
Tak lama setelah Amber pulang, Ocean menelepon Joy.
"Hmm," jawab Joy singkat dengan menahan kesalnya.
"Honey maaf, aku belum bisa pulang. Jamie dan Mario menjemputku di kantor," kata Ocean.
Joy sedikit lega karena setidaknya Ocean bicara jujur padanya.
"Ya, lalu?" tanya Joy.
"Aku akan pulang sebentar lagi," jawab Ocean yang tak ingin membuat Joy emosi lagi.
Sebenarnya Ocean tak ingin mengatakan hal ini pada Joy tetapi dia tak ingin berbohong pada Joy karena itu akan semakin memperkeruh masalah mereka.
"Amber mengajakku kesana. Aku ingin bertemu Briana juga. Hanya untuk bertemu mereka saja," kata Joy.
"Oke tak masalah. Kemarilah, aku akan menunggumu disini. I love you," kata Ocean mengakhiri teleponnya.
Joy kemudian langsung masuk ke kamar mandi. Dia berendam sebentar karena pusing di kepalanya melanda lagi.
"Aku harus secepatnya ke dokter. Sakit kepala ini menggangguku. Huffttt," gumam Joy sembari melihat wajahnya di cermin.
Setelah mandi, Joy langsung memakai gaun hitamnya. Joy memang lebih suka memakai gaun berwarna hitam. Itu membuatnya nyaman.
2 jam kemudian, Amber tampak memencet bel pintu penthouse. Joy segera membukanya.
"Kau cantik sekali, Dear," kata Amber.
"Dan kau sexy sekali," balas Joy.
"Hmm, aku akan tebar pesona malam ini," jawab Amber.
"Oh my ... Mario tak cemburu?" tanya Joy tertawa pelan.
__ADS_1
"Dia akan selalu menempel padaku pastinya," jawab Amber tertawa.
Lalu Joy duduk dan memasang high heelsnya.
"Itu terlalu tinggi untukmu, Joy. Lain kali gunakan yang haknya lebih pendek. Kau sedang hamil," kata Amber mengingatkan.
"Hmm, ini yang terakhir kali aku memakainya," jawab Joy tersenyum.
Lalu mereka berduapun keluar dari penthouse dan menaiki taxi menuju mansion Jamie.
"Apakah Briana sudah datang?" tanya Joy.
"Ya sudah setengah jam yang lalu, dia meneleponku tadi," jawab Amber.
"Mereka sudah menikah?" tanya Joy.
"Sudah, mereka sudah memiliki 1 anak," jawab Amber.
"Aku ikut bahagia mendengarnya," kata Joy.
Lalu 10 menit kemudian, merekapun sampai di tempat tujuan.
"Amber, aku masih bisa berjalan dengan normal," kata Joy.
"High heelsmu benar benar mengerikan, Joy. Itu membuatku takut," kata Amber.
"Aku bisa berhati hati, Amber," jawab Joy tertawa pelan.
"Tidak, aku akan tetap menggandengmu sampai kita duduk," kata Amber.
Joy tertawa kembali.
"Kau seperti ibuku saja," jawab Joy.
"Whatever," balas Amber.
__ADS_1
Lalu mereka masuk ke halaman belakang mansion lewat halaman samping. Joy melihat beberapa orang tampak berkumpul disana.
Briana yang sedang mengobrol dengan teman yang lainnya tampak melihat ke arah Joy dan Amber yang baru saja datang.
Briana menghampiri mereka dan melambaikan tangannya.
Joy juga melambaikan tangannya dan senyumnya merekah.
Lalu mereka berduapun berpelukan.
"Ooohh, i miss you, Bri," kata Joy.
"I miss you too, Gadis kecil," jawab Briana tersenyum dan mengusap punggung.
"Hei, kalian mengabaikanku?".tanya Amber.
Lalu Joy dan Briana pun tertawa dan melepaskan pelukannya.
"Ayo kita kesana. Cean menunggumu disana, Joy," kata Briana menarik tangan Joy.
"Briana, hati hati. Jangan menariknya," kata Amber memegang pinggang Joy.
Briana menatap heran pada Amber.
"Dia sedang ..." Amber mengusap perut Joy memberi tanda pada Briana.
"Really? Oh mh God. Aku ikut bahagia untukmu, Sayang," Briana memeluk Joy lagi.
"Hanya kalian berdua yang tahu. Jangan katakan hal ini dulu nanti. Aku belum mengatakannya pada Cean. Aku akan mengatakannya nanti ketika pulang dari sini," kata Joy.
Briana mengangguk dan tersenyum.
Lalu Briana dan Amber memegang tangan Joy.
"Aku seperti nenek tua yang akan menyeberang jalan," kata Joy melihat kelakuan kedua temannya itu.
__ADS_1
Briana dan Amber hanga tertawa mendengar ucapan Joy.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤