
"Oke ... Let's do it," bisik Ocean dan mencium bibir Joy dengan penuh gairahh.
Jari jemari Joy membuka kancing kemeja Ocean dengan cepat.
"I miss you," bisik Joy di telinga Ocean.
Ocean tersenyum lalu membuka bajunya yang sudah tak terkancing. Kemudian dia mengangkat tubuh Joy menuju ranjang besarnya.
Ocean merebahkan tubuh polos Joy dengan perlahan. Lalu dia mulai menciumi seluruh tubuh Joy dengan perlahan hingga membuat Joy semakin bergairaah.
Ocean membuka celananya dan mulai ke adegan utama kegiatan ini.
"Aku akan melakukannya dengan sangat perlahan," kata Ocean.
Ocean mulai menggerakkan tubuhnya dengan pelan di atas tubuh Joy.
"Aaahhhh ..." desahh Joy.
Ocean mencium dagu dan leher Joy lalu memainkan lidahnya di dada Joy yang tampak padat dan berisi.
Joy mencengkeram rambut Ocean dan tubuhnya menggeliat dibawah tubuh Ocean.
Ocean masih bermain pelan dan hati hati karena Joy masih di trisemester pertama kehamilannya.
"Aaaahhh ... Cean ... Aku ingin bergerak di atas," kata Joy dengan nada mendesahh.
"No, Baby ... Aku saja yang bekerja. Itu akan beresiko pada calon bayi kita," jawab Ocean lirih.
Ocean meraba tubuh Joy dengan lembut hingga membuat Joy menggigit bibirnya ketika merasakan kenikmatan yang diberikan Ocean padanya.
Joy juga meraba tubuh kokoh Ocean dan mencium lehernya. Joy bahkan membuat tanda disana.
__ADS_1
Ocean melakukan kegiatan panas itu dengan slow dan tak terburu buru. Mereka menikmatinya hingga akhirnya Ocean serta Joy menyelesaikan dengan mencapai kenikmatan bersama.
Ocean memeluk Joy dan mengusap punggungnya. Joy merasa nyaman dan mulai memejamkan matanya.
"Kita pulang besok," kata Ocean pelan.
"Hmm," jawab Joy singkat sembari mengusap lengan Ocean.
"Kita berangkat siang karena pagi aku akan ke perusahaan sebentar. Kau tak masalah bukan?" tanya Ocean mencium kening Joy.
"Hmm," jawab Joy lagi.
Joy sama sekali tak bertanya tentang keadaan Jane pada Ocean. Dia sudah benar benar tak peduli lagi padanya.
Joy tak ingin memperumit hidupnya karena Jane. Lagi pula dia sudah cukup puas telah memukul Jane kemarin.
Dan Ocean tak akan tergoyahkan hanya karena keberadaan Jane. Joy sangat yakin hal itu.
Joy tahu bahwa Ocean sangat mencintainya apalagi akan ada bayi di yang akan hadir di tengah tengah mereka.
"Aku ke perusahaan dulu, Honey," bisik Ocean di telinga Joy.
Joy membuka matanya dan tersenyum. Dia melihat Ocean sudah berpakain jas rapi dan harum.
Joy melingkarkan tangannya ke leher Ocean dan menciumi leher serta pipinya.
"Kau harum," lirih Joy.
"Kita bisa lanjutkan nanti, Baby. Sekarang aku harus pergi dulu," jawab Ocean tertawa pelan.
"Hmm ... I love you," kata Joy.
__ADS_1
"I love you too." Ocean mengecup bibir Joy dan pergi dari sana.
Setibanya di perusahaan, Ocean langsung mengadakan meeting bersama para asisten dan staf penting perusahaan kecuali Jane yang masih tidak tampak masuk kerja.
Setelah meeting, Ocean kembali ke ruangannya dan disana sudah menunggu Jamie.
"Kau sudah lama menunggu?" tanya Ocean santai.
Ocean dan Jamie sama sekali belum berbicara sejak insiden pemukulan Joy pada Jane kemarin.
"Tidak, aku baru saja datang," kata Jamie.
"Hmm ... Ada apa?" tanya Ocean duduk di sofa bersama Jamie.
"Aku menyuruh Jane untuk berhenti bekerja dari perusahaan ini," kata Jamie.
"Apa karena hal kemarin? Meskipun aku yakin Joy tak bersalah, aku tetap minta maaf atas hal ini," kata Ocean.
"Hmm ... Orang tuanya menyuruhnya berhenti dan dia akan memegang perusahaan ayahnya sendiri," ucap Jamie.
"Ya, aku tak masalah dengan hal itu. Cukup mudah bagiku untuk mencari posisi direktur perusahaanku yang baru," jawab Ocean.
"Kuharap ini tak mempengaruhi hubungan pertemanan kita, Cean," kata Jamie.
"Tidak, aku tak masalah dengan hal ini. Joy sedang hamil. Dan aku benar benar hanya fokus padanya saat ini," jawab Ocean.
"Congratulation, Cean. Aku ikut senang mendengar hal itu," kata Jamie tersenyum.
Kabar tentang insiden Joy memukul Jane, sudah tersebar seantero perusahaan hingga membuat Jane berhenti karena hal itu membuatnya malu.
Jane masih kesal dengan apa yang dilakukan Joy padanya. Tapi dia tak memiliki kuasa untuk membalas Joy karena Ocean sangat melindungi Joy.
__ADS_1
Setelah mengobrol beberapa lama, akhirnya Jamie pamit pulang. Dan Ocean kembali ke penthouse pas menjelang makan siang.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA🥰❤❤❤