Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 61


__ADS_3

Malam tengah berganti siang, cahaya bulan yang menyejukkan jiwa kini telah berganti dengan sinar matahari yang menghangatkan hati. Burung-burung terdengar berkicauan saling menyahut, sangat merdu. Pagi ini adalah seorang pagi pertama untuk Bintang dan Emran di rumah barunya. Sangat damai, sepi tidak ada suara Erina yang selalu sibuk pagi - pagi dan juga tidak ada suara Ega yang terdengar seperti alarm d pagi hari. Pagi ini benar - benar damai.


"Neng bikinin Aa kopi ya, Aa tunggu di depan. Mau sambil cari udara segar." ucap Emran pada Bintang yang tengah membuat sarapan di dapur. Mulai hari ini, ia harus menjadi istri teladan yang mampu melayani suami di dapur dan juga di kasur.


"Maksudnya di teras depan atau di ruang depan?" tanya Bintang.


"Di teras Neng, kan Aa bilang mau sambil cari udara.". ucapnya sambil mengotak-atik ponselnya, entah sedang apa centong nasi ini.


"Gak takut sama Neng jelangkung?"


"Neng jelangkung apa? Mana ada hantu pagi - pagi, kecuali kalau dia kesiangan bangun," jawab Emran.


"Terserah deh, tunggu aja sana. Aku bikinin dulu kopi nya,"


Emran pun kemudian pergi ke teras depan, di sana memang sangat nyaman. View nya meskipun sederhana tapi sangat menyejukkan pandangan, hanya saja Emran tiba-tiba ada yang mengawasi. Ia pun mengedarkan pandangannya, karena merasa tidak nyaman. Saat ia mengangkat kepalanya, Emran dikagetkan oleh penampakan wanita berambut panjang dengan menggunakan pakaian tidur yang tipis berwarna meras. Yang memperlihatkan pabrik susunya yang rata.


"Astaghfirullah ... " Emran terjingkat kaget saat pandangannya beradu dengan Shella si tetangga gatal.

__ADS_1


"Tetangga baru ya?" tanya Shella pada Emran, yang tengah shock melihat penampilannya yang setengah badan itu.


"I-iya ... " jawab Emran gugup.


"Kenalin, aku Shella. Tetangga kamu, di sini masih perumahan baru dan dan masih belum banyak penghuninya. Jadi kalau butuh bantuan kamu tinggal panggil aku aja," ucapnya sambil tersenyum pada Emran. Tadinya Shella seperti biasa menunggu sang pujaan hati keluar rumah. Jadi, ia dengan sengaja menggunakan pakaian yang sangat tipis. Berharap Boy melihat tubuhnya yang rata itu. Akan tetapi, sang pujaan hati tak memperlihatkan batang hidungnya membuat Shella kesal. Ia bahkan rela masuk angin, akan tetapi pria pujaan hatinya tak keluar dan melihat keseksiannya itu. Menyebalkan ...


Akan tetapi, hatinya yang kesal terobati saat ia melihat tetangga barunya yang juga sangat tampan. Masih muda, hidung mancung tubuh tinggi dan tegap membuat Shella mendadak kedinginan dan berharap mendapatkan pelukan dari sang tetangga baru.


Bintang pun keluar dengan segelas kopinya yang siap ia hidangkan dengan beberapa camilan, agar suaminya semakin menikmati pagi pertama yang indah ini. Akan tetapi, Bintang merasa kesal saat melihat pemandangan yang merusak matanya. Dimana ada pabrik susu tetangga yang buka pagi-pagi, nampan yang berisi kopi dan cemilan itu tak jadi ia bawa k teras. Dan Bintang menyimpannya di meja ruangan depan saja. Ia takut kelepasan dan memandikan tetangganya itu dengan kopi yang ada di nampannya itu.


"Neng ...."


Bintang pun langsung menghampiri Emran dan menutupi pandangannya, dengan sengaja Bintang berdiri di hadapan Emran yang sedang duduk agar ia tidak melihat pabrik susu yang terbuka.


"Eh pagi - pagi itu pake baju anget, bukan pake saringan gak takut masuk angin!" ucap Bintang tanpa ragu, ia siap memberikan ceramah pagi pada tetangganya yang gatal itu.


"Bilang saja kamu iri, karena aku terlihat seksi. Iya kan?" jawab Shella

__ADS_1


"Iri? Ngapain iri, baju saringan kaya gitu mah aku juga banyak. Tapi aku pakenya pas waktu dinas aja," ucap Bintang sambil tertawa. Shella mendelik pada Bintang, saat Bintang mengatakan dinas. Karena ia juga ingin dinas malam menggunakan pakaian seksinya. Dan berharap salah satu tetangga tampannya mau mengajaknya dinas, aihhh rupanya penyakit gatal Shella sudah parah. Tidak ingin suaminya menatap lama-lama tetangga gatalnya, Bintang menarik tangan Emran untuk masuk kedalam rumah dan langsung menguncinya, tanpa mempedulikan Shella yang berdiri mematung di luar sendirian.


"Aku kan udah bilang, kalau di depan itu ada Neng jelangkung. Ini malah sengaja liatin dia, kamu suka sama pabrik susunya yang dia buka gratis!" kesal Bintang pada Emran.


"Enggak! Enak aja kalau ngomong, gimana juga aku lebih suka liat punya kamu. Selain bisa dilihat pabrik susu punya kamu itu halal buat disentuh sama diminum, lagian punya tetangga mah bukan pabrik susu. Orang tampilannya aja kaya telor ceplok, ngedemprak gitu!"


"Bohong," Bintang masih kesal rupanya. Emran yang tidak mau istrinya marah langsung menarik Bintang ke atas sofa dan mengungkungnya.


"Mau ngapain?"


"Mau minum susu Neng, Aa haus."


"Diihhh ...


****


Maaf ya kalau terlambat up, akunya sibuk banget 🙃 sambil nunggu novel ini up, kalian bisa mampir di karya aku yang lainnya. Yang udah tamat juga banyak 😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2