
"Entah mengapa aku melihat Jane selalu benar dan bagus dimatamu. Aku benci hal itu," kata Joy dan membalik tubuhnya hingga membelakangi Ocean.
"Aku tak ingin menyalahkan siapapun disini," kata Ocean.
"Pada awalnya kau menyalahkan aku, Cean. Don't talk to me. Aku ingin tidur," jawab Joy dan memejamkan matanya.
Ocean memandangi tubuh Joy dari belakang dan membelai punggungnya dengan lembut.
"Hmm ... Marahlah padaku jika kau kesal. I love you, Baby," lirih Ocean kemudian memeluk tubuh Joy dari belakang.
Tangannya mengusap perut Joy yang masih rata. Joy menikmati usapan lembut itu dan akhirnya tertidur.
Keesokan paginya, Joy terbangun dan tak melihat Ocean di sampingnya.
Dia terbangun dengan kepala yang sangat pusing. Joy memegangi kepalanya dan tidur meringkuk.
"Aku harus ke dokter hari ini," gumam Joy pelan sembari mengurut kepalanya.
Joy memang belum memasuki fase mual dan muntah di pagi hari. Tapi pusing yang melandanya kini benar benar tak mengenal waktu dan membuat Joy selalu berada di moodnya yang buruk.
Joy tak bisa minum sembarang obat karena dia sedang hamil.
Ocean yang baru saja masuk ke dalam kamar, melihat Joy meringkuk di ranjang sambil memegang kepalanya.
Ocean segera menghampiri Joy dan duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Baby ... are you okey?" tanya Ocean sedikit khawatir dan memegang kepala Joy.
"Bisakah kita ke dokter sekarang? Kepalaku benar benar pusing," kata Joy pelan.
"Hmm, ayo," kata Ocean kemudian menggendong Joy ke kamar mandi.
"Aku tidak ingin mandi, Cean," kata Joy.
"Aku akan memandikanmu," jawab Ocean.
"Tidak, langsung ganti baju saja," kata Joy malas.
"Berendam air hangat akan membuatmu lebih rileks, Honey," kata Ocean.
"Baiklah ... Aku akan membasuh wajahmu saja dan menyikat gigimu," kata Ocean.
"Oohhh ... Aku malas melakukan itu semua," kata Joy kesal ketika Ocean mendudukkan Joy di atas meja wastafel yang dingin itu.
"Kau hanya duduk saja. Aku yang akan melakukan semuanya," kata Ocean mengambil handuk basah dan mulai membersihkan wajah Joy.
Joy menyandarkan kepalanya di dada Ocean berkali kali hingga Ocean harus menahan kepalanya agar tetap tegak.
"Apa ini pengaruh bayi?" tanya Ocean.
"Entahlah ... Ini kehamilan pertamaku, jadi aku tak tahu apapun," kata Joy yang tiba tiba kesal.
__ADS_1
"Moodmu seperti roller coaster, Baby," kata Ocean tersenyum.
"Jangan tersenyum, aku tak suka. Apalagi jika kau tersenyum pada wanita lain," kata Joy yang masih memejamkan matanya.
Ocean tertawa pelan.
"Cepatlah, Cean," kata Joy.
"Aku baru akan membuka bajumu, sabarlah," kata Ocean membuka resleting baju Joy di punggungnya.
Lalu Ocean dengan perlahan mengusap tubuh Joy dengan handuk basah dan terkadang mengecupi tubuh Joy.😁
"Cean ..." ucap Joy setiap Ocean mencium dan membelai tubuhnya.
"Hmm, ya ... ya ... Aku tak fokus karena hal ini. Sorry, Nona ... Aku akan bekerja lebih baik lagi," jawab Ocean.
"Kepalaku sedang pusing dan kau masih sempat sempatnya bercanda?" kesal Joy.
"Ya ya ... Sabarlah, Nona besar," jawab Ocean mengecup bibir Joy yang terlihat merengut.
Lalu Ocean pun menyelesaikan semua urusan ganti baju Joy. Kemudian mereka langsung menuju ke rumah sakit karena Ocean sudah mandi sejak pagi tadi.
Ocean rencananya akan pulang ke London hari ini. Tetapi melihat keadaan Joy, mungkin dia akan sedikit mengundurnya sampai Joy merasa sehat kembali.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤
__ADS_1