
Ocean tak melepaskan tangan Joy. Dia justru membawa Joy masuk kembali ke tempat acara berlangsung.
"Cean, lepaskan tanganku," kata Joy yang masih berusaha melepaskan tangan Ocean.
Ocean tetap tak mempedulikannya dan tetap menariknya masuk.
"CEAN!!!" teriak Joy akhirnya.
Joy kesal dengan apa yang Ocean lakukan padanya.
"Apa kau mau mempermalukanku di sini?!!!" teriak Joy lagi dengan suara sedikit pelan.
Dia benar benar menahan emosinya agar air matanya tak keluar.
Ocean melihat wajah Joy dan menatap matanya.
"Untuk apa aku mempermalukanmu? Apakah itu perlu? Apakah ada gunanya untukku?" tanya Ocean dengan sikap tenangnya seperti biasa.
Joy diam dan mereka masih saling menatap tajam.
"Joy," panggil Irena dari arah taman.
Joy tak bisa mengelak lagi. Dia memaksakan senyumnya pada Irena.
"Kalian saling mengenal?" tanya Irena.
__ADS_1
"Dia mantan pacarku," jawab Ocean to the point.
"What?? Really?" kata Irena terkejut.
Joy memandang Ocean dan tak tahu apa maksud perkataan Ocean ini. Seharusnya Ocean tak mengatakan hal ini pada Irena.
"Sepertinya kalian putus karena sesuatu yang buruk. Itu bisa sangat terlihat," kata Irena.
"Ya, dia mencampakkanku," kata Joy pedas dan mata birunya memandang tajam mata Ocean.
"Oh my, Cean. Kakak tak menyangka kau sekejam itu pada si cantik Joy," kata Irena yang semakin mengompori perdebatan yang menarik ini.
"Ya, aku minta maaf atas hal itu," jawab Ocean.
"Ah yaa, baiklah. Kalian duduklah disana. Semua keluarga akan berkumpul. Nanti lanjutkan lagi perdebatan kalian, oke?" kata Irena menarik tangan Ocean dan Joy bersamaan.
Joy dan Ocean duduk bersebelahan dan tentu saja ini membuat Joy amat sangat canggung. Joy bukanlah Joy yang dulu.
Dia telah banyak berubah. Sikapnya tak akan bisa santai jika harus bersebelahan dengan orang yang masih sangat dicintainya dan sedihnya masih tak berbalas.
Joy tak ingin Ocean tahu bahwa dirinya masih mencintainya. Itu akan membuat harga dirinya jatuh karena sepertinya perasaan Ocean pada Joy tak berubah.
Tak ada obrolan sama sekali di antara mereka. Mereka bagaikan orang asing. Tetapi mata Ocean selalu mengawasi Joy ketika Joy tak disampingnya.
Joy berusaha menjauh dari Ocean agar tak terlalu gugup. Dia membaur dengan yang lainnya. Irena mengenalkan Joy pada semua keluarganya. Termasuk keluarga Ocean.
__ADS_1
Dan yang bisa dilihat oleh Joy, bahwa Ocean belum menikah. Semua adiknya mengatakan hal itu.
Dia merasa canggung ketika Irena mengenalkan Joy sebagai mantan pacar Ocean pada keluarga Ocean.
Joy tak banyak bicara. Tak ada Joy yang ceria, dia tak bisa bersikap biasa saja ketika ada Ocean yang mengawasinya disana.
Yara, mommy Ocean mengundang Joy makan malam di mansionnya jika ada waktu luang. Joy hanya mengiyakannya dengan canggung.
"Aku sangat penasaran dengan kisah cinta kalian? Aku tak pernah tau dirimu. Apakah aku melewatkannya?" tanya Red penasaran pada Joy.
"Itu hanya main main, tak ada kisah cinta. Kami hanya berpacaran selama 2 hari saja," kata Joy jujur.
"Whattt??? Unik sekali," kata Blue tertawa pelan.
"Tapi sejak tadi kakakku melihatmu dengan tajam. Apakah ada insiden di antara kalian dulu?" tanya Red sembari melihat sang kakak yang duduk jauh diseberang.
"Tidak, tidak ada. Permisi, aku ingin ke belakang," kata Joy berusaha menghindari topik ini.
Blue dan Red melihat kepergian Joy dari belakang.
"Hanya 2 hari? Tapi mengapa aku merasa ada sesuatu diantara mereka yang sampai saat ini belum terselesaikan ya? Bagaimana menurutmu Blue?" tanya Red penasaran.
"Hmm, aku juga merasa begitu. Ah sudahlah, jangan mengganggu privasi kak Cean. Kau tahu kan bagaimana kemarahannya jika diganggu," kata Blue.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤
__ADS_1