STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#46


__ADS_3

Ocean menunggu Joy di ruang meeting. Matanya tak lepas dari Joy yang sibuk di depan laptopnya.


Joy bolak balik melihat ke arah Ocean yang tampak selalu mengawasinya.


"Kau bisa melihat ponselmu daripada melihatku terus, Cean," kata Joy.


"Aku lebih suka melihatmu," jawab Ocean.


"Apa kau mulai tergila gila padaku, Cean?" tanya Joy.


"Hmm," jawab Ocean singkat dan tersenyum menggoda.


Senyum yang selalu membuat Joy meleleh dan tak bisa menolak pesonanya.


Ocean kemudian menarik kursi Joy hingga mereka berhadapan.


Lalu Ocean mencium bibirnya dengan perlahan dan lembut hingga membuat Joy lupa diri bahwa dirinya sedang berada di ruang meeting.


"Cepat selesaikan pekerjaanmu, lalu kita bisa cepat pergi dari sini," bisik Ocean di depan bibir Joy.


"Kau yang membuat pekerjaanku melambat, Cean. Bagaimana jika aku dipecat?".kata Joy yang kemudian membenarkan letak tempat duduknya kembali.


"Kau bisa bekerja denganku jika begitu. Aku membutuhkan asisten pribadi," jawab Ocean.


Joy tertawa pelan dan mulai mengerjakan kembali pekerjaannya.


Setengah jam kemudian, Joy rampung mengerjakan tugasnya dan mengirim email pada Irena dan perusahaannya di London.


Setelah itu, dia pergi bersama Ocean keluar dari perusahaan.


"Sampai kapan kau di Paris?" tanya Joy.


"Aku belum tahu. Mungkin sampai kau kembali ke London," jawab Ocean.


"Kita belum makan siang tadi..dan ini hampir sore," kata Joy.


"Kita makan siang dulu," jawab Ocean.

__ADS_1


Dan merekapun menuju sebuah restoran untuk makan siang.


Joy mengurai rambutnya karena tadi masih basah lalu turun dari mobil Ocean.


Joy meninggalkan mobil perusahaan karena selama di Paris, Ocean akan selalu mengantarnya kemanapun.


Mereka makan siang bersama dengan santai.


"Bagaimana pekerjaanmu di London?" tanya Ocean.


"Hmm, lumayan. Aku suka pekerjaanku. Aku lebih banyak di depan laptop meskipun terkadang aku harus menemui klien penting di pesta selebritis," jawab Joy.


"Siapa yang menemanimu ke pesta?" tanya Ocean lagi.


"Asistenku, Helen. Beberapa hari lagi dia akan datang," jawab Joy.


"Tak ada pria yang mendekatimu?" tanya Ocean lagi.


Joy melihat ke arah Ocean dan tersenyum


"Banyak," jawab Joy.


"Hmm ... Itu rahasia," jawab Joy tertawa pelan.


Ocean menaruh peralatan makannya dan tangannya menopang dagu dengan mata melihat tajam ke arah Joy.


"Aku ingin tahu," kata Ocean.


"Tidak, aku tak pernah meladeni mereka.. beberapa anak teman mommy ingin mendekatiku tapi aku malas memulainya," jawab Joy akhirnya.


"Karena aku?", tanya Ocean.


"Tak perlu bertanya," kata Joy.


Ocean tersenyum. Ocean kadang masih bertanya tanya bagaimana bisa Joy sangat mencintainya begitu dalam.


"Apa yang membuatmu begitu mencintaiku?" tanya Ocean.

__ADS_1


Joy memandang mata tajam Ocean.


"Nanti aku akan memberitahumu," jawab Joy tertawa pelan.


Ocean tersenyum.


Setengah jam kemudian, mereka kembali ke mansion Ocean.


Tak banyak kegiatan yang mereka lakukan, hanya sharing tentang pekerjaan yang mereka lakukan selama 6 tahun ini.


Ocean mulai mengenal pribadi Joy lebih dalam dan merasa nyaman berada di sampingnya. Sifat dan sikap Joy yang ceria mulai nampak kembali di mata Ocean.


Mereka seakan telah melupakan konflik konflik yang telah terjadi di antara mereka dulu.


Saat ini mereka sudah berada di atas ranjang kembali untuk tidur malam.


Ocean menanyakan kembali pertanyaan yang tadi belum dijawab oleh Joy tadi.


"Katakan, apa yang membuatmu mencintaiku?" tanya Ocean memeluk Joy.


"Aku juga tidak tahu. Aku mencintaimu saat melihatmu ketika pertama kali aku pindah ke apartemen," jawab Joy.


"Kau memata-mataiku? Bukankah kita baru mengenal setahun setelah kau tinggal di apartemen?" tanya Ocean.


"Hmm ... I'm your stalker. Martha bahkan menyebutku gadis gila karena hal itu. Aku tahu semua tentangmu. Termasuk semua keluargamu. Tapi aku tak mengenal Tuan Sean dan kak Irena, karena nama keluarga mereka berbeda denganmu. Seandainya aku tahu mereka keluargamu mungkin aku akan mengundurkan diri dari tugas ini," kata Joy.


Ocean mengangkat tubuh Joy ke atas tubuhnya.


"Jadi kau tak mau menemuiku sebelumnya?" tanya Ocean.


Joy mengangguk.


"Why?" tanya Ocean.


"Aku hanya takut. Otakku sudah lumayan benar sekarang jadi aku merasa malu jika bertemu denganmu," jawab Joy dengan menempelkan hidungnya pada Hidung Ocean.


Ocean tertawa dan mencium bibir Joy.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤


__ADS_2