STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#57


__ADS_3

"Joy, sorry. Kau marah?" tanya David yang masih mengikuti Joy sampai keluar ballroom.


Joy menoleh pada David.


"Bisakah kau tak mengikutiku, David? Bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk tak mendekatiku? Kau membuatku dalam masalah," kata Joy kesal.


"Maaf, aku tak bermaksud seperti itu. Aku hanya tak suka ada orang yang memperlakukanmu dengan tak sopan," kata David.


"Sekali lagi itu bukan urusanmu. Pergilah, jangan mengikutiku," geram Joy.


Ocean yang sedari tadi ada di belakang mereka hanya bersandar santai dan mendengarkan perdebatan mereka.


David merasa kecewa dengan sikap Joy dan akhirnya berbalik kembali menuju ballroom.


David melihat Ocean dibelakangnya dan menatapnya tajam. Ocean bisa saja membuat David babak belur, hanya saja menurutnya itu tak penting untuk dilakukannya.


Joy menoleh ke arah Ocean yang ada di belakangnya. Mereka sama sama diam dan tak bicara sama sekali.


Ocean kemudian beranjak pergi meninggalkan Joy. Dia sedikit kecewa dengan sikap Joy. Joy menatap sedih kepergian Ocean.


Joy kesal pada dirinya sendiri karena harus menyembunyikan hubungan mereka dari mommynya.


'He's my life ... Tidak ... Aku tak ingin kehilangan Cean ... I love him so much,' batin Joy dan akhirnya mengejar Ocean.


Joy mengejar Ocean yang sudah menuju lift.


"Cean, wait. Ceaaann!!" panggil Joy.


Ocean masuk ke dalam lift dan menutup pintu liftnya hingga Joy tak bisa melihatnya lagi.


"Ck ... Apa dia tak mendengarku?" kata Joy dan dengan kesal menghentakkan kakinya.

__ADS_1


Lalu Joy menelepon Evelena.


"Halo, Mom. Sorry, aku pulang lebih dulu," kata Joy.


'Mommy melihatnya ... Apa kau bersamanya?" tanya Evelena.


Joy tahu apa yang dibicarakan sang mommy.


"Hmm, i love him, Mom. Sorry ... Aku tak bisa mengabaikannya. Maaf jika ini membuat mommy marah."


"Aku tak ingin memilih diantara kalian. I can't," kata Joy akhirnya dan menutup teleponnya tanpa mendengar balasan dari Evelena lalu masuk ke dalam lift untuk menyusul Ocean.


Meskipun belum tahu tanggapan Evelena, tapi mengatakan ini pada sang mommy membuatnya sangat lega. Joy tak ingin membuat hubungannya dengan Ocean semakin runyam karena masalah ini.


Joy kemudian keluar dari lift ketika sudah berada di lobby.


Joh tak melihat Ocean dimanapun. Dia mengedarkan pandangannya dan tetap tak menemukan Ocean.


"Kau dimana?" tanya Joy.


"Aku di mobil. Ada apa?" tanya Ocean.


"Apa kau tidak dengar tadi aku memanggilmu?" tanya Joy dengan nada yang mulai emosi.


"Aku tak mendengarnya. Lanjutkan pestamu. Aku lebih suka pulang daripada melihatmu mengabaikanku," kata Ocean.


"Sorry, aku ada di depan lobby. Kemarilah," kata Joy.


Lalu Joy menutup teleponnya dan menunggu Ocean.


5 menit kemudian Ocean tiba di depan lobby dan menyalakan klakson mobilnya. Joy segera masuk ke dalam mobil Ocean dan merekapun pergi dari sana.

__ADS_1


Joy melipat tangannya di dada dan memandang lurus ke depan.


"Kau ikut denganku ke apartemen?" tanya Ocean.


Joy hanya mengangguk.


Tak ada obrolan diantara mereka sampai akhirnya mereka tiba di apartemen.


Joy dan Ocean masuk ke dalam kamar apartemen Ocean dan kemudian Joy memeluk Ocean.


"Sorry," kata Joy lagi. Entah sudah berapa kali dia mengucapkan kata itu pada Ocean.


Ocean mengusap punggung Joy memeluknya erat. Ocean sudah cukup dewasa untuk tak terlalu membesar besarkan sebuah masalah yang masih sangat bisa dibicarakan.


Joy kemudian menangkup wajah Ocean dan mengecup bibirnya.


"Aku akan pergi besok," kata Ocean.


"Bukankah kau bilang seminggu disini?" tanya Joy kecewa.


"Hmm, aku ada urusan penting di Manchester. Kau mau ikut?" tanya Ocean.


"Manchester?" kata Joy.


"Ya, ada cabang perusahaanku di sana. Aku akan mengunjunginya sebentar," jawab Ocean.


Akhirnya Joy mengangguk. Dia hanya ingin bersama Ocean saat ini.


Lalu Ocean melepaskan pelukannya dan membuka jasnya kemudian masuk ke kamar mandi.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2