STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#74


__ADS_3

"Duduklah Jane, aku tak akan menggigitmu," kata Joy.


"Aku tak takut kau menggigitku. Hanya saja, aku lebih suka berdiri. Dan ya, ini rumahku jadi terserah aku ingin melakukan apapun disini," kata Jane tersenyum sinis.


"Jane, ada apa denganmu? Kau seperti sedang berbicara dengan musuhmu. Bukankah kami tamumu?" tanya Briana.


"Ah maaf, aku tak bermaksud begitu. Silahkan menikmati malam kalian," kata Jane yang langsung beranjak pergi.


"Jangan mencoba untuk menggodanya, Jane. Dia tak akan tertarik padamu sampai kapanpun. Bukankah lebih baik kau mencari suami yang nyata di umurmu yang sudah tak muda lagi?" kata Joy yang membuat Jane menghentikan langkahnya.


Jane menoleh pada Joy yang terlihat sangat tenang.


"Kau memakai 2 bodyguardmu untuk melindungimu, Nona Joy?" sindir Jane.


Joy tertawa pelan.


"Dia bisa saja menghadapimu sendirian meskipun tak ada kami, Jane. Seharusnya kau bersyukur ada kami yang menjaganya agar tak berbuat brutal padamu," kata Briana dengan santai.


Jane mengepalkan tangannya dan sedikit kesal melihat ketenangan Joy dan senyumnya yang menurutnya menyebalkan.


"Ocean belum menikahimu, jadi siapapun berhak mendekatinya," kata Jane.


"Kau menantangku, Jane?" kata Joy dengan nada dingin.


"Aku hanya mengikuti alur saja, tak ada kata terlambat untuk merebutnya," kata Jane menantang.


Jane maju mendekat pada Joy.


"Aku lebih dewasa darimu, Joy. Dia lebih nyaman bercerita denganku daripada kau yang kekanak kanakan. Kau tahu? Dia meminta maaf padaku karena sikapmu yang manja itu. Kau cemburu padaku, Joy. Itu artinya aku bisa saja menggoyahkan Ocean untuk beralih padaku, bukan?" kata Jane pelan dan tersenyum sinis.


BUGGGGG...


Joy tiba tiba memukul pipi Jane dengan telak hingga darah mengucur dari hidung Jane dan tubuhnya terpelanting ke belakang hingga jatuh ke atas rumput.


"WHAT ARE YOU DOING????" teriak Jane dan memegang hidungnya yang berdarah.


"Joy, apa yang kau lakukan?" kata Briana.


"Tidak, Joy. Kau sudah benar. Aku mendukungmu," kata Amber berbisik.

__ADS_1


Dan seketika, hal itu membuat kegaduhan disana. Jamie tentu saja langsung berlari menolong sepupunya yang jatuh.


Joy tampak mengambil tisu dan mengusap buku buku jarinya yang terkena cipratan darah dari hidung Jane.


"Apa yang kau lakukan pada Jane, Joy?" kata Jamie sedikit membentak Joy.


Joy hanya mengedikkan bahunya dan meminum minumannya.


"Dia yang memulainya, Jamie," kata Amber.


"Seharusnya kalian mencegahnya," kata Jamie emosi dan mengangkat Jane yang darahnya masih mengucur dari hidungnya.


Ocean menghampiri Joy. Tampak kekecewaaan yang besar di wajah Ocean melihat kelakuan Joy yang menurutnya sudah keterlaluan.


Amber berdiri.


"Ini bukan salahnya, Cean. Jane yang memulainya," kata Amber menghalangi Ocean untuk membawa Joy.


"Ini bukan urusanmu, Amber," jawab Ocean dingin.


"Cean, jaga emosimu. Ini bukan salah Joy," kata Briana menimpali.


"Joy, lihatlah apa yang kau lakukan? Bagaimana jika keluarganya menuntutmu?" kata Ocean.


"Amber dan Briana saksinya. Jadi dia tak akan bisa menuntutku. Tenang saja. Dia pantas menerima pukulanku," kata Joy masih dengan santainya.


"JOY!!!" Ocean membentak Joy dan menarik tangan Joy untuk pergi dari pesta ini.


Briana kemudian menarik kembali tangan Joy.


"Dia tak akan kemanapun, Cean. Dia disini untuk bersama kami," kata Briana.


"Tidak apa apa, Bri. Aku pulang saja. Besok kita bertemu kembali. Mainlah ke penthouse. Aku menunggumu bersama Amber," kata Joy tersenyum.


"Cean, aku akan membunuhmu jika sampai bersikap kasar pada Joy," kata Briana.


"Apa kau gila? Aku tak mungkin melakukan hal yang kasar pada Joy," kata Ocean marah.


"Jangan menarik tangannya," kata Briana yang masih belum rela melepaskan Joy.

__ADS_1


Briana khawatir dengan emosi Joy yang pastinya tak akan bisa ditebak seperti tadi. Bisa jadi sekarang Joy tenang, tetapi sesampainya di rumah pasti akan berubah lagi apalagi melihat wajah Ocean yang tampak marah pada Joy.


Lalu Ocean menggandeng tangan Joy dan mereka pun berjalan meninggalkan pesta.


Briana dan Amber tampak mengikuti Joy dari belakang dan memastikan Ocean membawa Joy ke mobilnya dengan aman.


Ocean berjalan sedikit cepat dengan langkahnya yang lebar dan itu membuat Joy sedikit berlari untuk menyamakan langkahnya.


Hingga akhirnya Joy sedikit tersandung dan membuat Briana reflek berteriak dan berlari ke arah Joy.


"JOY!!" teriak Briana memegang pinggang Joy.


"CEAANNN!!! Bisakah kau berjalan pelan saja???" marah Briana.


Rich dan Mario tampak menyusul mereka tadi dari belakang.


"Dia aman bersamaku, Briana," kata Ocean menggenggam erat tangan Joy.


"Kau hampir saja membuatnya terjatuh," teriak Briana emosi.


"Sayang, ada apa ini?" tanya Rich melihat perdebatan Ocean dan Briana.


"Dia menyebalkan, Rich," kata Briana.


"Oh God, sudahlah. Aku akan pulang bersama Joy. Kau tak perlu mengikuti kami," kata Ocean yang mulai emosi.


"Bri, i'm fine," kata Joy memegang kepalanya yang mulai pusing kembali, apalagi melihat perdebatan Briana dan Ocean.


"See?" kata Ocean.


"Kau menyeretnya, Cean. Seharusnya kau berjalan perlahan," kata Briana marah.


"Honey, kemarahanmu terlalu berlebihan. Ocean bisa menjaga Joy," kata Rich.


Lalu Ocean berjalan kembali bersama Joy tetapi dengan langkah cepatnya lagi dan itu semakin membuat Briana marah.


"JOY SEDANG HAMIL, CEAN...!!" teriak Briana.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2