
Keesokan harinya, Joy dan Ocean pergi ke rumah Joy. Mereka ingin menemui Evelena bersama sama.
Joy menggandeng tangan Ocean dan membawanya masuk ke dalam.
Joy melihat sang mommy menyiram tanaman kesayangannya di taman belakang.
"Mom," panggil Joy pelan.
Evelena menoleh dan melihat ke arah Joy dan Ocean. Joy sudah menggigit bibirnya dan sedikit takut dengan reaksi Evelena.
Tetapi tanpa disangka sangka, Evelena justru tersenyum ramah melihat mereka berdua.
"Halo, Aunty. Bagaimana kabarmu?" tanya Ocean tersenyum.
"Aku sangat baik, bagaimana kabarmu, Cean?" tanya Evelena menghampiri mereka dan duduk di kursi taman.
"I'm great, thank you," jawab Ocean.
Mereka bertiga duduk di taman dan suasana mulai mencair.
"Joy seperti diriku, dia tak pernah bisa melupakan cinta pertamanya," kata Evelena.
"Mom, tidak perlu sedramatis itu" kata Joy yang merasa sedikit malu dengan ucapan Evelena.
"Itu fakta, Sayang," jawab Evelena tertawa pelan.
__ADS_1
"Hmm, aku bersyukur Joy adalah anak aunty, jadi mata dan hatinya hanya untukku saja,' kata Ocean.
"Oohh, come on ..." kata Joy menengadahkan kepalanya ke atas karena sedikit geli dengan pembicaraan ini.
"What?? Bukankah itu kenyataannya, Baby?" tanya Ocean dengan santainya.
"Terserah kalian saja. Aku akan membuat jus dulu," kata Joy beranjak dari kursi dan masuk ke dalam rumahnya.
"Aku akan menikahinya, apakah aunty tidak keberatan?" tanya Ocean.
"Tentu saja tidak. Dia menunggumu bertahun tahun," jawab Evelena.
Ocean cukup lega mendengar jawaban Evelena.
"Aku akan membawanya ke New York, apakah aunty tidak ingin ikut kami? Bukankah itu lebih baik bagi kita?" tanya Ocean.
"Terima kasih, dan aku minta maaf dengan apa yang pernah terjadi dulu," ucap Ocean.
"Lupakan hal itu. Joy masih labil kala itu dan itu bukan sepenuhnya salahmu," jawab Evelena bijaksana.
Dan mereka pun tampak mengobrol ringan termasuk membicarakan kepergian Ocean ke Manchester bersama Joy esok hari.
Lalu Joy tampak datang dari dalam rumah dengan membawa nampan berisi 3 gelas jus jeruk.
"Mom, besok aku akan ikut ke Ocean ke Manchester," tanya Joy.
__ADS_1
"Hmm, Cean sudah mengatakannya tadi," jawab Evelena kemudian meminum jusnya.
Setelah cukup lama mengobrol, kemudian Joy masuk ke dalam kamarnya untuk menyiapkan pakaian yang akan dibawa ke Machester.
"Kita hanya 3 hari di sana. Tak usah membawa banyak baju, kita bisa membelinya di sana," kata Ocean yang menopang kepalanya di ranjang dengan posisi tidur miring sambil melihat ke arah Joy.
"Hmm, aku tak suka pemborosan. Bajuku sangat banyau," jawab Joy sambil mengambil baju di lemarinya dan memasukkannya ke dalam koper kecil.
"Oke, Baby, up to you," kata Ocean yang masih asyik memandangi sang kekasih menyiapkan keperluannya.
"You're so beautiful," lanjut Ocean.
"Hmm, i am. Tapi sayangnya ada yang menolakku mentah mentah dulu," sindir Joy.
"Really? Betapa bodohnya laki-laki itu," jawab Ocean.
Joy tertawa pelan.
"Ya, pria bodoh itu terlalu tampan dan menarik untuk kulupakan," kata Joy.
Ocean tertawa dan beranjak dari ranjang lalu menghampiri Joy.
Ocean memeluk Joy dan menciumi tengkuk lehernya.
"Thank you karena tak melupakan pria bodoh ini," ucap Ocean.
__ADS_1
Joy tertawa dan berbalik menghadap Ocean lalu mencium bibirnya mesra.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤