STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#39


__ADS_3

Besok adalah hari minggu, jadi Irena mengajak Joy untuk ikut piknik di pantai.


Dan keesokan harinya, Joy sudah bersiap sejak pagi dan tinggal menunggu telepon dari Irena karena supirnya akan menjemput.


Irena tak membawa mobil sendiri karena jarak ke pantai cukup jauh sekitar 2 jam perjalanan.


Joy menuju restoran sebentar untuk makan pagi. Dia ingin mengisi perutnya dengan sedikit makanan.


Joy memakai dress putih sederhana. Dia memesan croissant dan segelas kopi panas.


"Kau akan berangkat bersamaku," kata suara yamg yang tiba tiba ada di balik telinga Joy.


Dan tentu saja hal itu membuat Joy kaget ketika dirinya sedang membayar pesanan makanannya di kasir.


"Oh my God," kata Joy memegang dadanya lalu menoleh ke belakang.


"Kau mengagetkanku, Cean," kata Joy membelalakkan matanya.


Ocean hanya tersenyum. Senyum yang semakin membuat Joy meleleh jika melihatnya. Joy kembali melihat ke depan dan membawa makanannya ke meja.


Ocean mengikutinya dari belakang dan duduk bersamanya di meja yang sama. Joy sama sekali tak melihat Ocean.


Berbeda dengan Ocean yang pandangannya tak pernah lepas dari Joy.


Menurutnya Joy bukan gadis kecil yang lugu dan polos lagi. Joy sangat menghindari Ocean, tak seperti dulu yang selalu menempel padanya.



Irena mengirim pesan pada Joy bahwa Joy berangkat bersama Ocean karena Irena sudah berangkat terlebih dulu.


Setelah makan pagi, Joy dan Ocean masuk ke dalam mobil dan segera berangkat ke pantai yang berada di daerah Le Havre.


Ini perjalanan yang lumayan lama dan bersama dengan Ocean di mobil membuat Joy merasa tak nyaman.


"Kau menghindariku, Joy?" tanya Ocean memulai pembicaraan.

__ADS_1


"Hmm," jawab Joy melihat ke arah luar jendela mobil.


"Kau membenciku?" tanya Ocean lagi.


"Tidak," jawab Joy.


"Apakah luka di pinggangmu berbekas?" tanya Ocean.


"Tidak, aku sudah melakukan perawatan kulit," jawab Joy.


"Boleh aku melihatnya?" tanya Ocean.


Joy menoleh pada Ocean dan menatapnya heran.


"Jadi kau ingin melihat tubuhku, begitu?" kata Joy sinis.


Ocean tertawa pelan dan membuat Joy mengalihkan pandangannya. Dia tak ingin terpesona di saat saat seperti ini.



"Di Inggris. Aku tinggal di London setahun belakangan ini," jawab Joy yang berusaha santai.


"Bersama ibumu?" tanya Ocean.


"Hmm," jawab Joy.


"Ibumu sehat?" tanya Ocean.


"Hmm," jawab Joy singkat.


Joy menggenggam tangannya yang dingin. Dadanya selalu bergemuruh jika dekat dengan Ocean. Dia tak akan bisa terus memendam hal ini.


"Aku ingin ke cafe itu," kata Joy menunjuk cafe di pinggir jalan.


Lalu Ocean meminggirkan mobilnya dan Joy keluar menuju cafe.

__ADS_1


Joy langsung menuju toilet dan duduk disana. Di memegangi kepalanya dan rasanya ingin menangis karena kerinduannya pada Ocean tak bisa dilampiaskannya.


"Aku membenci diriku sendiri. Bisakah aku tak mencintainya lagi?" bisik Joy menutup wajahnya dengan tangannya.


Lalu beberapa menit kemudian Joy membasuh wajahnya dengan air dan keluar memesan segelas kopi lagi.


Lalu Joy kembali ke dalam mobil dan Ocean tampak baru menutup teleponnya.


"Sudah?" tanya Ocean.


"Hmm, maaf menunggu lama," jawab Joy.


Lalu Ocean melanjutkan perjalanannya. Jalan yang mereka lewati cukup sepi dan sangat lengang. Itu menambah kesunyian suasana di antara mereka berdua.


Ocean menyalakan musik di mobilnya. Perjalanan satu menit terasa lama bagi Joy. Apalagi ini akan melalui perjalanan 2 jam lamanya.


"Kau punya kekasih?" tanya Ocean tiba tiba.


"Tidak, aku tak tertarik," jawab Joy.


"Jadi tidak akan ada masalah jika seandainya aku menciummu kan?" tanya Ocean dengan santainya.


Joy menoleh ke arah Ocean dan kesal karena candaannya itu.


"Kau mengejekku? Itu tak lucu," kata Joy.


"Mengejekmu? Aku tak mengejekmu. Apakah kau tersinggung dengan kata kataku?" kata Ocean.


"Ya, kau mengejekku, Cean. Kau meremehkanku. Kau selalu seperti itu padaku. Kau tak pernah menganggapku ada. Kau menyebalkan. Kau orang terjahat yang pernah kukenal dan aku amat sangat menyesal mengenalmu."


"Dan aku berharap kepalaku terbentur hingga aku bisa melupakanmu!!! Ihate you. Aku berharap bisa membecimu. But i can't. Aku tak bisa melakukannya!!" teriak Joy mengeluarkan semua emosi di dadanya.


"Oohh, aku tak bisa melanjutkan perjalanan ini.. turunkan saja aku disini," kata Joy memegang kepalanya.


Lalu Ocean meminggirkan mobilnya dan berhenti.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤


__ADS_2