusnya. Satu tepukan keras dari Emran langsung mengenai kepala Rafa.
"Siapa yang ehem-ehem, orang kita cuma itu-itu," sanggah Emran.
"Itu-itu apa! Itu bikin masalah namanya dong - dong!" kesal Ega, karena masalah anaknya menjadi runyam.
"Gak sengaja Pah, abisnya Bintang Kejora ngajakin ... Jadinya aku mau deh," jawab Emran. Jawaban Emran sungguh membuat Ega emosi jiwa, santai sekali jawaban putra mahkota bakul nasi ini.
"Gak sengaja ya? Penasaran juga ... kenapa gak nikah aja sekalian sama titisan es bon-bon! Biar halal! Kan enak mau ehem-ehem juga, tinggal masuk kamar terus kunci pintunya. Asik kan!" cetus Ega dengan sangat kesal pada kelakuan putranya itu.
"Kata siapa kalau udah halal tinggal masuk kamar terus kunci pintu, aku aja sama Kak Boy gak bisa ehem-ehem sampai sekarang. Mau bobo bareng juga mesti dijagain sama adik ipar, gak asik banget kan?" jawab Emil.
__ADS_1
"Astaghfirullah, Emily!" Papa bakul nasi mulai frustasi dengan keadaan ini.
"Aku gak nyangka, kita bakal besanan lagi," ucap Beni akhirnya buka suara. Es bon bon dingin ini ternyata lebih pasrah dan lebih ikhlas dari pada Ega. Jika Ega sangat emosi dengan kabar yang tidak baik ini, lain halnya dengan Beni yang terlihat santai seolah semua ini biasa-biasa saja. Meskipun yang sebenarnya dalam hati Beni, kini ia sedang merasa bingung. Bahkan otaknya terasa bagai benang kusut. Akan tetapi semua ini sudah terjadi, tidak ada cara lain selain pasrah dan juga ikhlas. Dan waktu pun tak akan pernah kembali. Jadi untuk apa ia pusing memikirkannya.
"Masalahnya bukan itu, Bon! Bisa gak sih serius menghadapi masalah ini," ucap Ega mengacak-acak rambutnya. Erina pun mencoba menenangkan Ega dengan mengusap lembut bahu kekarnya.
"Yang sabar A, aku juga gak nyangka semua ini bakal terjadi sama keluarga kita," ucap Erina sedih dan kini ia pun menyandarkan kepalanya di bahu Ega. Ega yang paling tidak tahan melihat Erina bersedih pun langsung membalikan tubuhnya dan segera memeluk Erina.
"Kenapa gak kurang gula aja A, biar manis gitu. Ini mah malah kurang asem, bikin aku sesak otak." ucap Erina. Pandangan Ega semakin tajam melihat kedua anaknya.
"Kalian berdua denger! Mamah kalian marah dan sakit hati sama kelakuan kalian! Papa juga kecewa sama kamu A, sama Emil juga!" sentak Ega, hingga kedua anak-anak bakul nasi itu menunduk malu pada kelakuan mereka. Mereka berdua berjanji akan mencari pelaku yang sudah mengambil gambar mereka dan juga menyebarkannya.
Akhirnya malam ini pembahasan masalah pun tidak mendapatkan solusi, yang ada malah mereka semua tanlmbah frustasi. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka semua sudah pasrah, karena dalam waktu sekejap video itu sudah dilihat oleh ribuan viewer dengan berbagai komentar yang sangat menyudutkan pelaku. Bagaimana tidak perbuatan yang mereka lakukan tidak ada benarnya sama sekali m Bahkan tak jarang dari mereka yang mengetahui siapa pelakunya dan dari sekolah mana. Sudah pasti Ega dan juga Beni akan kembali dipanggil ke sekolah besok.
__ADS_1
"A Ega ... " panggil Erina.
"Apa sayang," jawab Ega sambil membelai lembut rambut Erina.
"Kayanya kita bakal hajatan sebentar lagi," ucap Erina dengan lemas. Ega pun langsung menghela napas kasar.
"Kayanya kita bakal besanan lagi sama es bon-bon,"
***
Maafkan terlambat up ya, kemarin Mimin sempet drop jadi gak bisa update 🥺 buat yang nunggu cerita yang lainnya, sabar ya. nanti Mimin usahakan kok ❤️❤️❤️
__ADS_1