
Bastian shock mendengar jika Bulan sudah menikah dengan Emran, ia merasa terkejut sedih dan juga patah hati secara bersamaan. Betapa kejamnya dunia percintaan ini, hingga Bastian yang polos harus terluka sebelum mengecap indahnya dunia cinta. Benar kata pepatah jika Cinta deritanya tiada akhir ( yang pernah nonton filmnya pasti tahu siapa yang pernah bilang itu 😅)
"Hei Bazoka! Jangan pingsan dulu, ribet nanti urusannya," ucap Emran. Namun, Bastian masih tetap diam sambil menatap Bintang dengan pandangan yang sulit diartikan. Jujur saja Bintang juga merasa tidak enak, karena sudah membuat orang patah hati, sungguh Bintang tak pernah ada maksud menyakiti hati siapapun. Ia hanya senang ada orang yang memberikan makanan kesukaannya setiap hari.
"Bintangku, katakan kalau Mas Bastian ini cuma mimpi. Coba bilang kalau yang diomongin sama makhluk centong nasi ini adalah salah, tolong bilang kalau pendengaran Mas Bas yang salah," ucap Bastian lemas. Rasa marah bercampur dengan rasa geli bercampur jadi satu, saat Bastian mengatakan kata Mas Bas dan juga Bintangku. Ingin rasanya Emran mengunyah Mas Bastian ini, akan tetapi rasa mual tiba-tiba datang melanda. Karena ia tidak suka dengan makhluk yang sama-sama memiliki pedang. Karena sesungguhnya Emran hanya suka mengunyah Bintang ehh ...
"Maaf Bas ... " ucap Bintang, ia bingung harus mengatakan apa pada Bastian selain maaf.
"Dengerin Aa Emran ya Mas Bastian yang kurang beruntung, mulai sekarang jangan pernah kasih-kasih coklat lagi sama Neng Bintang. Karena Neng Bintang Aa Emran punya. Oke Mas Bas ..." ucap Emran dengan nada yang dibuat gemas pada Bastian.
__ADS_1
"Ayo Neng kita masuk, jangan jauh-jauh dari Aa. Takut ada Mas - Mas yang lainnya yang mau deketin Neng Bintang," ucap Emran sambil menggandeng Bintang untuk masuk kedalam kampus. Bintang hanya menurut saja dengan apa yang dikatakan oleh Emran, karena ia tidak mau melihat Emran marah lagi kepadanya. Karena jujur saja bintang lebih suka dengan Emran yang cerewet dan banyak bicara daripada dengan Emran yang marah kepadanya. Karena saat Emran marah , Emran hanya mendiamkannya. Dan itu terasa lebih mengesalkan daripada dimarahi oleh Emran.
"Astaghfirullah, nih hati sama ginjal kayanya pindah posisi. Kok sakit banget ini rasanya," gumam Bastian. Sachi yang baru sampai ke kampus dengan Rafa melihat Bastian dengan wajah kacaunya sambil memeluk coklat yang selalu ia berikan pada Bintang. Sachi pun memutiskan untuk bertanya pada Bastian, mungkin saja ia akan menitipkan lagi coklatnya pada Sachi. Dan Sachi seperti biasa akan meminta jatah pada Bintang.
"Hei Bas ..." panggil Sachi. Pandangan Sachi kini beralih pada Sachi yang sedang menatapnya dengan tatapan aneh.
"Kenapa?" tanya Bastian lemas.
Bastian menggelengkan kepalanya," gak usah, Bintang Emran punya. Jadi dia gak boleh lagi makan coklat ini," jawab Bastian. Sachi pun mengerti, sepertinya Bastian baru saja tahu status dari Bintang yang memang wanita bersuami.
__ADS_1
"Ya udah, dari pada coklatnya mubazir mending buat aku aja," Sachi sambil tertawa. Sayang kan coklat enak itu kalau dibuang pikir Sachi. Pandangan Bastian yang tadinya sedih kini mendadak bersemangat lagi.
"Jadi kamu suka sama aku, dan mau jadi pacar aku?" tanya Bastian sangat bersemangat.
"Haaahh ..." Sachi dibuat kaget oleh ucapan Bastian yang menurutnya tidak nyambung. Apa karena patah hati jadi sambungan otaknya agak terganggu pikir Sachi
"Gak apa-apa kalau Bintang udah nikah, kan ada kamu yang masih jomblo." ucap Bastian dan langsung saja terkena jurus cap tiga jari dari titisan corong merah yang kebetulan ada di sana. Tangannya yang gatal langsung saja menoyor kening Bastian dengan gemas.
"Hei Baskom! kalau ngomong itu pake otak jangan pake lambung, asem banget luh!" ucap Rafa yang entah kenapa tidak terima saat Bastian mengatakan hal itu pada Sachi.
__ADS_1
****
Asem banget nasib Baskom satu ini 😆😆😆