STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#49


__ADS_3

Menjelang sore, Joy mengantar Ocean sampai ke bandara. Ocean memeluk Joy seakan tak ingin melepaskannya.


"Kau yakin tak ingin ikut denganku," tanya Ocean.


Menghabiskan waktu hampir sebulan bersama Joy tak membuat dirinya puas menikmati kebersamaan mereka.


"Aku akan menjadwalkan ke New York jika pekerjaanku sudah selesai disini," jawab Joy.


"Baiklah, jika kau terlalu lama. Aku akan menyusulmu," kata Ocean kemudian merekapun berciuman lama.


"I love you," kata Ocean didepan bibir Joy.


Joy mengecup kembali bibir Ocean dan tersenyum.


"I love you too," bisik Joy dengan hati yang sangat berbunga bunga.


Setelah berpamitan cukup lama, akhirnya Ocean pun terbang menuju New York. Joy yang terbiasa dengan kehadiran Ocean, merasa kesepian dengan menjalani hari harinya ke depan.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Hubungan Joy dan Ocean tetap berjalan lancar meskipun jarak memisahkan mereka. Joy akan segera mengatakan hubungannya dengan Ocean pada ibunya.


Dia tak bisa terlalu lama terpisah dari Ocean. Dia takut tak akan bertemu Ocean lagi. Itu yang selalu ditakutkannya, karena untuk mencapai ke titik ini sangat tidak mudah bagi mereka berdua.


Terlalu banyak yang sudah dilewati keduanya untuk bisa bersama dan bahagia seperti sekarang.

__ADS_1


Hari ini, Joy kembali ke London setelah hampir 2 bulan dia berada disana.


Dan Joy sudah berada di pesawat saat ini. Joy tetap memakai pesawat komersil meskipun Irena menawarinya untuk memakai pesawat pribadinya.


Malam harinya, Joy tiba di London dan langsung menuju rumahnya. Joy masuk ke dalam rumah yang sepertinya sang ibu sedang menerima tamu.


"Mom," panggil Joy dari ruang tamu menuju ruang tengah.


"Joy, kau datang? Kau tak bilang kalau pulang hari ini," kata Evelena.


"Ya, aku ingin mengejutkan mommy," kata Joy tersenyum lalu memeluk sang ibu.


"Apakah mommy menerima tamu?" tanya Joy.


Joy melihat ada 5 orang tamu disana. Sepasang orang tua dan 3 anaknya sepertinya. 2 anak dari ketiga anak itu merupakan pria muda hampir seumuran dirinya.


"Ini Joy? Waahh dia cantik sekali," kata Seorang wanita paruh baya.


"Ini keluarga Tuan Jonathan, Joy. Mereka ingin berkenalan denganmu," kata Evelena.


Joy memandang wajah ibunya dengan sedikit heran. Bukankah Joy sudah tak menyetujui hal ini. Joy tahu kemana arah makan malam ini.


"Duduklah, Sayang. Kenalkan, dia David. Dia yang ingin berkenalan denganmu," kata Evelena mengenalkan seorang pria yang terlihat sangat rapi dan tersenyum ramah pada Joy.


"Halo Nona Joy. Senang bertemu denganmu. Kuharap kita bisa berteman baik," kata David.

__ADS_1


Joy hanya membalasnya dengan senyuman.


"Maaf, Mom. Aku sangat lelah. Bisakah aku istirahat?".kata Joy.


"Kau belum makan malam, Sayang," kata Evelena.


"Aku sudah makan malam di pesawat," kata Joy.


"Biarkan Joy istirahat, Nyonya Evelena," kata Nyonya Jonathan.


"Ya, dia baru datang dari Paris," jawab Evelena.


"Permisi," pamit Joy.


Joy kemudian masuk ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan dirinya di ranjang.


Dia mengirim pesan pada Ocean bahwa dirinya sudah berada di London. Ocean tak langsung menjawab pesannya mungkin karena masih sibuk.


Joy tertidur lelap sampai tak mengganti bajunya. Tubuhnya terasa sangat lelah karena perjalanan yang lumayan panjang ini.


Evelena pergi ke kamar Joy setelah makan malamnya selesai bersama keluarga Tuan Jonathan.


Evelena memandang Joy dan tersenyum melihat Joy yang tampak tertidur lelap. Evelena memakaikan selimut pada Joy dan mencium pipinya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2