STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#23


__ADS_3

Amber tetap berada disamping Joy. Joy berpapasan dengan Jamie dan Joy segera menghindar. Jamie memaklumi hal itu. Mungkin Joy masih takut padanya.


Ocean yang sedang meminum winenya melihat sekilas ke arah Joy. Ocean tak menyangka Amber akan mengundang Joy juga.


Greta memegang erat lengan Ocean untuk menunjukkan pada semuanya bahwa dia kekasih Ocean.


"Minumanmu habis, Sayang. Aku akan mengambilkannya yang baru," kata Greta.


"Hmm, terima kasih," kata Ocean.


Dan Greta mengambil gelas kosong itu lalu pergi mencari minuman yang baru yang dibawa oleh pelayan.


Greta tampak memasukkan sesuatu ke minuman Ocean. Dan Amber yang sejak tadi mengawasi Greta, melihat hal itu.


"Joy, dia memasukkan sesuatu ke minuman Ocean," kata Amber berbisik.


"Memasukkan apa?" tanya Joy sembari melihat Greta yang sudah memberikan minuman itu pada Ocean.


"Obat perangsang," jawab Amber dengan wajah serius.


"Apa? Mengapa dia menggunakan cara licik itu?" tanya Joy.


"Lihatlah beberapa menit lagi, Ocean pasti akan mengajak Greta pulang karena tak tahan," ucap Amber.


"Lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Joy khawatir.


"Cegah Greta agar rencananya gagal. Ikuti mereka setelah ini. Kau harus mencegahnya. Ocean juga tak menginginkan hal ini. Aku akan membantumu," kata Amber.


Joy menggigit bibirnya. Dia takut membuat Ocean marah jika ikut campur lagi tapi dia tak bisa membiarkan hal ini terjadi.

__ADS_1


Lalu Amber mendekati Greta dan membawa 2 wine ditangannya. Amber sengaja tersandung hingga wine itu tumpah mengenai bajunya.


"Oh God. Apa yang kau lakukan?" marah Greta.


"Sorry, ayo aku antar ke kamar mandi. Kau bisa memakai bajuku dulu nanti. Maaf, aku benar benar minta maaf," kata Amber dengan akting menyesalnya.


"Cean, aku ke dalam dulu. Jangan meninggalkanku," kata Greta.


"Hmm," kata Ocean.


Amber mengantar Greta ke kamar mandi dan mengunci kamar mandi itu dari luar.


Ocean merasa tubuhnya sedikit berkeringat dan panas. Karena merasa tak sehat, Ocean akhirnya pamit pulang tanpa menunggu Greta.


"Cean!!" panggil Joy.


"Ada apa?" tanya Ocean.


Karena tak mau berdebat terlalu lama akhirnya Ocean menyetujuinya.


Joy berjalan di belakang Ocean. Ocean berulang kali mengusap keringat yang keluar di kening dan lehernya.


"Cean, are you okey?" tanya Joy khawatir.


"Aku saja yang menyetir jika kau tidak enak badan," tawar Joy.


"Tidak, aku masih bisa," kata Ocean tanpa ekspresi.


Ocean menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin sampai cepat di apartemennya.

__ADS_1


Joy sampai takut dan memegang erat seatbeltnya.


Sepanjang perjalanan, Ocean tampak selalu mengumpat.


'Apakah sesakit itu?' batin Joy melihat Ocean yang emosi.


Sesampainya di apartemen, Joy masih mengikuti Ocean dibelakangnya karena dia memang khawatir dengan keadaan Ocean.


"Are you okey, Cean? Wajahmu sangat pucat. Apa aku perlu memanggil dokter?" tanya Joy mendekati Ocean.


"Jangan mendekat. Itu akan berbahaya," kata Ocean mundur dan bersandar di dinding lift.


"Aku khawatir melihatmu seperti ini," kata Joy.


"Ini sudah lantaimu. Keluarlah," kata Ocean.


"Tidak, aku akan mengantarmu sampai ke kamarmu," kata Joy jekeh.


"Oh God, Joy. Menurutlah!!" bentak Ocean.


"Tidak," kekeh Joy.


Lalu Ocean menarik tangan Joy keluar dari lift tetapi Joy melepaskannya dan mencium bibir Ocean.


"Shiiittt, ooyyy!!" teriak Ocean dan menjauhkan tubuhnya dari Joy.


Pintu lift tertutup kembali dan menuju lantai kamar Ocean. Mata mereka berpandangan tajam hingga akhirnya Ocean menarik pinggang Joy dan mencium bibirnya dengan ganas.


TBC😁

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤


__ADS_2