
Ocean mengendarai mobilnya ke sebuah restoran yang tak terlalu jauh dari perusahaannya.
Sesampainya di restoran, Joy langsung turun terlebih dulu tanpa menunggu Ocean.
Joy memesan makanan yang porsinya lumayan besar. Ocean berpikir Joy memang benar benar lapar dan itulah yang mempengaruhi mood burukya siang ini.
Ocean dan Joy tak berbicara sepanjang makan siang. Joy lebih memilih menikmati makanannya daripada melihat Ocean.
Joy benar benar mengabaikan Ocean. Dia mengisi tenaganya yang nantinya digunakan untuk berdebat dengan Ocean.
Setelah satu jam berada di restoran, merekapun menyelesaikan sesi makan siang ini dengan suasana yang cukup mencekam.😁
Ocean dan Joy kembali masuk ke dalam mobil.
"Antarkan aku pulang saja," kata Joy.
"Hmm," jawab Ocean singkat dan itu semakin membuat hati Joy dongkol.
'Oh my God ... Aku merasa hatiku sedang di remas remas dan itu terasa sakit sekali, aaarrghhhh,' batin Joy kesal.
Sesampainya di depan penthouse, Joy langsung turun dan masuk sendiri ke dalam penthouse.
__ADS_1
'Jangan turun, Cean ... Jangaan ... Aku benar benar telah siap akan berdebat denganmu nanti,' batin Joy berapi api.
Dan benar, Ocean tak turun dan langsung menuju perusahaannya lagi. Dia memilih untuk membiarkan Joy menenangkan pikirannya.
Tetapi Ocean salah, Joy tak semakin tenang, tetapi justru semakin murka pada Ocean. Dan kali ini, Ocean benar benar akan habis.😁
Joy melempar tasnya ke lantai dan melepaskan emosinya dengan berteriak.
"Aaaarrggghhhh ... I hate youuuu," teriak Joy kesal.
"Oh my God. Ada apa dengan diriku?" Joy menghentakkan kakinya berkali kali karena perasaan kesalnya sudah berada di level teratas.
Joy kemudian membuka sepatu dan bajunya lalu langsung berbaring di ranjang. Joy merasa sangat lelah dengan emosinya yang labil.
Lalu tiba tiba Joy membuka matanya lagi dan terbangun.
Joy seakan sedang mengingat-ingat sesuatu. Lalu Joy mencari tas yang dilemparnya tadi dan mengambil ponselnya.
Joy memencet ponselnya dan matanya fokus pada kalender di ponselnya.
"Oh my, aku baru sadar hal ini," gumam Joy.
__ADS_1
"Aku tak datang bulan hampir 2 bulan lamanya dan aku sama sekali tak menyadarinya. Apakah aku hamil?" Joy bermonolog.
Lalu Joy mengambil kemejanya dilantai dan memakainya kembali. Joy mengambil tasnya kemudian memakai sandalnya dengan terburu buru.
Dia berjalan cepat menuju lift dan keluar dari penthouse.
Dia menyetop taxi dan menyuruh supir taxi untuk pergi ke apotik.
Sesampainya di apotik, Joy membeli testpack. Ada perasaan bahagia di dalam hati Joy. Dia tak menyangka akan secepat ini bisa hamil.
Awalnya Joy berpikir dirinya akan sedikit sulit hamil mengingat ada masalah di salah satu jalan reproduksinya.
Joy kemudian kembali ke penthouse. Joy kembali melepaskan sepatu dan bajunya. Dia langsung menuju sofa ruang tengah lalu membaca aturan pemakaian alat testpack tersebut.
"Jadi, besok pagi aku baru bisa mengeceknya agar hasilnya lebih maksimal," gumam Joy sembari masih serius membaca beberapa kata di kemasan testpack itu.
Lalu Joy menaruh testpack itu ke dalam tasnya. Dia merebahkan dirinya di sofa dan mengusap perutnya sendiri dengan lembut.
"Aku harap kau benar benar ada di dalam perut mommy," bisik Joy.
"Aku yakin hal itu ... Hmm, aku sangat yakin," lirih Joy tersenyum.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤