STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#31


__ADS_3

Kepergian Joy, membuat Martha sedih. Dia tak menyangka akan terjadi hal buruk pada Joy. Dan semua ini karena Ocean.


Evelena memutus semua akses kontak Joy termasuk Martha, sang sahabat. Nomer kontak Joy baru dan Evelena tak mengizinkan Joy memakai sosial media apapun.


Joy hanya bisa menuruti kata Evelena. Dia memang tak bisa membantah perintah Evelena karena Evelena hanya memiliki dirinya. Mereka saling membutuhkan satu sama lain.


Karena kejadian ini, membuat Evelena sangat protektif pada Joy. Dia tak akan kecolongan lagi dan terjadi sesuatu yang buruk lagi pada putri kesayangannya.


💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛


6 tahun kemudian....


"Honey, apa kau jadi ke Paris besok lusa?" tanya Evelena pada Joy yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Ya, Mom. Mommy ikut?" kata Joy.


"Tidak, Sayang. Mommy akan ada seminar penting. Dan mommy harus hadir disana," jawab Evelena yang menyiram tanaman di taman belakang rumahnya.


Kini Joy dan Evelena tinggal di London. Mereka baru setahun belakangan menetap di London. Dan Evelena memutuskan untuk menetap di negara Inggris.


Dia sudah terlalu tua untuk pindah ke berbagai negara. Dia ingin lebih santai dalam pekerjaannya. Toh saat ini, Joy sudah bekerja dan Karirnya lumayan bagus.


Joy menjadi editor di sebuah majalah dan Blog Fashion yang ada dibawah perusahaan Fashion ternama di London.


Joy memilih pekerjaan itu karena lebih banyak bekerja di depan laptop meskipun terkadang harus melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan yang meminta jasanya untuk mencarikan model produknya.

__ADS_1


Evelena membeli rumah yang cukup besar di London. Dan akhirnya dia memiliki taman impiannya yang sejak dulu dia impikan.


"Sayang, putra Tuan Jonathan ingin berkenalan denganmu. Mengapa kau belum menentukan waktu yang tepat untuk bertemu dengannya?" tanya Evelena.


"Mom, aku masih sangat sibuk. Aku belum terpikir ke arah sana," kata Joy yang masih fokus dengan laptopnya.


"Sayang, usiamu sudah cukup matang untuk menikah," ucap Evelena.


"Mom, jangan memulai lagi," jawab Joy.


"Kau masih mengharapkannya?" tanya Evelena.


Joy menghentikan pekerjaannya dan menatap sang mommy.


"Bukankah kita tak akan membahasnya lagi?" kata Joy.


Evelena sadar bahwa Joy sangat mirip dengan dirinya. Joy tak akan semudah itu melupakan Ocean meskipun sudah 6 tahun berlalu.


Apakah Joy tetap menstalking Ocean dari jarak jauh? jawabannya adalah tidak , karena itu akan menyiksa batinnya.


Merindukan seseorang yang tak bisa digapainya adalah hal yang sangat menyakitkan. Jadi lebih baik Joy menyibukkan dirinya dalam pekerjaannya.


Joy mulai berpikir dewasa sekarang. Bahwa perasaan seseorang tak bisa dipaksakan. Seperti dirinya saat ini.


Cintanya pada Ocean tetap tak bisa dihentikan meskipun dia telah mencoba dengan berbagai cara.

__ADS_1


Malam ini, Joy akan pergi bersosialisasi dengan para kliennya di sebuah club selebritis bersama asistennya.


Joy jarang menyetir mobil sendiri, jadi dia selalu mengandalkan asistennya untuk menjadi supir pribadinya.


Joy bahkan membelikan asistennya itu sebuah mobil sport untuk fasilitas antar jemputnya jika ada kegiatan keluar.


Joy sudah bersiap siap dan setelah itu duduk di kursi sofanya sembari menunggu sang asisten menjemputnya.


"Helen belum datang?" tanya Evelena.


"Belum, Mom," jawab Joy sembari duduk santai dan memotret dirinya sendiri didepan cermin.



"Baiklah, mommy tidur dulu. Jaga dirimu di club. Jangan mabuk mabukkan, oke?" kata Evelena mencium pipi Joy.


"Hmm, i love you, Mom," kata Joy.


Evelena sudah menaruh kepercayaan penuh pada Joy. Joy sudah dewasa dan cara berpikirnya juga sudah matang. Jadi dia tahu mana yang terbaik untuknya.


Tak lama kemudian, Helen datang dan langsung masuk ke ruang tengah dimana Joy duduk.


"Hello sexy, maaf menunggu lama," sapa Helen.


"Hmm, ayo berangkat," kata Joy dan memakai sandal high heelsnya.

__ADS_1


JANGA LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤


__ADS_2