
Ocean keluar dari kamar apartemennya siang hari, Dia langsung menuju kamar apartemen milik Joy. Dia ingin tahu keadaan Joy sekarang.
Ocean adalah pria yang bertanggung jawab dan tak akan lari dari masalahnya. Dalam hal ini mereka berdua sama sama bertanggung jawab atas apa yang terjadi semalam.
Ocean memencet bel pintu Ocean. Dia menunggu cukup lama hingga akhirnya Joy membuka pintunya dengan hanya memakai kaos oblong bergambar teddy bear.
Joy melihat Ocean dan masih terpaku melihatnya. Karena Joy tak percaya Ocean akan mengunjungi kamarnya.
"Boleh aku masuk?" tanya Ocean.
"Hmm, ya ya ... Silahkan," jawab Joy sedikit gugup.
"Dimana ibumu?" tanya Ocean yang kini duduk di sofa.
"Ibuku ke Korea. Dia ada pekerjaan disana," jawab Joy.
"Jadi kau sendirian?" tanya Ocean.
Joy mengangguk.
"Begini, aku ingin membicarakan tentang semalam," kata Ocean.
"Hmm," jawab Joy.
__ADS_1
"Apa yang sudah kita lakukan itu salah. Aku benar benar dibawah pengaruh obat. Dan kau semakin membuat runyam masalah ini. Seharusnya kau pergi dariku Joy," kata Ocean.
Joy memandang kecewa pada Ocean. Ya, Joy sadar ini bukan salah Ocean. Ini adalah salah Joy, tetapi sikap Ocean yang tidak menerima hal ini membuat Joy sedih.
Dia berpikir Ocean akan sedikit merasakan cinta padanya setelah berhubungan semalam.
Tidak, seharusnya Joy tak berpikiran sejauh itu. Itu semua adalah hubungan keterpaksaan. Bukan karena cinta. Hanya Joy yang memiliki cinta pada Ocean bukan sebaliknya.
"Lalu?" tanya Joy dengan wajah dinginnya.
"Maafkan aku, Joy. Aku tahu aku telah merenggut sesuatu yang sangat berharga darimu. Tapi aku tak bisa memaksakan hubungan ini," kata Ocean jujur.
"Kau benar benar membenciku ya?" tanya Joy kecewa.
"No, aku tak membencimu. Aku menyukaimu tapi dalam kadar yang berbeda. Semalam adalah kesalahan yang seharusnya tak pernah terjadi," kata Ocean.
Ocean memandang heran pada Joy. Dia tak menyangka Joy segila ini padanya.
"Joy, please. Tenanglah," kata Ocean menenangkan.
"Aku akan merusak hubunganmu dengan setiap wanita yang kau kencani jika kau meninggalkan aku," ancam Joy dan kemudian berdiri.
Ocean sudah menyangka jika ini akan terjadi. Joy persis dengan apa yang diperkirakannya. Joy masih sangat labil dan gejolak mudanya masih meledak ledak.
__ADS_1
Ocean tak tahu apa yang harus dilakukannya pada Joy saat ini. Ocean juga tak bisa meninggalkan Joy dengan keadaan seperti ini.
Ocean cukup lama terdiam.
"Baiklah, kita coba menjalani hubungan ini. Kita akan mencobanya," kata Ocean akhirnya.
Dia hanya ingin membuat Joy lebih tenang dan nanti dia akan membicarakan hal ini lagi dengan Joy. Dia yakin Joy nanti pasti akan mengerti.
Joy mulai menampakkan senyumnya.
"Benarkah? Kau memberiku kesempatan?" tanya Joy.
Ocean mengangguk dan kemudian Joy memeluknya.
"Terima kasih, aku yakin kau akan mencintaiku nanti," ucap Joy pelan.
Perasaan Ocean tiba tiba merasa sedih karena harus mempermainkan perasaan gadis polos seperti Joy.
Untuk sementara dia akan mengikuti alur hubungannya dengan Joy saat ini meskipun itu karena terpaksa.
"Baiklah, aku harus pergi. Aku akan ke kampus," kata Ocean melepaskan pelukan Joy.
Lalu Joy mengangguk sembari tersenyum.
__ADS_1
"Bye," kata Joy ketika Ocean keluar dari kamar apartemennya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤