
Tak ada kata-kata obrolan di antara mereka. Ocean yang sibuk dengan ponselnya, dan Joy sibuk dengan makanannya yang masih ada beberapa jenis makanan di meja.
Ocean memang lebih suka menghindari perdebatan. Dia tak ingin masalah sepele menjadi besar.
Jadi Ocean lebih memilih diam dan bersikap biasa saja pada Joy sampai mood Joy kembali baik. Ocean sudah cukup mengenal karakter Joy yang tak akan pernah bisa lama lama mendiamkannya.
Lalu ponsel Joy berbunyi dan ternyata dari Helen.
"Helen? Ada apa?" tanya Joy sambil memakan garlic breadnya.
"Kata aunty kau sedang di Manchester ya? Kebetulan sekali, bisakah kau mewakili nyonya Brenda di pesta tuan Charles? Nyonya Brenda tak bisa datang malam ini," kata Helen menjelaskan.
"Hmm, no problem, aku akan kesana. Lagi pula aku cukup mengenal baik tuan Charles," jawab Joy.
"Baiklah, aku akan menyampaikan hal ini pada nyonya Brenda. Nanti aku akan mengirimkan alamatnya padamu," kata Helen.
Lalu Joy menutup teleponnya dan segera beranjak dari kursi sofa.
"Kau mau kemana?" tanya Ocean.
"Ke sebuah pesta mewakili bosku," jawab Joy.
Syukurlah Joy membawa beberapa gaun hitam sederhana tetapi cukup elegan untuk dipakainya ke pesta.
"Kau tak mengajakku?" tanya Ocean.
"Tidak," jawab Joy singkat.
__ADS_1
"Tapi aku tetap akan ikut apapun jawabanmu," kata Ocean dan beranjak juga dari kursinya.
"Kalau begitu tak usah bertanya," jawab Joy datar.
Ocean hanya tersenyum melihat sikap Joy yang masih terlihat kesal padanya. Lalu dia masuk ke kamarnya untuk berganti baju. Setelah setengah jam, mereka pun siap untuk pergi.
Helen sudah mengirimkan alamat pestanya dan merekapun pergi ke tempat pesta yang jaraknya tak terlalu jauh dari mansion Ocean.
Joy memakai gaun pendek berwarna hitam dan memadukannya dengan sebuah blazer hitam.
Sedangkan Ocean hanya memakai kemeja putih simple dan celana hitam. Meskipun hanya memakai baju yang simple tetapi Ocean tetap memancarkan kharismanya dan masih bisa membuat Joy terpana melihatnya.
Lalu Ocean menggandeng tangan Joy menuju lift dan turun ke tempat mobilnya di parkir.
Joy dan Ocean tiba di tempat pesta dan Ocean seketika menjadi pusat perhatian disana.
Karena dunia modelling identik dengan laki laki gemulai dan para wanita cantik, jadi Ocean pasti menjadi pusat perhatian disana karena penampilan machonya.
"Halo Joy sayang," kata Charles menghampiri Joy dengan gerakan gemulainya.
"Hai, Tuan Charles. Maaf aku mewakili nyonya Brenda kali ini," jawab Joy tersenyum.
"Ya, tadi nyonya Brenda sudah meneleponku. Dan terima kasih kau sudah datang ke pestaku. Hmm, apa kau tidak ingin mengenalkan pria tampan disampingmu, Sayang?" tanya Charles.
__ADS_1
"Oh ya, dia Ocean, kekasihku," jawab Joy.
"Halo, senang bertemu denganmu," sapa Ocean tersenyum.
"Terima kasih sudah ikut meramaikan pestaku, Tuan Ocean," kata Charles menyambut uluran tangan Ocean.
Joy tampak berinteraksi dengan beberapa tamu yang sudah dikenalnya.
Ocean dengan setia berada di sampingnya kemanapun Joy pergi. Joy menggenggam tangan Ocean sebagai tanda bahwa Ocean adalah miliknya.
"Joy!!!" panggil seseorang.
Joy menoleh dan melihat partner kerjanya dulu.
"Hanz?" kata Joy dengan mata berbinar.
Joy lalu melepaskan tangan Ocean dan memeluk Hanz.
Joy dan Hanz memang cukup dekat dulu seperti adik dan kakak. Bahkan Hanz lah dulu yang membimbing Joy untuk pertama kalinya ketika baru masuk ke perusahaan.
"Ooohh, aku merindukanmu, My little girl," kata Hanz mengusap punggung Joy.
"I miss you too," jawab Joy tersenyum.
Ocean sudah memasang mata tajamnya melihat adegan yang menurutnya menyebalkan itu di depan matanya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤
__ADS_1