
Sejak Bastian meminta Sachi sebagai pacarnya, titisan corong merah itu mendadak kebakaran otak. Entah kenapa otaknya kini terasa panas, ia tidak rela jika Sachi memiliki hubungan dengan makhluk baskom itu. Enak saja pikir Rafa, dia yang selalu mengantar jemput Sachi dari sekolah sampai kuliah, Rafa juga yang selalu membantu Sachi untuk mengerjakan tugas - tugasnya karena otak Sachi yang minim selalu tidak mampu mengerjakan tugasnya sendiri. Tapi makhluk baskom yang menjadi pacarnya.
"Kamu kenapa sih jadi kesel sama aku?" tanya Sachi pada Rafa yang sedari mendiamkan Sachi.
"Makanya peka jadi orang," jawab Rafa yang akhirnya kini membuka suara.
"Maksudnya?" tanya Sachi yang masih belum mengerti. Rafa berdecak sebal melihatnya. Kenapa Sachi susah sekali mencerna ucapan orang. Padahal saat ini Rafa sedang dalam mode waras.
"Emang susah ya, ngomong sama orang yang otaknya cuma ada setengah porsi,"
"Setengah porsi gimana, cepetan ngomong ah aku gak ngerti!"
"Kamu kenapa diem aja pas tadi makhluk baskom itu ngajakin kamu pacaran?" tanya Rafa dengan gemas hampir saja ia menelan anak kesayangan mentari pagi itu.
"Oh itu, kan kamu yang bertindak jadi aku diem aja." jawab Sachi polos.
"Maksudnya?"
"Bilang aja otak orang lain setengah porsi, lah itu otak kamu setengah ons."
__ADS_1
"Maksudnya aku kasih tindakan apa?" tanya Rafa yang memang belum mengerti maksud dari Sachi.
"Yah corong merah amnesia ... bukannya tadi kamu toyor kening jenongnya Bas ya, sampe dia kejengkang?"
"Oh itu," Rafa kembali meminum es teh nya yang mulai dingin, (emang es teh dingin kan 😆🤣)
"Iya, padahal tadinya aku yang mau toyor jenongnya itu. Cuma.sayangnya tinggi jadi tangan aku gak nyampe,"
"Makanya tumbuh tuh keatas, ini mah ke atas enggak kesamping enggak. Stay aja di tempat, bertahun-tahun gak ada kemajuan." Sachi hanya mencebikkan bibirnya kesal pada Rafa.
*
*
*
Meskipun ia bukan makhluk romantis setidaknya ia akan menjadi pria yang bertanggung jawab. Karena Bintang adalah tanggung jawabnya saat ini, apalagi kini Emran baru sadar jika Bintang Kejora miliknya banyak di kejar-kejar oleh pria yang tampannya masih di bawah Emran. Meskipun saat ini hati Bintang tetap aman, tapi tetap saja Emran takut jika Bintang miliknya akan berpindah haluan.
*
__ADS_1
*
*
Sedangkan siang ini Emil dikejutkan oleh tetangga barunya yang ternyata adalah Shella, si pelakor dengan bulu mata anti banjir. Oh astaga sepertinya ada yang sedang mencari masalah dengan Emil, lihat saja Emil tidak akan diam saja jika jelangkung itu berusaha untuk menggoda suaminya. Emil akan pastikan jika jelangkung itu akan pergi tanpa diantar.
"Hai Emil jelek, sekarang kita jadi tetangga. Dan mulai hari ini aku akan membuat Boy jatuh cinta padaku, jadi bersiaplah untuk kehilangan Boy. Karena Boy pasti akan terpesona padaku," ucapnya dengan percaya diri. Mulut Emil yang gatal langsung saja menghampiri Shella yang mempunyai rasa percaya diri tingkat dewi itu.
"Apa terpesona? Terpesona dari mana, sampe kambing bertelur juga Kak Boy gak bakalan terpesona sama jelangkung. Ada bidadari halal di depan mata kenapa mesti tergoda sama dedemit!"
"Awas aja, Boy pasti berpaling sama aku!"
"Aku kasih tahu kamu ya, kalau kamu jadi tetangga aku siapin fisik dan mental biar gak sawan!" setelah mengucapkan hal yang membuat emosi dedemit naik turun, Emil pun pergi kembali ke rumahnya.
"Sial! Awas saja kamu!"
***
Hallo semuanya, maafkan telat up ya karena kesibukan di dunia nyata yang gak bisa aku tunda. Sambil nunggu kelanjutan cerita dari titisan trio Bbc mampir dulu di karya temen aku ya 😘😘🤗
__ADS_1