Skandal With Tetangga

Skandal With Tetangga
Bab 59


__ADS_3

Di rumahnya Rafa setiap hari mengomel ingin menikah, dan selalu minta dilamarkan Sachiko untuknya, akan tetapi Raga belum mau melamar Sachi untuk anaknya itu karena belum ada kesepakatan diantara mereka, Raga takut jika ia tiba-tiba melamar Sachi dan mendapatkan penolakan dari sang mentari pagi, itu akan sangat memalukan. Corong merah itu tidak mau terluka harga dirinya akibat penolakan yang mungkin nantinya ia akan terima.


"Mah, gimana udah beli barang-barang buat seserahan buat aku?" tanya Raga pada Nurma, Nurma yang belum mendapatkan perintah dari paduka corong merah tentu belum berani membeli barang itu. Dan kemudian pandangannya mengarah pada Raga meminta jawaban untuk anak Kesayangannya ini.


"Emang siapa yang mau lamaran?" tanya Raga santai sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya. Kini mereka bertiga sedang berkumpul di ruang makan sambil sarapan.


"Ck ... gak peka banget sih punya Papa dibilangin aku mau nikah, emang Papa mau aku jadi perjaka tua yang gagang sapunya karatan karena gak pernah di asah. Papa juga tega kalau gagang sapu aku merana setiap malam gara-gara mau main cilukba." rajuk Rafa. Raga berdecak sebal mendengar penuturan anak satu-satunya ini


"Perjaka tua dari mana, orang gagang sapu baru tumbuh juga mau main cilukba, gatel banget punya gagang sapu. Garuk aja dulu jangan bergaya mau main nikah aja gara-gara pengen nyelup!" sergah Raga.


"Wah bener-bener nih, punya Papa gak sayang anak," Rafa mencebik kesal.


"Dikira Papa tukang balon,. sayang anak ... sayang anak!" jawab Raga sambil menirukan yel-yel pedagang balon yang selalu lewat di depan rumahnya.


"Mah ... " Akhirnya Rafa mengadu pada Nurma berharap mendapatkan pembelaaan. Dan mengabulkan permintaannya untuk menikah.


"Tanya dulu aja sama Sachinya, dia mau gak nikah sama kamu. Kalau dia mau nanti kita belanja buat lamaran." jawab Nurma.

__ADS_1


"Oke siap Mamahku sayang, Mamah emang paling the best gak kaya itu tuh ... " sindirnya pada corong merah.


"Coba aja bikin ulah, nanti Papa gak bakal mau jadi wali kamu!" ancam Raga.


"Lupa ya kalau anaknya buntutan, gak usah pake wali kalau mau menghalalkan anak orang," jawab Raga.


"Oh iya ... ya," jawab Raga sambil geleng-geleng kepala, ia sampai lupa jika anaknya menikah tidak perlu menjadi wali. Padahal ia sangat ingin menjadi wali anaknya nanti. Tapi bukankah ia akan jadi wali, jika anaknya perempuan sedangkan ia hanya mempunyai satu anak. Menyesal dulu ia tidak mencetak anak yang banyak.


*


*


*


Demi ubur-ubur bikini bottom, Rafa tidak rela jika ada sebuah baskom yang mendekati Sachiko calon istrinya. Setidaknya itulah yang ada dalam pikiran Rafa. Jika Sachi adalah calon istrinya. Tidak rela calon makmumnya didekati oleh baskom sok ganteng akhirnya titisan corong merah memutuskan untuk menghampiri rumah Sachi, untuk memastikan jika calon istrinya tidak tergoda oleh makhluk baskom jadi-jadian.


"Udah siap Sachi, kita berangkat bareng." terdengar suara sang rival yang dibuat semanis mungkin. Oh tidak, ternyata dia mau menjemput Sachi. Ini tidak boleh dibiarkan, bisa-bisa Sachiko yang lemah imannya tergoda oleh rivalnya. Dengan langkah cepat Rafa langsung masuk saja ke rumah Sachi yang memang terletak di samping rumahnya.

__ADS_1


"Eh ada baskom, ngapain pagi-pagi kesini?" tanya Rafa dengan gemas pada Bastian.


"Aku kesini mau jemput Sachi buat kuliah, iya kan Om." ucapnya cari muka pada sang mentari pagi. Surya hanya mengangguk saja menanggapi Bastian, karena sejujurnya ia pun belum mengenal Bastian.


"Oh ya Papa mertua, mau berangkat kerja?" sapa Rafa sok akrab, karena ia memang sudah dekat dengan keluarga Sachi.


"Iya, Om mau berangkat kerja." jawab Surya terkekeh saat Rafa memanggilnya Papa mertua.


"Ngaku-ngaku Papa mertua, baru juga tetangga," gumam Bastian, Rafa gemas sekali melihat pria menyebalkan ini komat-kamit seperti sedang mengumpat Rafa.


"Kenapa? Mas Baskom iri ya, makanya cari calon pacar jangan sama calon makmum orang. Sakiiiittt ...." ejek Rafa.


"Sebelum janur kuning melengkung masih ada kesempatan, begitu pun kalau janur kuning sudah terlanjur melengkung kesempatan akan selalu ada," jawabnya percaya diri.


"Wahh nih baskom minta di sunat ..."


***

__ADS_1


Wahhh Mas Baskom seneng banget ya cari masalah, ntar Mimin kawinin sama neng jelangkung baru tahu rasa lohh 😌


.


__ADS_2