
Keesokan paginya, Joy bangun dan langsung mandi. Lalu dia keluar dari kamarnya. Dia mendapat libur seminggu dari perusahaannya setelah pulang dari Paris.
Joy keluar dan melihat David bersama Evelena berada di ruang makan.
"Sayang, kau sudah bangun? Kemarilah, David membawakan pie apel dari nyonya Jonathan," kata Evelena dengan wajah sumringahnya.
Joy kurang suka dengan situasi ini. Tapi dia berusaha sesantai mungkin dan menganggap David adalah temannya.
"Hai, Joy. Maaf mengganggu waktumu sepagi ini," kata David tersenyum.
"Hmm," jawab Joy singkat dan berusaha tersenyum.
Lalu mereka pun makan pagi bersama. Joy lebih banyak diam dan Evelena menjabarkan tentang Joy pada David.
David selalu melihat ke arah Joy dan terpesona dengan kecantikannya.
"Maukah nanti malam kita makan malam bersama diluar?" tanya David pada Joy.
"Maaf, aku masih sangat lelah. Pekerjaanku di Paris sangat menyita waktu dan tenagaku, jadi aku benar benar ingin berisitirahat sekarang," jawab Joy.
"Ah begitu, baiklah. Mungkin lain kali saja," kata David sedikit kecewa.
Evelena tahu Joy tak begitu suka dengan situasi ini, tetapi dia ingin Joy lebih bisa menikmati masa mudanya daripada harus selalu bekerja.
Setelah makan pagi, David berpamitan pulang. Dan Evelena juga akan pergi ke kantornya.
"Mom, bisakah untuk tidak menjodohkanku lagi?" kata Joy.
__ADS_1
"Sayang, mommy tidak pernah menjodohkanmu. Mereka sendiri yang ingin datang kemari. Mommy tak memaksamu jika kau tak menyukainya. Cukup berteman saja dengannya itu tidak masalah. Baiklah, mommy pergi bekerja dulu," kata Evelena dan mencium kedua pipi putri kesayangannya.
Lalu Joy kembali ke kamarnya dan memeriksa ponselnya. Joy melewatkan telepon dari Ocean yang masuk beberapa kali.
Lalu Joy menelepon Ocean kembali dan Ocean pun belum mengangkat teleponnya.
Joy akhirnya menyibukkan dirinya mengerjakan pekerjaannya di laptop sembari menunggu panggilan telepon dari Ocean.
Tak lama kemudian, Ocean meneleponnya dan Joy segera mengangkatnya dengan wajah sumringah.
"Halo," kata Joy.
"Betapa susahnya aku menghubungimu, Sayang," ucap Ocean.
"Maaf, tadi aku makan pagi bersama mommy", kata Joy.
"I miss you too," jawab Joy tersenyum.
"Sudah terlalu lama kita tak bertemu, aku akan kesana secepatnya," ucap Ocean.
"Kau tidak sibuk?" tanya Joy sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
"I'm the boss," jawab Ocean.
Dan mereka pun berbincang sangat lama. Joy dan Ocean sama sama saling merindukan tetapi masih terpisah jarak yang sangat jauh.
Joy belum siap mengatakan hubungannya dengan Ocean pada Evelena.
__ADS_1
Ada rasa takut dihatinya jika nanti sang mommy menyuruhnya untuk memilih kembali seperti dulu.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Sudah seminggu berlalu, dan Joy sudah kembali bekerja di perusahaan. Dia mulai menikmati pekerjaannya kembali.
"Joy!!!" panggil seseorang ketika Joy keluar dari kantornya untuk makan siang sendirian karena Helen tak masuk kerja hari ini.
Joy melihat ke arah seseorang yang memanggilnya.
"David?? Kau disini?" tanya Joy terkejut melihat David.
"Ya, kebetulan aku sedang meeting di perusahaan itu, jadi aku mampir kesini," jawab David tersenyum sembari menunjuk perusahaan yang ada di seberang kanan perusahaan Joy.
"Kau akan makan siang?" tanya David.
"Ya," jawab Joy.
"Bolehkah bergabung? Aku juga belum makan siang," kata David.
"Of course, ayo," jawab Joy tersenyum.
Joy hanya menganggap David sebagai teman semata apalagi orang tua mereka juga berteman.
Joy tak pernah memberi harapan apapun pada David. Dia sudah menjelaskan sejak awal bahwa mereka hanya sebatas teman.
David adalah pria yang baik dan sopan jadi Joy cukup nyaman berada di dekatnya yang tak pernah macam macam.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤