STALKER GIRL (Gadis Penguntit)

STALKER GIRL (Gadis Penguntit)
#28


__ADS_3

Joy melihat kebelakang dan melihat seorang polisi patroli muda yang sedang bertugas di sekitar taman itu.


"Dia yang menyerangku duluan, Sir!" teriak Joy.


"No, Sir. Gadis ini ingin menikamku. Tolong aku," teriak Greta sembari menangis.


"Aku adalah wisatawan dari Swiss. Dia ingin merampokku," kata Greta.


"Whattt?" kata Joy emosi.


"Hei, Nona. Taruh pisaunya di tanah," kata polisi itu sembari mengarahkan senjatanya pada Joy.


Tangan Greta justru menggenggam erat tangan Joy yang memegang Pisau agar Joy tak bisa menaruh pisaunya.


"Aku tak menikamnya, Sir. Kau tak perlu memakai senjatamu!!" teriak Joy.


"Dia melukaiku, Sir. Aaaahhhh ..." Greta teriak dan sengaja mengiris sedikit tangannya dengan pisau yang dipegang Joy.


"Aku berdarah ... Aku berdarah ..." teriak Greta histeris.


"No, dia berbohong!!!" teriak Joy.


"Tolong aku ... Tolong aku!!!" teriak Greta histeris dan menangis.


"No..no.. Aku tak melakukan apapun," teriak Joy untuk meyakinkan polisi itu


Karena memang keadaan sedikit gelap membuat polisi muda itu tak terlalu melihat jelas, dia hanya melihat darah di tangan Greta dan mendengar tangisan histeris Greta. Dia juga dihadapkan dengan pilihan yang sulit.


DORRR....


Kemudian polisi itu melepaskan tembakannya yang mengenai pinggang Joy. Tembakan yang seharusnya ke kaki, meleset mengenai pinggang Joy.

__ADS_1


Joy memegang pinggangnya dan dia melihat darah yang mengalir disana. Joy jatuh seketika.


"What are you doing, Sir?" kata Joy shock dan lemas seketika.


Matanya mulai berkunang kunang dan nafasnya sesak.


Greta tak menyangka bahwa ini akan membuat polisi menembak Joy. Dia pikir Joy hanya akan masuk jeruji besi karena menyerangnya.


"Ooh ... Shiiitttt," umpat polisi itu.


Dia kebingungan melihat kejadian berdarah ini. Polisi itu menelepon rekan sesama polisi dan menyuruhnya datang bersama ambulance.


Tak lama kemudian, ambulance dan banyak polisi datang. Mereka memeriksa Greta dan membawa Joy dan Greta ke rumah sakit.


Joy mengalami luka tembakan di pinggangnya. Darah yang dikeluarkannya lumayan banyak.


Setelah mengecek seluruh CCTV jalan dan mobil, Greta ditahan karena memberikan keterangan palsu dan membuat polisi menembak Joy. Dan polisi yang menembak Joy juga diberi sanksi dan hukuman karena salah sasaran.


Karena tak ada yang membuka pintunya, akhirnya polisi meminta keterangan dari pihak manajemen apartemen.


Ocean yang baru saja datang pagi harinya, melihat banyak polisi yang mendatangi gedung apartemennya.


Dia berpikir pasti ada hal yang terjadi karena ini masih sangat pagi.


"Ada apa ini?" tanya Ocean selaku pemilik gedung apartemen mewah ini.


"Kami ingin menemui keluarga dari nona Joysie, tetapi tak ada orang di apartemennya. Jadi kami meminta keterangan dari pihak manajemen," kata salah seorang polisi.


Mendengar nama Joy disebut tentu saja membuat Ocean panik.


"Ada apa dengan Joy? Aku mengenalnya. Ibunya sedang ada di Korea," kata Ocean.

__ADS_1


"Kalau begitu ikut kami ke rumah sakit. Tak ada yang mendampinginya disana. Dia mengalami kecelakaan yang tidak disengaja," jawab polisi itu.


"Apa maksudmu?" tanya Ocean dengan sedikit berteriak.


"Nanti kami jelaskan. Bisakah anda ikut sekarang?" tanya Polisi itu.


"Hmm," jawab Ocean singkat lalu merekapun menuju rumah sakit dimana Joy dirawat.


Ocean mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bahkan dirinya lebih dulu tiba dari pada polisi tadi.


Ocean langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ke ruang ICU dimana ada beberapa polisi berkumpul disana.


Ocean melihat ada beberapa polisi berjaga disana.


"Aku kerabat Joy. Di mana dia?" tanya Ocean panik.


"Dia di ruang ICU, Tuan. Semalam nona Joysie di operasi untuk mengeluarkan pelurunya. Kami terpaksa mengambil tindakan operasi karena tak ada yang mendampinginya," kata salah satu Polisi.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ocean.


Lalu polisi pun menjelaskan kronologi kejadiannya.


Ocean benar benar marah karena hal ini. Sebuah salah paham membuat Joy tertembak. Ocean bisa saja menuntut polisi itu, tetapi sekarang keadaan Joy lah yang terpenting.


Dan Ocean tak menyangka jika Greta akan melakukan hal ini pada Joy. Ocean memastikan Greta akan mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya ini.


Ocean berdiri mondar mandir didepan ruang ICU.


Pihak manajemen Apartemen sudah menelepon Evelena yang ada di Korea. Dan Evelena langsung pulang hari itu juga.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2