
Joy belum terbangun sampai siang menjelang. Hingga akhirnya Joy sadar, tetapi Ocean belum boleh menemuinya sampai besok karena keadaannya belum stabil.
Ocean pulang sebentar ke apartemen untuk beristirahat. Dia baru kembali ke rumah sakit lagi menjelang malam.
Ocean melihat Joy dari balik kaca.
"Sorry, seharusnya aku menjagamu," gumam Ocean pelan.
Tengah malam, Evelena baru tiba di bandara. Dia tak merasakan lelah sedikitpun karena pikirannya penuh dengan Joy.
Evelena langsung menuju rumah sakit dan menuju ruang ICU dimana polisi sudah mengatakan hal ini padanya termasuk kronologi kejadiannya.
Evelena melihat Ocean di tempat duduk didepan ICU. Dari jauh dia sudah menatapnya dengan tajam.
Ocean melihat ibu Joy datang dan diapun berdiri dari duduknya.
"Pergilah," kata Evelena to the point.
"Aku akan menunggu sampai dia bisa ditemui," jawab Ocean.
"Tidak perlu, aku sudah tahu semuanya. Pergilah ... Kau tak akan diganggu oleh putriku lagi. Aku pastikan hal itu. Jika perlu, aku akan membuatnya melupakan dirimu," kata Evelena dengan nada dingin.
__ADS_1
Tampaknya polisi sudah menceritakan secara detail kejadian ini termasuk hubungan Joy, Greta dan Ocean.
Greta menceritakan semua latar belakang kejadian ini pada polisi termasuk hubungan satu malam antara Joy dan Ocean.
Tentu saja hal ini membuat Evelena shock. Dia tak menyangka jika Joy bisa berbuat seperti ini karena cinta butanya pada Ocean.
Putri kecilnya yang manis terjebak dalam cinta seorang playboy seperti Ocean. Dan betapa besar kekecewaan yang dirasakan Evelena saat ini.
"Apapun yang terjadi ini ada sangkut pautnya denganku juga. Aku akan bertanggung jawab atas semua ini," kata Ocean.
"Dengan apa? Menikahinya? Menjaganya? Mencintainya? Sudahlah. Kau tak akan bisa melakukan itu. Dan aku juga tak akan mengizinkan hal ini. Pergilah, Joy tak akan muncul didepanmu lagi. Please go," kata Evelena.
"Aku tak akan pergi," jawab Ocean.
"Aku mohon pergilah. Apakah aku perlu berlutut padamu? Kumohon ... Aggap saja kau tak pernah mengenal Joy. Aku akan membawanya jauh darimu. Aku tak akan menuntut apapun darimu. Please pergilah," kata Evelena memohon sembari menangis.
Ocean pun akhirnya pergi dengan sangat berat hati.
Ini adalah sesuatu yang sangat disesalinya saat ini.
Dia memulai semua ini dengan cara yang tidak benar. Dia sadar akan hal itu. Seandainya dia lebih memperhatikan Joy, hal buruk ini tak akan terjadi.
__ADS_1
Ocean tak punya pilihan lain kecuali pergi dari hidup Joy. Mungkin ini yang terbaik untuk hidup mereka.
2 hari ini Ocean menghindari Joy karena tak ingin membuat Joy kecewa. Ocean masih ingin berpikir lebih jauh tentang hubungannya dengan Joy.
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
Keesokan paginya, Joy sudah bisa diajak bicara. Evelena senang dengan hal itu. Joy berkali kali bertanya tentang Ocean, tetapi Evelena memberitahu bahwa Ocean sama sekali tak datang ke rumah sakit.
Kondisi Joy masih lemah, jadi dia masih sering tidur karena pengaruh obat.
Saat ini Evelena berkonsultasi pada dokter tentang keadaan Joy.
"Apakah aku bisa membawanya ke Korea besok, dokter? Aku akan pindah kesana. Dan kurasa aku harus membawa putriku secepatnya kesana," kata Evelena.
"Kondisinya sudah stabil, jadi hal ini bisa dilakukan," jawab Dokter.
"Terima kasih, Dokter. Aku akan menyewa pesawat pribadi untuk membawa putriku ke Korea," kata Evelena.
"Ya, nanti kami jelaskan prosedur membawa pasien," jawab sang dokter.
"Terima kasih," jawab Evelena.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤